Lomba Presentasi ide Kreatif Mahasiswa
Oleh :
DWI INDAH S 23310410042
Dosen Pengampu Dr., Dra. ARUNDATI SHINTA, MA
Program Studi Psikologi
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Tahun 2025
Pendahuluan
Dalam psikologi inovasi, keberuntungan tidak dipahami sebagai kebetulan semata, melainkan sebagai hasil dari keterbukaan terhadap peluang, kesiapan individu, dan keberanian untuk bertindak. Konsep merancang keberuntungan menekankan bahwa individu dapat meningkatkan peluang sukses melalui partisipasi aktif, eksplorasi pengalaman baru, dan latihan berkelanjutan. Salah satu bentuk aplikasinya adalah dengan mengikuti kompetisi, meskipun tanpa jaminan kemenangan.
Pengalaman Partisipasi Dua Lomba
Pada bulan September 2025, saya berpartisipasi dalam dua kompetisi berbeda. Lomba pertama adalah lomba presentasi ide kreatif mahasiswa, yang menuntut kemampuan berpikir inovatif dan komunikasi persuasif. Proses persiapannya meliputi penyusunan ide, latihan presentasi, serta simulasi tanya jawab. Latihan ini melatih fleksibilitas berpikir dan kesiapan menghadapi ketidakpastian.
Lomba kedua adalah lomba penulisan esai bertema pengembangan diri, yang berfokus pada kemampuan refleksi dan pengolahan gagasan. Proses kreatif yang saya lakukan meliputi membaca referensi, menyusun kerangka tulisan, dan melakukan revisi berulang. Meski tidak memenangkan kedua lomba tersebut, pengalaman yang diperoleh sangat bermakna dalam mengasah kepekaan terhadap peluang dan meningkatkan kepercayaan diri.
Permasalahan dan Analisis Psikologi Inovasi
Permasalahan utama dalam esai ini adalah bagaimana hubungan antara partisipasi lomba dengan psikologi inovasi dalam merancang keberuntungan sehari-hari. Partisipasi lomba mendorong individu keluar dari zona nyaman dan mempertemukannya dengan situasi baru yang menuntut kreativitas serta adaptasi. Dalam perspektif psikologi inovasi, kondisi ini memperbesar kemungkinan munculnya peluang baru, relasi sosial, dan pengalaman belajar yang sebelumnya tidak direncanakan.
Keberuntungan dalam konteks ini bukan hasil menang lomba, melainkan hasil dari proses latihan, keterbukaan terhadap pengalaman, dan keberanian mencoba. Dengan berpartisipasi, individu “menyiapkan diri” agar peluang dapat dikenali dan dimanfaatkan.
Penutup
Partisipasi dalam dua lomba tersebut menunjukkan bahwa keberuntungan dapat dirancang melalui tindakan sadar dan konsisten. Kompetisi menjadi sarana latihan psikologis untuk membangun kreativitas, resiliensi, dan kesiapan menghadapi peluang hidup. Dengan demikian, mengikuti lomba merupakan salah satu aplikasi nyata psikologi inovasi dalam kehidupan sehari-hari.
Daftar Pustaka
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. New York: Freeman.
Seligman, M. E. P. (2011). Flourish. New York: Free Press.
Wiseman, R. (2003). The luck factor. London: Random House.
0 komentar:
Posting Komentar