MY BEST COPING BEHAVIOR
Nama : Brigita celzy deivia
NIM :2331040111
Mata Kuliah : Psikologi Inovasi
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M. A
Dinamika
tuntutan zaman di era modern menuntut setiap individu untuk terus melakukan
inovasi diri (self-innovation) agar dapat bertahan di tengah ketatnya
persaingan akademis maupun profesional. Namun, proses berinovasi dan keluar
dari zona nyaman sering kali memicu tekanan psikologis, kecemasan, hingga
kejenuhan (burnout). Dalam ranah psikologi inovasi, kemampuan mengelola
tekanan ini ditentukan oleh efektivitas coping behavior—yaitu mekanisme
kognitif dan perilaku yang digunakan untuk mengatasi stresor. Bagi saya
pribadi, my best coping behavior adalah menerapkan achievement-oriented
coping yang diwujudkan melalui tindakan nyata: bekerja keras hingga
mampu membeli sepeda motor baru dari hasil keringat sendiri. Strategi ini
bukan sekadar bentuk konsumerisme, melainkan sebuah manifestasi dari regulasi
diri, pembuktian efikasi diri, dan pemenuhan kebutuhan otonomi yang krusial
untuk memicu inovasi berpikir
Secara
teoretis, pencapaian ini secara langsung meningkatkan self-efficacy
(keyakinan atas kemampuan diri) dan fleksibilitas kognitif. Dalam psikologi
inovasi, fleksibilitas kognitif adalah kapasitas seseorang untuk mengalihkan
strategi berpikir guna menghasilkan perilaku adaptif di lingkungan yang penuh
tantangan (Ganu, 2022). Proses membagi waktu antara belajar, bekerja, mengelola
keuangan, hingga mencapai target pembelian motor baru memaksa saya untuk
melatih kemampuan manajemen diri yang inovatif. Keberhasilan finansial ini
menjadi bukti nyata bagi struktur kognitif saya bahwa hambatan lingkungan dapat
ditaklukkan melalui perencanaan yang matang. Efikasi diri yang tinggi yang
lahir dari pencapaian ini memicu divergent thinking, yaitu keberanian
untuk mengambil risiko dan melahirkan ide-ide baru yang orisinal tanpa takut
mengalami kegagalan.
Lebih jauh
lagi, kepemilikan motor baru dari hasil kerja sendiri memberikan rasa otonomi
(kemandirian) dan mobilitas yang tinggi. Dalam konteks kerja kelompok atau
organisasi, fleksibilitas mobilitas ini memungkinkan saya untuk lebih adaptif
dalam merespons kebutuhan tim. Menurut Kirton’s Adaption-Innovation (A-I) theory,
seseorang dituntut memiliki coping behavior yang lentur di dalam tim
kepemimpinan (Awuni, 2025).
Sebagai
kesimpulan, my best coping behavior dalam psikologi inovasi adalah achievement-oriented
coping yang diwujudkan melalui kemandirian finansial berupa pembelian motor
baru dari hasil kerja keras. Strategi adaptif ini terbukti efektif mengubah
tekanan psikologis menjadi motivasi berprestasi, meningkatkan efikasi diri,
serta melatih fleksibilitas kognitif dalam mengelola sumber daya. Melalui
pencapaian yang nyata dan terukur ini, saya tidak hanya berhasil mereduksi
stres, tetapi juga membangun pondasi karakter yang mandiri, adaptif, dan siap
melahirkan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi masa depan.
Daftar Pustaka :
(Saleem dkk., 2022). Cognitive flexibility
strategies enhance work engagement and individual innovation among corporate
employees. Indian Institute of Management Ahmedabad
(Abidin dkk., 2025). Psychological distress and coping
strategies among Indonesian psychologists during the COVID-19 pandemic: a
two-wave cross-lagged study. Health Psychology and Behavioral Medicine,
13(1).
(Nanjundeswaraswamy dkk., 2024). Psychological distress and coping
strategies among Indonesian psychologists during the COVID-19 pandemic: a
two-wave cross-lagged study. Health Psychology and Behavioral Medicine,
13(1).
0 komentar:
Posting Komentar