23.7.26

Esai 10 - Ujian Akhir Semester

Psikologi Inovasi

 

Esai 10 - Ujian Akhir Semester



 

Dosen pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A

Nama : Annisa Septiana Putri 

NIM : 23310410108

 



Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta 

 



2026

 

 

Menjadi seorang entrepreneur bukan hanya tentang memiliki modal atau kemampuan berbisnis, tetapi juga harus memiliki semangat untuk terus berkembang. Salah satu karakter yang paling penting adalah need for achievement atau dorongan untuk berprestasi. Saya setuju dengan pendapat tersebut karena seseorang yang memiliki semangat untuk mencapai tujuan biasanya akan lebih berusaha, tidak mudah menyerah, dan selalu ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya. Semangat tersebut juga dapat mendorong seseorang untuk terus belajar dan memperbaiki diri ketika menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha.

 

Dalam pembahasan dijelaskan bahwa tujuan yang dibuat harus realistis, tetapi tetap menantang. Menurut saya, hal ini memang penting. Jika target yang dibuat terlalu mudah, seseorang akan merasa cepat puas sehingga kurang termotivasi untuk berkembang. Sebaliknya, jika target terlalu tinggi dan sulit dicapai, seseorang bisa kehilangan semangat bahkan sebelum mencoba. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengenali kemampuan dirinya sendiri agar dapat menentukan tujuan yang sesuai. Dengan begitu, proses untuk mencapai tujuan akan terasa lebih menyenangkan dan memberikan rasa percaya diri. Ketika tujuan berhasil dicapai, seseorang juga akan semakin termotivasi untuk menetapkan target yang lebih baik di masa depan.

 

Saya juga setuju bahwa semangat berprestasi dapat dilatih. Banyak orang berpikir bahwa motivasi adalah sifat bawaan sejak lahir, padahal menurut saya motivasi bisa tumbuh melalui kebiasaan yang baik. Misalnya, membiasakan diri membuat target, menulis pengalaman, mengevaluasi hasil yang sudah dicapai, dan terus belajar dari kesalahan. Selain itu, membaca buku, mengikuti pelatihan, atau mendengarkan pengalaman orang lain juga dapat menambah semangat untuk berkembang. Hal-hal sederhana seperti itu dapat membantu seseorang menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan. Menurut saya, proses belajar tersebut harus dilakukan secara terus-menerus karena dunia usaha selalu mengalami perubahan.

 

Bagian lain yang menarik adalah teori keberuntungan dari Robert Wiseman. Menurut saya, teori ini mengajarkan bahwa keberuntungan bukan hanya soal nasib, tetapi juga dipengaruhi oleh cara seseorang berpikir dan bertindak. Orang yang mau berusaha, terbuka terhadap peluang, dan tidak mudah menyerah biasanya memiliki kesempatan lebih besar untuk berhasil. Karena itu, saya percaya bahwa keberuntungan sering kali merupakan hasil dari usaha yang dilakukan secara terus-menerus. Semakin banyak pengalaman yang dimiliki, semakin besar pula kesempatan seseorang untuk menemukan peluang yang mungkin tidak disadari oleh orang lain.

 

Faktor pertama yang dijelaskan adalah pentingnya bergaul dengan orang-orang yang sukses. Saya setuju bahwa lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap cara berpikir seseorang. Jika kita berada di lingkungan yang rajin, disiplin, dan memiliki semangat untuk maju, kita juga akan terdorong untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Namun, saya kurang setuju jika seseorang yang sedang memiliki masalah, seperti Lorena dalam cerita tersebut, langsung dianggap tidak memiliki potensi untuk berkembang. Menurut saya, setiap orang memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda. Ada orang yang melakukan kesalahan karena keadaan yang sulit. Oleh sebab itu, kita memang harus memilih lingkungan yang baik, tetapi tetap tidak boleh mudah menghakimi orang lain. Yang terpenting adalah mampu mengambil pelajaran dari setiap peristiwa tanpa kehilangan rasa empati terhadap orang lain.

 

Faktor kedua adalah terus melatih keterampilan. Menurut saya, hal ini sangat penting karena dunia usaha selalu berkembang. Seorang entrepreneur tidak boleh cepat merasa puas dengan kemampuan yang dimiliki. Mereka harus terus belajar agar mampu mengikuti perubahan zaman. Dalam cerita tersebut, Ruben menjadikan sungai buaya sebagai tantangan untuk membuat sampan yang lebih aman. Saya melihat sikap Ruben sebagai contoh bahwa masalah tidak selalu menjadi hambatan. Justru dari masalah tersebut seseorang bisa menemukan ide baru yang bermanfaat dan menghasilkan inovasi yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

 

Faktor ketiga adalah melihat sisi positif dari setiap kesulitan. Menurut saya, hal ini memang tidak mudah dilakukan. Ketika mengalami kegagalan, banyak orang lebih fokus pada rasa kecewa daripada mencari pelajaran dari pengalaman tersebut. Padahal, kegagalan sering kali memberikan pengalaman yang sangat berharga. Jika seseorang mampu mengambil hikmah dari setiap masalah, ia akan menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih siap menghadapi tantangan berikutnya. Sikap seperti inilah yang menurut saya membedakan orang yang mudah menyerah dengan orang yang mampu terus berkembang.

 

Faktor terakhir adalah mampu mengambil keputusan dengan baik. Dalam bacaan dijelaskan bahwa Ruben melatih dirinya melalui meditasi agar lebih peka dalam melihat makna setiap peristiwa. Menurut saya, yang paling penting bukanlah kegiatan meditasinya, tetapi kebiasaan untuk berpikir dengan tenang sebelum mengambil keputusan. Seorang entrepreneur harus mempertimbangkan setiap pilihan dengan baik agar tidak mudah menyesal di kemudian hari. Keputusan yang diambil dengan pertimbangan yang matang biasanya akan memberikan hasil yang lebih baik dan mengurangi risiko terjadinya kesalahan yang dapat merugikan usaha.

 

Selain itu, menurut saya seorang entrepreneur juga harus berani keluar dari zona nyaman dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan. Persaingan usaha saat ini semakin ketat sehingga seseorang tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan yang dimiliki sejak awal. Mereka harus terus belajar, menerima kritik, terbuka terhadap saran, dan berani mencoba cara-cara baru yang lebih efektif. Sikap seperti ini akan membantu seorang entrepreneur bertahan sekaligus berkembang di tengah perubahan yang terus terjadi.

 

Secara keseluruhan, saya setuju bahwa seorang entrepreneur membutuhkan semangat berprestasi, kemauan untuk terus belajar, kemampuan melihat peluang, serta sikap positif dalam menghadapi setiap tantangan. Namun, menurut saya kita juga harus melihat setiap orang dengan lebih bijaksana dan tidak mudah menilai seseorang hanya dari satu kesalahan yang pernah dilakukan. Pada akhirnya, keberhasilan seorang entrepreneur tidak hanya diukur dari keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dari usaha, ketekunan, sikap pantang menyerah, kemampuan beradaptasi, serta kemampuan menjaga nilai-nilai yang baik dalam menjalankan usahanya.

 

Daftar Pustaka

 

Harper, M. (1984). Entrepreneurship for the poor. London: Intermediate Technology Publications in association with GTZ (German Agency for Technical Co-operation).

 

McGregor, D. (1960). The human side of enterprise. New York: McGraw-Hill.

 

Wiseman, R. (2003). The luck factor: The four essential principles. New York: Hyperion.

0 komentar:

Posting Komentar