ESAI 6 MELAKUKAN PERUBAHAN DIRI
PERUBAHAN DIRI LEWAT JOGGING RUTIN
PSIKOLOGI INOVASI
DOSEN PENGAMPU : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA.
Rosita
22310410108
PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA
2026
Keluar rumah pagi-pagi dan kemudian berlari sejauh 3 kilometer. kaki pegel, badan berkeringat. Sampai rumah, capeknya minta ampun. Kadang muncul pertanyaan, “Kenapa saya repot-repot melakukan ini?” Jarak tiga kilometer terasa jauh sekali. Namun ada dorongan untuk tetap menyelesaikannya, walau dengan langkah pelan.
Tantangannya? Ya, ada aja. Kadang hujan, atau kalau capek kerja, pengen tidur aja, tapi ingat janji sama diri sendiri. Yang bikin semangat adalah berat badan turun sedikit, dan badan lebih ringan.
Minggu demi minggu berlalu, dan tanpa disadari muncul rasa disiplin yang sebelumnya jarang saya miliki. Jogging bukan lagi soal jarak tiga kilometer, tapi soal komitmen pada diri sendiri.
Pada minggu kedelapan dan kesembilan saya mencoba menambah jarak menjadi 5 kilometer untuk persiapan lomba lari dengan jarak 5 kilometer juga. Ternyata saya bisa menempuh jarak tersebut dengan rute yang sama, yang akan dilalui pada lomba lari tersebut.
M= Minggu Ke-n, W= Waktu dalam menit, Jarak= Jarak dalam KM
Jogging mengajarkan saya bahwa perubahan diri tidak selalu datang dari keputusan besar atau momen dramatis. Kadang, perubahan lahir dari langkah-langkah kecil yang diulang, meski dengan rasa malas, lelah, dan keraguan. Jogging sejauh tiga kilometer mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang, tapi bagi saya, itu adalah bukti bahwa saya bisa berubah, pelan-pelan, dengan cara yang sederhana namun nyata.
Jogging mengajarkan tentang ketekunan, bahwa perubahan tidak datang instan, tapi dengan usaha dan mampu mengalahkan diri sendiri.
0 komentar:
Posting Komentar