Esai 6 – Partisipasi Lomba
Mata Kuliah Psikologi Inovasi
Bertumbuh Melalui Tantangan: Refleksi Pengalaman dalam Kompetisi Speech dan Impressionist Painting
Oleh:
Nariswari Salsabiela
NIM 23310410107
Sering kali seseorang enggan mengikuti kompetisi karena takut gagal atau merasa belum cukup mampu. Padahal, dalam Psikologi Inovasi, tantangan dipandang sebagai kesempatan untuk belajar, mengembangkan kreativitas, dan membangun kepercayaan diri. Kreativitas tidak hanya berkaitan dengan menghasilkan ide baru, tetapi juga keberanian mencoba pengalaman baru yang mampu mendorong pertumbuhan diri (Runco & Jaeger, 2012). Berangkat dari pemahaman tersebut, pada April 2026 saya memutuskan mengikuti dua kompetisi yang berbeda, yaitu PSUILYMPICS Psychology Speech Competition dan Monet’s Light: International Online Impressionist Painting Challenge 2026.
Kompetisi pertama merupakan lomba pidato berbahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Association of Psychology Sampoerna University dengan tema “Resilience: Psychological Strength in Times of Uncertainty.” Peserta diminta menyampaikan pidato berdurasi 4–7 menit dalam satu kali pengambilan video (one take) tanpa proses editing sehingga kemampuan komunikasi, penguasaan materi, dan kepercayaan diri benar-benar diuji. Untuk mempersiapkan diri, saya menyusun naskah, mempelajari literatur mengenai resiliensi, serta berlatih pengucapan dan intonasi secara berulang. Meskipun belum memperoleh juara, pengalaman tersebut membuat saya lebih percaya diri berbicara di depan publik. Bandura (1997) menjelaskan bahwa pengalaman menyelesaikan tantangan merupakan sumber utama terbentuknya self-efficacy, yaitu keyakinan terhadap kemampuan diri. Berikut adalah video speech yang saya submit: https://drive.google.com/file/d/1keJyR5D44Tc7Pmuyv9A0pfJ0fZE7RMEH/view?usp=drivesdk

Kompetisi kedua berasal dari hobi yang telah lama saya tekuni, yaitu melukis. Saya sangat menyukai aliran Impresionisme, terutama karya-karya Claude Monet yang menampilkan keindahan cahaya dan warna. Kesempatan mengikuti kompetisi ini muncul ketika seorang teman yang merupakan pelukis profesional mengajak saya bergabung dalam komunitas seni dan mencoba mengirimkan karya. Saya membuat sebuah lukisan lanskap bernuansa senja dengan perpaduan warna pastel yang terinspirasi dari seri Water Lilies. Selama proses melukis, saya belajar bereksperimen dengan warna, melatih kesabaran, dan menikmati setiap proses kreatif. Pengalaman tersebut mengingatkan saya pada konsep flow, yaitu kondisi ketika seseorang terlibat sepenuhnya dalam aktivitas yang dilakukan sehingga proses belajar terasa lebih bermakna (Csikszentmihalyi, 1996). Berikut adalah karya menggunakan oil pastel yang saya submit:


Dua kompetisi tersebut mengajarkan bahwa pertumbuhan tidak selalu diukur dari kemenangan, melainkan dari keberanian menghadapi tantangan dan kemauan untuk terus belajar. Hal ini sejalan dengan konsep growth mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan dapat berkembang melalui latihan dan pengalaman (Dweck, 2006). Selain itu, kreativitas juga dipengaruhi oleh motivasi intrinsik untuk terus mencoba dan berkarya (Amabile, 1996). Bagi saya, kedua kompetisi ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi pengalaman berharga yang membentuk rasa percaya diri, mengembangkan kreativitas, serta mendorong saya untuk terus bertumbuh melalui setiap tantangan yang dihadapi.
Daftar Pustaka
Amabile, T. M. (1996). Creativity in Context. Boulder, CO: Westview Press.
Bandura, A. (1997). Self-Efficacy: The Exercise of Control. New York: W. H. Freeman.
Csikszentmihalyi, M. (1996). Creativity: Flow and the Psychology of Discovery and Invention. New York: HarperCollins.
Dweck, C. S. (2006). Mindset: The New Psychology of Success. New York: Random House.
Runco, M. A., & Jaeger, G. J. (2012). The Standard Definition of Creativity. Creativity Research Journal, 24(1), 92–96. https://doi.org/10.1080/10400419.2012.650092
0 komentar:
Posting Komentar