28.5.26

Essay 3 - Psikologi Inovasi : Menjadi Suri Tauladan - Ainun Awanda Frisca (24310430013)

 Belajar Bangkit: Kisah Perubahan Arah Karir Pasca Trauma Akademik 

Nama : Ainun Awanda Frisca

NIM : 24310430013

Mata Kuliah : Psikologi Inovasi

Esai 3a & 3b

Menjadi Suri Tauladan

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A

Mei 2026


        Tidak semua perjalanan pendidikan berjalan sesuai rencana. Ada orang yang mampu melewati masa kuliah dengan lancar, tetapi ada juga yang mengalami tekanan hingga menimbulkan trauma akademik. Trauma ini dapat berupa rasa takut gagal, cemas saat praktik, kehilangan percaya diri, atau merasa tidak cukup baik dibanding orang lain. Kondisi ini merupakan hal yang pernah saya alami, sehingga saya mengambil keputusan setelah lulus kuliah di bidang kesehatan saya mengambil pekerjaan yang tidak sesuai dengan jurusan yang pernah ditempuh, melainkan masih dalam satu bidang yang sama namun berbeda profesi. Keputusan ini mungkin sebagian orang menganggapnya suatu kegagalan. Padahal, menurut saya keputusan tersebut merupakan contoh keberanian saya dalam memahami diri sendiri dan tetap bertahan dalam bidang yang sama yaitu dunia kesehatan.

Menurut Abraham Maslow, manusia membutuhkan rasa aman sebelum mampu berkembang secara optimal. Ketika seseorang terus berada dalam tekanan yang membuat mentalnya terganggu, maka sulit baginya untuk berkembang dengan sehat. Karena itu, memilih pekerjaan yang masih berhubungan dengan bidang kesehatan tetapi lebih sesuai dengan kondisi mental merupakan bentuk adaptasi yang positif. Karena menjadi asisten perawat tetap memiliki peran penting dalam membantu pasien dan memberikan pelayanan yang manusiawi.

Selain itu, Angela Duckworth melalui konsep grit menjelaskan bahwa keberhasilan dipengaruhi oleh ketekunan dan kemampuan bertahan menghadapi kesulitan. Seseorang yang tetap memilih bekerja di bidang pelayanan kesehatan meskipun pernah mengalami trauma akademik menunjukkan ketangguhan mental. Tidak hanya itu dari trauma akademik tersebut membuat saya lebih percaya diri untuk belajar lagi dengan kuliah mengambil jurusan psikologi, selain untuk menambah ilmu pengetahuan hal ini saya lakukan sebagai bentuk bahwa pendidikan yang saya ambil sebelumnya tidak membuat saya takut gagal dalam akademik melainkan menjadi manusia yang terus ingin bertumbuh. Hal ini menunjukkan bahwa saya tidak berhenti hanya karena jalannya berubah, tetapi tetap melanjutkan hidup dengan cara yang lebih realistis dan sehat.

Di sini saya akan membagikan tips untuk menghadapi kondisi seperti ini. Pertama, berani menerima perubahan arah hidup tanpa merasa diri gagal. Banyak orang terlalu terikat pada anggapan bahwa jurusan kuliah harus selalu sama dengan pekerjaan di masa depan. Akibatnya, ketika harus beralih arah, mereka merasa malu atau kecewa terhadap diri sendiri. Padahal, menerima perubahan adalah bagian dari kedewasaan. Seseorang yang memahami batas kemampuan dan kondisi mentalnya justru lebih mampu mengambil keputusan yang sehat untuk masa depannya.

Tips kedua adalah tetap mengembangkan kemampuan meskipun jalur karir berubah. Beralih menjadi asisten perawat bukan berarti ilmu yang saya dapatkan sewaktu kuliah menjadi sia-sia. Karena pengetahuan tentang kesehatan, empati kepada pasien, kemampuan komunikasi, dan kedisiplinan tetap sangat berguna dalam pekerjaan serta bisa terus dikembangkan. Ketika seseorang terus belajar dan berkembang, maka orang tersebut menunjukkan bahwa perubahan arah karir bukan akhir dari masa depan, melainkan proses menemukan tempat yang lebih sesuai untuk bertumbuh.

Kedua tips tersebut saling berhubungan karena menerima perubahan tanpa mau berkembang dapat membuat seseorang menyerah pada keadaan. Sebaliknya, ingin berkembang tetapi terus menolak kenyataan hidup hanya akan menambah tekanan mental. Oleh karena itu, seseorang perlu belajar menerima perubahan sekaligus tetap berusaha membangun kemampuan diri.

Pada akhirnya, pekerjaan yang saya tekuni saat ini merupakan bagian dari perubahan yang membawa saya pada kesehatan mental, karena pengalaman trauma akademik jika tidak saya rubah dengan sudut pandang lain maka saya akan berhenti menjadi orang yang benar-benar gagal dalam arti yang sesungguhnya. Hal ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk kita semua, bukan karena hidup saya sempurna, tetapi karena dalam hal ini saya mampu bangkit, menyesuaikan diri, dan tetap memilih jalan yang bermanfaat bagi orang lain. Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa ketangguhan bukan berarti tidak pernah terluka, melainkan tetap berjalan meskipun pernah mengalami kesulitan.


https://youtu.be/ZBj_v2H__5s
https://youtu.be/qrvNIT0ZIqU



Daftar Pustaka

Duckworth, A. (2016). Grit: The power of passion and perseverance. Scribner.

Maslow, A. H. (1943). A theory of human motivation. Psychological Review, 50(4), 370–396. https://doi.org/10.1037/h0054346



0 komentar:

Posting Komentar