10.1.26

Esai Prestasi: Amelia Natasya - 2

 Esai Prestasi: Volunteer pemeriksaan kesehatan masyarakat

Mata Kuliah : Psikologi Inovasi

Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, M.A.


Amelia Natasya Rivani (23310410086)

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 

Perguruan tinggi berperan sebagai wadah pembelajaran yang tidak hanya menekankan penguasaan teori dan pencapaian nilai akademik, tetapi juga pembentukan sikap serta keterampilan sosial mahasiswa. Pada kenyataannya, kemampuan akademik saja belum cukup untuk menghadapi realitas kehidupan bermasyarakat yang kompleks. Mahasiswa perlu memiliki kepekaan sosial, kemampuan berinteraksi, sikap tanggung jawab, serta kesiapan bekerja sama dengan berbagai pihak. Keterampilan tersebut lebih efektif dikembangkan melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas sosial yang memberi pengalaman nyata di lapangan (Handayani & Arifin, 2021).

Pengalaman tersebut saya peroleh ketika terlibat sebagai voluntir dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan di Dusun Buyutan, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari, pada tanggal 5 Januari pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini diselenggarakan untuk membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan dasar sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kondisi tubuh. Keterlibatan saya dalam kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk belajar memahami peran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat, bukan hanya sebagai individu yang berkutat pada aktivitas perkuliahan. Selama kegiatan berlangsung, saya berinteraksi secara langsung dengan warga yang datang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Situasi tersebut menuntut kemampuan menyesuaikan diri dengan berbagai karakter masyarakat, terutama dalam menyampaikan informasi secara sederhana dan mudah dipahami. Selain itu, koordinasi dengan sesama voluntir menjadi aspek penting agar pelayanan dapat berjalan teratur. Dari proses tersebut, saya belajar bahwa kelancaran suatu kegiatan sangat dipengaruhi oleh kemampuan bekerja sama dan kesediaan untuk saling membantu antaranggota tim.

Pelaksanaan kegiatan cek kesehatan juga menghadirkan tantangan tersendiri. Jumlah peserta yang cukup banyak mengharuskan kami mengatur alur pelayanan dengan lebih fleksibel. Dalam kondisi tersebut, saya belajar mengelola waktu, menjaga konsentrasi, serta tetap bersikap ramah meskipun berada dalam situasi yang melelahkan. Interaksi dengan masyarakat, khususnya warga lanjut usia, melatih saya untuk lebih sabar dan peka terhadap kebutuhan orang lain. Pengalaman ini memperkuat pemahaman saya bahwa empati dan sikap peduli merupakan bagian penting dari soft skill yang perlu dimiliki mahasiswa. Kegiatan voluntir ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kontribusi sosial. Saya menyadari bahwa kehadiran mahasiswa dalam kegiatan kemasyarakatan dapat memberikan dampak positif, baik bagi masyarakat maupun bagi pengembangan diri mahasiswa itu sendiri. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang menyebutkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pelayanan masyarakat mampu meningkatkan rasa empati, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar (Pratama & Dewi, 2024).

Berdasarkan pengalaman tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengembangan soft skill tidak dapat dipisahkan dari pengalaman nyata di lapangan. Kegiatan voluntir cek kesehatan di Dusun Buyutan memberikan pembelajaran yang bermakna dalam membentuk sikap disiplin, kepedulian, serta kemampuan beradaptasi dengan situasi yang beragam. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi saya dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Dengan demikian, proses belajar mahasiswa tidak hanya terjadi melalui kegiatan akademik di kelas, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas sosial yang membentuk karakter dan kesiapan diri secara menyeluruh.

Daftar Pustaka

Handayani, D., & Arifin, M. (2021). Peran kegiatan sosial dalam penguatan soft skill mahasiswa. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 6(1), 67–75.

Pratama, A. R., & Dewi, S. P. (2024). Kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat sebagai sarana pembentukan karakter mahasiswa. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 9(1), 21–30.

Lampiran

0 komentar:

Posting Komentar