TUGAS
ESAI 4 BERPERILAKU INOVATIF
PERILAKU INOVATIF MELALUI PEMANFAATAN KAIN PERCA MENJADI JEPIT RAMBUT PITA
Olivia
Yunita Trestiawati (23310410023)
Mata
Kuliah Psikologi Inovasi
Dosen
Pengampu: Dr. Dra. Arundati Shinta, M.A.
PROGRAM
STUDI PSIKOLOGI
FAKULTAS
PSIKOLOGI
UNIVERSITAS
PROKLAMASI 45
DESEMBER
2025
Perilaku
inovatif adalah kemampuan seseorang untuk berpikir kreatif dalam menghadapi
masalah dan mencari solusi yang berguna. Masalah yang sering terjadi dalam
kehidupan sehari-hari adalah adanya sampah anorganik, termasuk limbah tekstil
seperti kain perca yang sering dianggap tidak bermanfaat dan justru menjadi
sampah. Padahal, dengan berpikir kreatif dan inovatif, limbah tersebut bisa
diubah menjadi produk yang memiliki fungsi dan nilai ekonomi.
Tujuan
dari produk inovatif ini adalah untuk melatih perilaku inovatif berdasarkan
pemikiran kreatif dengan cara memanfaatkan kain perca menjadi barang yang
berguna. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung konsep ekonomi sirkular, yaitu
memanfaatkan kembali bahan-bahan yang sudah tidak digunakan agar bisa memiliki
nilai tambah, serta membuka peluang usaha sederhana yang bisa membantu
mengatasi permasalahan ekonomi, seperti pengangguran.
Produk
inovatif yang saya buat adalah jepit rambut berbentuk pita dengan bahan utama
kain perca. Saya memilih produk ini karena saya memiliki sisa kain perca yang
belum terpakai dan bisa menjadi sampah jika tidak dimanfaatkan. Dengan membuat
jepit rambut dari kain perca, limbah tekstil tersebut bisa diubah menjadi
aksesori yang memiliki nilai estetika, fungsi, dan juga nilai jual.
Proses
kreatif dimulai dari pengamatan terhadap kain perca yang saya miliki dan
pemikiran tentang produk sederhana yang mudah dibuat namun diminati oleh banyak
orang. Saya memilih jepit rambut karena merupakan aksesori yang umum digunakan
dan punya peluang pasar, khususnya bagi remaja dan perempuan. Dalam prosesnya,
saya mencoba berbagai bentuk pita agar terlihat menarik dan rapi, serta
memastikan jepit rambut bisa digunakan nyaman dan tidak mudah lepas. Tantangan
utama yang saya hadapi adalah menjaga kerapian lipatan kain dan kekuatan
jahitan, yang kemudian saya atasi dengan mengulang proses dan menyesuaikan
teknik.
Alat
dan bahan yang digunakan dalam membuat produk ini antara lain kain perca,
gunting, jarum, benang, lem tembak beserta pistolnya, serta jepit rambut.
Proses pembuatan dimulai dengan memotong kain perca menjadi empat bagian, yaitu
bagian A berukuran 25x25 cm, bagian B 25x29 cm, bagian C 15x5 cm, dan bagian D
15x7 cm. Kain bagian A dan D masing-masing dilipat membentuk pita dan dililit
dengan benang supaya ikatan lebih kuat, dan pita D digunakan sebagai variasi
jepitan. Kain bagian B dilipat membentuk kipas lalu diikat tengahnya menggunakan benang. Selanjutnya,
seluruh pita disatukan dan dijahit agar kuat, lalu bagian tengah ditutup dengan
kain bagian C sebagai hiasan. Tahap terakhir adalah menempelkan pita pada jepit
rambut menggunakan lem tembak hingga produk siap digunakan.
Produk
ini memiliki manfaat buat lingkungan karena membantu kurangi sampah tekstil,
manfaat untuk dipakai sehari-hari sebagai aksesori rambut, serta manfaat
ekonomi karena bisa dijual ke masyarakat. Sebagai penerapan perilaku inovatif
sampai jadi produk yang dijual, produk jepit rambut dari kain perca ini
dipasarkan lewat media sosial YouTube dengan harga Rp10.000 per buah. Penjualan
ini dilengkapi dengan foto produk dan penjelasan singkat sebagai bentuk usaha
wirausaha yang sederhana.
Dari
kegiatan ini, saya paham bahwa inovasi bisa dimulai dari hal kecil di sekitar
kita. Proses berpikir kreatif, kemauan mencoba sesuatu yang baru, serta
semangat memanfaatkan benda bekas adalah kunci penting untuk membuat inovasi
yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan.
Link
Promosi Produk: https://youtube.com/shorts/1FfJIiPARlY?si=s5YUGR8IvNe64FS2


.jpeg)

0 komentar:
Posting Komentar