Perubahan Diri Melalui Program Jogging Selama 10 Minggu
Itsnaini Latifatur
Rohmah
(24310440001)
Fakultas Psikologi Proklamasi 45
Yogyakarta
Perubahan diri merupakan proses yang tidak dapat terjadi secara instan, tetapi membutuhkan komitmen, konsistensi, dan kemauan untuk terus berkembang. Dalam mata kuliah Psikologi Inovasi, saya mendapatkan tugas untuk melakukan perubahan diri melalui kegiatan olahraga secara rutin selama minimal 10 minggu di Stadion Maguwoharjo. Saya memilih jogging karena merupakan olahraga yang sederhana, mudah dilakukan, tidak membutuhkan biaya besar, serta dapat meningkatkan kebugaran fisik maupun kesehatan mental.
Pada minggu pertama saya berhasil menyelesaikan jogging selama kurang lebih 60 menit dengan jarak tempuh sekitar 4,19 km. Memasuki minggu kedua kemampuan saya mulai meningkat menjadi sekitar 4,26 km. Peningkatan tersebut membuat saya lebih percaya diri untuk terus melanjutkan program hingga minggu-minggu berikutnya. Seiring berjalannya waktu, jarak tempuh saya juga mengalami peningkatan secara bertahap karena tubuh mulai beradaptasi dengan aktivitas olahraga yang dilakukan secara rutin. Saya merasakan tubuh menjadi lebih bugar, napas lebih teratur, dan aktivitas sehari-hari terasa lebih ringan dibandingkan sebelum memulai program ini.
Meskipun demikian, proses perubahan diri yang saya jalani tidak selalu berjalan mulus. Hambatan pertama yang sering saya alami adalah kondisi cuaca. Ketika hujan turun atau cuaca terlalu panas, muncul rasa malas untuk keluar rumah dan berolahraga. Selain itu, pada beberapa minggu saya mulai merasa bosan karena harus melakukan aktivitas yang sama secara berulang. Pikiran seperti "hari ini istirahat saja" atau "minggu depan saja diganti" beberapa kali muncul selama menjalankan program. Namun, saya berusaha mengingat kembali tujuan awal mengikuti program ini, yaitu melatih disiplin dan membentuk kebiasaan hidup sehat. Saya menyadari bahwa tantangan terbesar bukanlah olahraga itu sendiri, melainkan menjaga komitmen ketika motivasi mulai menurun.
Hambatan terbesar terjadi ketika memasuki minggu kesembilan. Pada saat itu kondisi tubuh saya menurun akibat padatnya aktivitas kuliah, pekerjaan, serta berbagai kegiatan organisasi yang saya jalani secara bersamaan. Akibat kelelahan, daya tahan tubuh saya menurun dan saya jatuh sakit sehingga tidak dapat melakukan jogging pada minggu tersebut. Awalnya saya merasa kecewa karena khawatir tidak mampu menyelesaikan target yang telah ditetapkan. Namun, saya memilih untuk memulihkan kondisi tubuh terlebih dahulu daripada memaksakan diri berolahraga. Setelah kondisi kesehatan kembali membaik pada minggu berikutnya, saya melanjutkan kembali program jogging hingga target 10 kali latihan berhasil diselesaikan. Dengan adanya satu minggu yang terlewati karena sakit, total waktu yang saya butuhkan untuk menyelesaikan program ini menjadi 11 minggu.
Pengalaman
tersebut memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Saya menyadari
bahwa perubahan diri bukan berarti harus berjalan sempurna tanpa hambatan.
Dalam prosesnya, seseorang dapat mengalami penurunan motivasi, rasa bosan,
bahkan kondisi kesehatan yang menghambat pencapaian target. Yang terpenting
adalah memiliki kemauan untuk bangkit kembali setelah mengalami kendala.
Menurut saya, inilah yang menjadi inti dari Psikologi Inovasi, yaitu kemampuan
untuk beradaptasi, mengevaluasi diri, serta terus melakukan perbaikan meskipun
menghadapi berbagai tantangan.
Melalui
program jogging ini saya tidak hanya memperoleh manfaat berupa peningkatan
kebugaran fisik, tetapi juga belajar mengenai pentingnya disiplin, manajemen
waktu, dan konsistensi dalam mencapai tujuan. Saya berharap kebiasaan
berolahraga tidak berhenti setelah tugas mata kuliah ini selesai, tetapi dapat
menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang saya lakukan secara berkelanjutan.
Pengalaman ini juga membuat saya semakin percaya bahwa perubahan besar selalu
diawali dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara terus-menerus.
Daftar Pustaka
McClelland, D. C.
(1961). The Achieving Society.
Princeton, NJ: Van Nostrand.
Wiseman, R. (2003). The Luck Factor: The Scientific Study of
the Lucky Mind. London: Arrow Books.
0 komentar:
Posting Komentar