12.5.26

 Essay 4 My Best Coppying Behavior 

Bangkit Pasca Perceraian  

Psikologi Inovasi 
Dosen Pengampu :  Dr. Arundati Shinta, M.A.


Nama : Diah Nurul Khazanah
NIM : 23310410105

    Perceraian adalah pengalaman paling menyakitkan dalam hidup seseorang apalagi sebagai seorang perempuan, stigma janda seringkali dianggap negatif dimata masyarakat. Perceraian bukan hanya mengakhiri satu pernikahan tetapi juga menghancurkan pondasi kehidupan yang dibangun bertahun tahun, perceraian bagi saya membuat dunia saya hancur,disaat anak saya masih kecil dan masih sangat membutuhkan kasih sayang seorang ayah tiba tiba saja semua itu terenggut karena sebuah penghianatan. Namun dibalik semua kehancuran itu dalam hati kecil saya hidup saya tidak berhenti disini, saya mempunyai anak yang masih sangat membutuhkan saya,yang masa depannya tidak boleh seperti saya, saya menemukan coppying behavior saya sendiri dengan bekerja keras untuk anak saya,saya menyibukkan diri dengan bekerja dan fokus mengurus anak setelah pulang kerja.
    Pasca perceraian saya mengalami banyak gejala depresi seperti sedih yang sangat mendalam,sering melamun dan tidak nafsu makan. Dunia saya seperti berhenti,setiap menjelang tidur saya selalu berharap agak tidak terbangun lagi dipagi harinya karena begitu beratnya hari yang akan saya lalui. Saya terjebak dalam kesedihan disinilah saya menyadari bahwa saya harus bangkit dan saya memerlukan strategi konsisten dan sederhana agar hidup saya bisa berjalan dengan normal.
Setiap hari saya mencoba berdamai dengan keadaan dengan cara bersyukur untuk apapun itu yang saya dapatkan,seperti orang tua yang tidak kenal lelah mensupport saya,teman dan orang orang baik disekitar saya.
    Saya juga selalu meyakinkan diri saya sendiri Tuhan memberikan jalan yang terbaik untuk saya dan anak saya apapun ketetapan yang diberikanNYA adalah sebuah anugrah dalam hidup. Saya juga melepaskan gejala stres saya dengan berolahraga seperti jogging,dan mengeksplor hal hal baru yang tidak bisa saya lakukan ketika dulu saya mempunyai suami. Rutinitas ini terus saya lakukan setiap hari bahkan disaat saya merasa sangat terpuruk sekalipun, awalnya terasa terpaksa tetapi semakin hari itu menjadi rutinitas yang menyenangkan.
    Bangkit pasca perceraian bukanlah sekedar melupakan malalu tetapi bagi saya menjadi awal kehidupan yang lebih baik coppying behavior yang saya jalani dengan melakukan rutinitas yang menyenangkan seperti olahraga dan mengeksplor dunia baru juga refleksi diri yang saya buktikan bahwa kekuatan terbesar ada dalam diri kita sendiri. Perceraian mengajarkan saya bahwa akhir bisa menjadikan awal yang baru dan kebiasaan yang baik dibangun melalui konsistensi.
bagi saya siapapun yang sedang terpuruk cobalah berdamai dengan diri sendiri mulailah dengan bersyukur atas apa yang kita miliki. Perceraian bukanlah akhir tetapi babak baru menuju kehidupan yang lebih baik dan penuh makna.
Terimakasih,siapapun berhak bahagia dan memiliki cara masing masing untuk bahagia.




0 komentar:

Posting Komentar