24.12.25

ESAI 6 LAKUKAN PERUBAHAN DIRI

 

TUGAS ESAI 6 LAKUKAN PERUBAHAN DIRI

 LANGKAH KECIL MENUJU PERUBAHAN DIRI

Olivia Yunita Trestiawati (23310410023)

Mata Kuliah Psikologi Inovasi

Dosen Pengampu: Dr. Dra. Arundati Shinta, M.A.

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45

DESEMBER 2025

Psikologi inovasi mengajarkan bahwa perubahan diri harus dilakukan secara positif, terus-menerus, dan bertahap dengan langkah-langkah kecil yang dapat diukur. Perubahan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara terus-menerus hingga menciptakan dampak yang nyata. Salah satu contoh penerapan psikologi inovasi dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan melakukan olahraga secara rutin, yang dirancang secara sadar, konsisten, serta memungkinkan kita untuk mengukur perkembangannya.

Dalam esai ini, saya menerapkan prinsip psikologi inovasi dengan melakukan jogging selama sepuluh minggu berturut-turut, mulai dari 5 Oktober hingga 7 Desember 2025. Kegiatan ini dilakukan sendirian, dengan durasi minimal 60 menit setiap minggu tanpa terputus. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengubah diri secara positif melalui peningkatan kebugaran fisik, sekaligus melatih konsistensi, disiplin, serta kemampuan merancang keberuntungan melalui kebiasaan sehat yang berkelanjutan.

Pada minggu pertama (5 Oktober 2025), saya jogging selama 60 menit dengan jarak tempuh 3,35 km. Minggu ini menjadi tahap awal untuk menyesuaikan diri dengan aktivitas fisik yang teratur. Minggu kedua (12 Oktober 2025), jarak meningkat menjadi 3,56 km dengan durasi tetap 60 menit. Peningkatan ini menunjukkan adanya kemajuan meskipun masih dalam tahap awal.

Dalam minggu ketiga hingga kelima, jarak tempuh terus meningkat secara bertahap, yaitu 3,75 km (19 Oktober), 3,94 km (26 Oktober), dan 4,15 km (2 November). Durasi jogging pun bervariasi antara 60–70 menit, sesuai dengan kondisi fisik serta cuaca. Secara psikologis, fase ini menjadi tahap perkuatan komitmen, karena rasa malas mulai muncul dan cuaca seringkali tidak mendukung. Namun, prinsip psikologi inovasi mendorong saya untuk tetap konsisten dan fokus pada proses, bukan hasil instan.

Pada minggu keenam hingga kedelapan, jarak tempuh meningkat menjadi 4,23 km (9 November), 4,30 km (16 November), dan 4,33 km (23 November). Tubuh mulai terasa lebih ringan dan segar setelah berjoging, meskipun tantangan seperti hujan dan rasa lelah tetap muncul. Di sini saya merasakan manfaat psikologis dari kebiasaan ini, yaitu meningkatnya kepercayaan diri dan kemampuan untuk mengelola diri secara lebih baik.

Minggu kesembilan dan kesepuluh menjadi tahap untuk memperkuat perubahan diri, dengan jarak masing-masing 4,35 km (30 November) dan 4,40 km (7 Desember). Meskipun kenaikannya tidak terlalu besar, konsistensi inilah yang menjadi kunci dalam psikologi inovasi. Rata-rata jarak jogging selama sepuluh minggu adalah sekitar 4,04 km per minggu, dengan durasi rata-rata lebih dari 60 menit. Angka-angka ini menunjukkan adanya peningkatan yang terukur, dan dampaknya terlihat jelas.

Melalui kegiatan ini, saya menyadari bahwa perubahan diri yang inovatif tidak selalu terjadi secara mendadak, melainkan dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus. Hubungan antara perubahan diri ini dengan psikologi inovasi terletak pada proses perencanaan, keberanian untuk memulai, kemampuan bertahan menghadapi tantangan, serta evaluasi perkembangan secara berkelanjutan. Jogging bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga cara untuk melatih disiplin diri, ketekunan, dan kemampuan menghadapi tantangan hidup secara adaptif.

Kegiatan ini membuktikan bahwa perubahan positif dapat tercapai dengan nyata jika dirancang dengan baik dan diterapkan secara konsisten. Prinsip psikologi inovasi menjadi dasar penting dalam membentuk kebiasaan sehat yang memiliki dampak jangka panjang bagi diri sendiri.

LAMPIRAN

0 komentar:

Posting Komentar