29.5.26

ESAI 9 - UTS PSI. INOVASI - KARYAWAN - ALI IMRON

Membangun Karakter agar Mampu Berpikir Kritis dan Mengembangkan Kemampuan Kognisi dengan Mengedepankan Karakter yang Terpuji dalam Lingkup Psikologi Inovasi

oleh 
Ali Imron 23310410123
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta | Mei 2026



Kelas                     : Kariawan
Mata Kuliah           : Psikologi Inovasi
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M. A.
Tugas                    : Ujian Tengah Semester

Pandangan Saya terhadap Peran Dosen sebagai Inovator di Era Maraknya Generative AI

jika saya menjadi dosen untuk mata kuliah psikologi inovasi dan saya diminta untuk membangun dan menuntun karakter mahasiwa agar mampu berpikir kritis, kemampuan kognisinya berkembang secara optimal dan karakternya menjadi lebih terpuji, saya mungkin akan memulainya dengan perkenalan dulu, perkenalan ini akan saya lakukan di pertemuan pertama kuliah, disitu saya sebagai dosen memiliki wewenang untuk bertanya memberi contoh dan meminta mahasiswa untuk mengerjakan sesuatu yang selanjutnya bisa saya berikan nilai. jadi saat berkenalan saya akan meminta kepada mahasiswa untuk menyebutkan apa hal yang dia sukai dan alasan mengapa dia menyukai hal tersebut, ini melatih para mahasiswa peserta didik saya untuk mulai berpikir kritis.pada pertemuan kedua saya akan mencoba mengajak mahasiswa untuk berdiskusi tentang peristiwa yang sedang terjadi dan ramai di perbincangkan baik di medsos maupun di lingkungan, untuk itu saya juga harus mencari bahan untuk itu. saya akan memulai bertanya kepada mahasiswa apakah dia peduli pada berita berita tersebut, jika dia peduli maka saya akan lanjut bertanya alasan dia peduli, jika tidak peduli saya akan memberikan jawaban yang mengontra alasan dia tidak peduli agar terjadi tukar pendapat yang pasti mengajak mahasiswa untuk berfikir kritis. pada pertemuan selanjutnya saya akan berusaha mengembangkan kemampuan kognisinya dengan membuat tugas seolah mahasiswa menjadi seorang rector atau presiden di suatu negara yang tengah mengalami permasalahan, tentu karena masih awal masalahnya tidak yang berat dulu, intinya adalah mahasiswa mulai berfikir bagaimana cara keluar dari suatu masalah tersebut. pada tahap ini semua jawaban akan dianggap benar selama mahasiswa bisa membuat argumen yang menguatkan kebijakan yang ia buat untuk menyelesaikan masalah di suatu kampus atau di suatu negara yang sedang ia pimpin. disini saya juga akan menyiapkan mahasiswa yang berperan menjadi pihak oposisi yang saya perintahkan untuk berusaha mencari kelemahan dari solusi yang diusulkan di pemimpin ini, dan harus disampaikan dengan cara yang terpuji serta mengedepankan etika dalam penyampaiannya. pada pertemuan selanjutnya mungkin saya akan memberikan materi terkait psikologi inovasi ini, apa tujuan materi ini dipelajari, bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, dan kenapa kita harus tau dan menguasai psikologi inovasi. dan pada hari ujian, baik ujian tengah semester ataupun ujian akhir semester saya akan meniru gaya dosen saya Ibu Shinta, karena saya rasa tugas dari beliau ini adalah salah satu tugas yang tujuannya mengajak para mahasiswa untuk bisa berfikir secara kritis, dan dilatih untuk bisa memiliki karakter yang terpuji karena para mahasiswa diharuskan mengunggah hasil tulisan mereka pada sebuah website yang bisa di lihat oleh semua orang didunia ini selama punya akses pada internet. tambahannya saya akan mengajak mahasiswa untuk berkuliah dengan tatap muka tidak di kampus tapi dimana psikologi inovasi ini sedang diterapkan, tujuannya agar mahasiswa benar-benar menyaksikan secara langsung dan bisa lebih mudah mengerti mengenai apa sebenarnya psikologi inovasi ini. selain itu saya akan berusaha bisa menjadi dosen yang tetap disagani tapi dengan gaya yang terkini dan bisa berbaur dengan mahasiswa saya, karena saya merasa akan lebih mudah berfikir jika kita menjalani sesuatu dengan enjoy tidak dalam tekanan meskipun kerja dalam tekanan itu tidak selamannya buruk. jika kita terlalu santay kadang kita lupan akan Batasan Batasan yang ada karena tidak ada yang menginggatkan, jadi saya akan berusaha tetap seimbang porsinya.

Relevansi Film "Billionaire Sons" dengan Materi Perkuliahan dari Sudut Pandang Saya

kuliah ke - 6 psikologi inovasi - bagian film yang relevan adalah saat jamal memerintahkan anaknya untuk hidup seminggu dengan 50 dollar. Alasannya : anak pertama dan anak kedua langsung mengeluh, anak terakhir hanya diam dan langsung mengantongi amplop di saku, setelah itu anak pertama dan kedua tidak memiliki kesadaran untuk berubah mereka masih tetap pada gaya hidup lamanya yang hedon ditandai dengan masih memesan uber, dan anak satunya mengunakan uangnya untuk mencari relasi ke sebuah acara yang menghabiskan lebih dari setengah uang jatah mereka, berbeda dengan isahah anak bungsunya yang langsung memiliki kesadaran berubah dengan menulis jumlah keuangan total 50 dollar dan memplaning pengaluarannya dia juuga mencatat orang dan pengalaman yang ia temui setiap harinya sehingga paham betul lingkungan tempat dia tinggal karena ia langsung memiliki kesediaan untuk berubah begitu mendapat perintah dari ayahnya dia tidak focus pada masalah tapi focus mencari penyelesaian masalah.

kuliah ke - 2 psikologi inovasi - bagian film yang relevan adalah pada saat ayahnya bertanya apa yang akan kamu lakukan pada bangunan ini? Alasannya : anak pertama dan kedua sudah menjawab pertanyaan tersebut dengan baik namun mereka menjawab masih sesuai dengan apa yang mereka inginkan bukan dengan apa yang sebenarnya sedang dibutukhan, hal ini tentu berbeda antara keinginan dan kebutuhan. namun di anak ketiga karena dia sudah memiliki kesediaan untuk berubah dari awal dia mendapat permasalahan, jadi disini dia memiliki output inovasi yang sudah sangat matang terbukti dengan dia sudah menuliskan Gedung tersebut akan di bangun apa saja, siapa yang aman menbangunnya, dan siapa yang akan bekerja disitu beserta dengan lokasinya dan juga denahnya.

0 komentar:

Posting Komentar