TUGAS ESAI 6 LAKUKAN PERUBAHAN DIRI
LANGKAH KECIL MENUJU PERUBAHAN DIRI
Olivia
Yunita Trestiawati (23310410023)
Mata
Kuliah Psikologi Inovasi
Dosen
Pengampu: Dr. Dra. Arundati Shinta, M.A.
PROGRAM
STUDI PSIKOLOGI
FAKULTAS
PSIKOLOGI
UNIVERSITAS
PROKLAMASI 45
DESEMBER
2025
Psikologi
inovasi mengajarkan bahwa perubahan diri harus dilakukan secara positif,
terus-menerus, dan bertahap dengan langkah-langkah kecil yang dapat diukur.
Perubahan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dari kebiasaan
sederhana yang dilakukan secara terus-menerus hingga menciptakan dampak yang
nyata. Salah satu contoh penerapan psikologi inovasi dalam kehidupan
sehari-hari adalah dengan melakukan olahraga secara rutin, yang dirancang
secara sadar, konsisten, serta memungkinkan kita untuk mengukur
perkembangannya.
Dalam
esai ini, saya menerapkan prinsip psikologi inovasi dengan melakukan jogging
selama sepuluh minggu berturut-turut, mulai dari 5 Oktober hingga 7 Desember
2025. Kegiatan ini dilakukan sendirian, dengan durasi minimal 60 menit setiap
minggu tanpa terputus. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengubah diri
secara positif melalui peningkatan kebugaran fisik, sekaligus melatih
konsistensi, disiplin, serta kemampuan merancang keberuntungan melalui
kebiasaan sehat yang berkelanjutan.
Pada
minggu pertama (5 Oktober 2025), saya jogging selama 60 menit dengan jarak
tempuh 3,35 km. Minggu ini menjadi tahap awal untuk menyesuaikan diri dengan
aktivitas fisik yang teratur. Minggu kedua (12 Oktober 2025), jarak meningkat
menjadi 3,56 km dengan durasi tetap 60 menit. Peningkatan ini menunjukkan
adanya kemajuan meskipun masih dalam tahap awal.
Dalam
minggu ketiga hingga kelima, jarak tempuh terus meningkat secara bertahap,
yaitu 3,75 km (19 Oktober), 3,94 km (26 Oktober), dan 4,15 km (2 November).
Durasi jogging pun bervariasi antara 60–70 menit, sesuai dengan kondisi fisik
serta cuaca. Secara psikologis, fase ini menjadi tahap perkuatan komitmen,
karena rasa malas mulai muncul dan cuaca seringkali tidak mendukung. Namun,
prinsip psikologi inovasi mendorong saya untuk tetap konsisten dan fokus pada
proses, bukan hasil instan.
Pada
minggu keenam hingga kedelapan, jarak tempuh meningkat menjadi 4,23 km (9
November), 4,30 km (16 November), dan 4,33 km (23 November). Tubuh mulai terasa
lebih ringan dan segar setelah berjoging, meskipun tantangan seperti hujan dan
rasa lelah tetap muncul. Di sini saya merasakan manfaat psikologis dari
kebiasaan ini, yaitu meningkatnya kepercayaan diri dan kemampuan untuk
mengelola diri secara lebih baik.
Minggu
kesembilan dan kesepuluh menjadi tahap untuk memperkuat perubahan diri, dengan
jarak masing-masing 4,35 km (30 November) dan 4,40 km (7 Desember). Meskipun
kenaikannya tidak terlalu besar, konsistensi inilah yang menjadi kunci dalam
psikologi inovasi. Rata-rata jarak jogging selama sepuluh minggu adalah sekitar
4,04 km per minggu, dengan durasi rata-rata lebih dari 60 menit. Angka-angka
ini menunjukkan adanya peningkatan yang terukur, dan dampaknya terlihat jelas.
Melalui
kegiatan ini, saya menyadari bahwa perubahan diri yang inovatif tidak selalu
terjadi secara mendadak, melainkan dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan
secara terus-menerus. Hubungan antara perubahan diri ini dengan psikologi
inovasi terletak pada proses perencanaan, keberanian untuk memulai, kemampuan
bertahan menghadapi tantangan, serta evaluasi perkembangan secara
berkelanjutan. Jogging bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga cara untuk
melatih disiplin diri, ketekunan, dan kemampuan menghadapi tantangan hidup
secara adaptif.
Kegiatan
ini membuktikan bahwa perubahan positif dapat tercapai dengan nyata jika
dirancang dengan baik dan diterapkan secara konsisten. Prinsip psikologi
inovasi menjadi dasar penting dalam membentuk kebiasaan sehat yang memiliki
dampak jangka panjang bagi diri sendiri.
LAMPIRAN


0 komentar:
Posting Komentar