ESSAY 3A : Ketekunan Menjadi Beauty Content Creator
Dosen
Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.
Nama:
Cholifahtun Pratista Dewi
NIM:
23310410120
Fakultas
Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
2026
Di zaman
sekarang, media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,
terutama bagi generasi Z. Banyak anak muda memanfaatkan media sosial untuk
menunjukkan kreativitas dan kemampuan mereka. Salah satu hal yang sedang
populer adalah menjadi beauty content creator. Beauty content creator adalah
seseorang yang membuat konten tentang makeup, skincare, tutorial kecantikan,
maupun review produk kecantikan. Walaupun terlihat mudah, sebenarnya pekerjaan
ini membutuhkan ketekunan dan usaha yang besar agar bisa berhasil dan dikenal
banyak orang.
Ketekunan
menjadi hal penting dalam dunia content creator. Seseorang tidak bisa langsung
terkenal hanya dengan satu video. Dibutuhkan konsistensi dalam membuat konten,
belajar editing, memahami tren, dan meningkatkan kualitas video secara terus
menerus. Banyak creator yang awalnya hanya memiliki sedikit penonton, bahkan
sering mendapatkan komentar negatif. Namun karena mereka tetap semangat dan
tidak menyerah, akhirnya mereka berhasil berkembang dan menjadi inspirasi bagi
banyak orang.
Selain
ketekunan, menjadi beauty content creator juga membutuhkan rasa percaya diri.
Tidak semua orang berani tampil di depan kamera dan menunjukkan wajah mereka
kepada publik. Banyak creator yang awalnya merasa malu atau minder, tetapi
karena terus mencoba, mereka akhirnya menjadi lebih percaya diri. Hal ini dapat
memberikan contoh positif kepada generasi muda agar tidak takut menunjukkan
bakat dan kemampuan yang dimiliki.
Menjadi
beauty content creator juga melatih seseorang untuk disiplin dan bertanggung
jawab. Mereka harus mampu mengatur jadwal membuat konten, membagi waktu dengan
kuliah atau pekerjaan, dan menjaga kualitas video yang dibuat. Selain itu,
creator juga harus jujur saat memberikan review produk agar tidak merugikan
penonton. Sikap disiplin dan tanggung jawab seperti ini penting untuk dijadikan
suri tauladan bagi generasi muda.
Menurut saya,
ketekunan menjadi beauty content creator dapat menjadi contoh yang baik bagi
generasi Z. Dari proses tersebut kita belajar bahwa keberhasilan membutuhkan
usaha, kesabaran, dan semangat untuk terus berkembang. Menjadi content creator
bukan hanya soal terkenal, tetapi juga tentang kerja keras dan kemampuan untuk
memberikan pengaruh positif kepada orang lain.
Link Youtube:
https://youtube.com/shorts/7Dc0hnHCuuM?si=-KTcEqRx7K8ECnZa
Daftar
Pustaka
Santrock, J. W. (2018). Psikologi Pendidikan.
Jakarta: Salemba Humanika.
Hurlock, E. B. (2015). Psikologi
Perkembangan. Jakarta: Erlangga.
0 komentar:
Posting Komentar