28.5.26

ESSAY 3A: Menjadi Suri Tauladan- Cholifahtun Pratista- 2330410120

 

ESSAY 3A : Ketekunan Menjadi Beauty Content Creator

 

Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.

 

 

Nama: Cholifahtun Pratista Dewi

NIM: 23310410120

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

2026

Di zaman sekarang, media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi Z. Banyak anak muda memanfaatkan media sosial untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan mereka. Salah satu hal yang sedang populer adalah menjadi beauty content creator. Beauty content creator adalah seseorang yang membuat konten tentang makeup, skincare, tutorial kecantikan, maupun review produk kecantikan. Walaupun terlihat mudah, sebenarnya pekerjaan ini membutuhkan ketekunan dan usaha yang besar agar bisa berhasil dan dikenal banyak orang.

Ketekunan menjadi hal penting dalam dunia content creator. Seseorang tidak bisa langsung terkenal hanya dengan satu video. Dibutuhkan konsistensi dalam membuat konten, belajar editing, memahami tren, dan meningkatkan kualitas video secara terus menerus. Banyak creator yang awalnya hanya memiliki sedikit penonton, bahkan sering mendapatkan komentar negatif. Namun karena mereka tetap semangat dan tidak menyerah, akhirnya mereka berhasil berkembang dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Selain ketekunan, menjadi beauty content creator juga membutuhkan rasa percaya diri. Tidak semua orang berani tampil di depan kamera dan menunjukkan wajah mereka kepada publik. Banyak creator yang awalnya merasa malu atau minder, tetapi karena terus mencoba, mereka akhirnya menjadi lebih percaya diri. Hal ini dapat memberikan contoh positif kepada generasi muda agar tidak takut menunjukkan bakat dan kemampuan yang dimiliki.

Menjadi beauty content creator juga melatih seseorang untuk disiplin dan bertanggung jawab. Mereka harus mampu mengatur jadwal membuat konten, membagi waktu dengan kuliah atau pekerjaan, dan menjaga kualitas video yang dibuat. Selain itu, creator juga harus jujur saat memberikan review produk agar tidak merugikan penonton. Sikap disiplin dan tanggung jawab seperti ini penting untuk dijadikan suri tauladan bagi generasi muda.

Menurut saya, ketekunan menjadi beauty content creator dapat menjadi contoh yang baik bagi generasi Z. Dari proses tersebut kita belajar bahwa keberhasilan membutuhkan usaha, kesabaran, dan semangat untuk terus berkembang. Menjadi content creator bukan hanya soal terkenal, tetapi juga tentang kerja keras dan kemampuan untuk memberikan pengaruh positif kepada orang lain.

Link Youtube: https://youtube.com/shorts/7Dc0hnHCuuM?si=-KTcEqRx7K8ECnZa   

Daftar Pustaka

Santrock, J. W. (2018). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Salemba Humanika.

Hurlock, E. B. (2015). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.

0 komentar:

Posting Komentar