14.1.26

ESSAI 6 - MELAKUKAN PERUBAHAN DIRI - INDAH DWI S 23310410042

Mengubah Diri Secara Positif dan Konsisten melalui Senam Aerobik: Aplikasi Psikologi Inovasi dalam Kehidupan Sehari-hari


 INDAH DWI S 

23310410042

Psikologi Inovasi

Dosen Pengampu Dr., Dra. ARUNDATI SHINTA, MA

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

 

Pendahuluan

Psikologi inovasi memandang perubahan diri sebagai proses yang dirancang secara sadar, dimulai dari langkah kecil, dilakukan secara konsisten, dan dievaluasi melalui hasil yang terukur. Inovasi dalam konteks ini tidak selalu berbentuk penemuan besar, melainkan pembaruan kebiasaan yang berdampak nyata pada kualitas hidup. Salah satu bentuk aplikasinya adalah olahraga rutin, yang menuntut komitmen, disiplin, serta kemampuan mengelola tantangan internal.

Esai ini bertujuan menjelaskan bagaimana senam aerobik yang dilakukan secara konsisten selama sepuluh minggu dapat menjadi sarana perubahan diri positif dan berkelanjutan dalam perspektif psikologi inovasi.

Deskripsi Kegiatan Senam Aerobik

Kegiatan senam aerobik dilakukan selama 10 minggu berturut-turut, dimulai pada 3 September 2025 hingga 7 November 2025, tanpa terputus. Senam aerobik dilakukan secara individu, dengan durasi minimal 1 jam setiap minggu. Dalam beberapa minggu, senam dilakukan lebih dari satu kali, namun tetap dihitung sebagai satu minggu aktivitas sesuai ketentuan.

Rata-rata durasi senam aerobik per minggu adalah 80 menit. Aktivitas ini dilakukan dengan mengikuti gerakan aerobik dasar hingga intensitas sedang, bertujuan meningkatkan kebugaran jantung, stamina, dan koordinasi tubuh.

Perkembangan Mingguan yang Terukur

Setiap minggu menunjukkan nilai tambah yang terukur. Pada minggu pertama, durasi efektif senam yang dapat dilakukan tanpa kelelahan berlebihan adalah sekitar 40 menit, dengan denyut nadi rata-rata mencapai 120 denyut per menit. Pada minggu keempat, durasi meningkat menjadi 60 menit, dengan denyut nadi lebih stabil di kisaran 115 denyut per menit.

Memasuki minggu ke-10, durasi senam yang dapat dilakukan secara nyaman mencapai 80 menit, dengan denyut nadi rata-rata 110 denyut per menit. Selain itu, skala kelelahan subjektif (skala 1–10) menurun dari 7 pada minggu pertama menjadi 4 pada minggu terakhir. Data ini menunjukkan adanya peningkatan kebugaran fisik yang nyata dan terukur.

Suka dan Duka dalam Proses

Sisi menyenangkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya rasa segar, suasana hati yang lebih stabil, serta kepuasan karena mampu menyelesaikan target mingguan. Senam aerobik juga membantu meningkatkan kepercayaan diri karena perubahan fisik dan stamina dapat dirasakan secara langsung.

Namun, duka yang dirasakan adalah rasa malas, kelelahan di awal program, serta godaan untuk melewatkan latihan ketika jadwal padat. Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi, terutama ketika motivasi menurun. Di sinilah prinsip psikologi inovasi bekerja, yaitu dengan memegang komitmen jangka panjang dan fokus pada proses, bukan hasil instan.

Analisis Psikologi Inovasi

Dalam perspektif psikologi inovasi, senam aerobik ini merupakan bentuk designed behavior change. Perubahan diri dirancang melalui kebiasaan kecil, dilakukan konsisten, dan dievaluasi dengan data. Proses ini melatih disiplin, ketangguhan, serta kemampuan mengelola diri secara adaptif. Dampak positifnya terlihat jelas, baik secara fisik maupun psikologis.



Tabel Laporan Progres Senam Aerobik (10 Minggu)

Tabel ini menunjukkan perkembangan terukur setiap minggu sesuai ketentuan tugas.

MingguDurasi Senam (menit)Denyut Nadi Rata-rata (bpm)Skala Kelelahan (1–10)
1601207
2651187
3651176
4701156
5701146
6751135
7751125
8801114
9801104
10801104

Keterangan:

  • Setiap minggu dilakukan minimal 1 jam senam aerobik

  • Nilai tambah terlihat dari peningkatan durasi, penurunan denyut nadi, dan menurunnya kelelahan

  • Rata-rata durasi senam: ±75–80 menit/minggu


Penutup

Kegiatan senam aerobik selama sepuluh minggu membuktikan bahwa perubahan diri dapat dirancang secara positif, konsisten, dan terukur. Dengan pendekatan psikologi inovasi, olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi sarana pembentukan karakter dan peningkatan kualitas hidup secara berkelanjutan.

Daftar Pustaka

Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. New York: Freeman.
Seligman, M. E. P. (2011). Flourish. New York: Free Press.
Wiseman, R. (2003). The luck factor. London: Random House.


0 komentar:

Posting Komentar