24.12.25

ESAI 4 BERPERILAKU INOVATIF

TUGAS ESAI 4 BERPERILAKU INOVATIF

PERILAKU INOVATIF MELALUI PEMANFAATAN KAIN PERCA MENJADI JEPIT RAMBUT PITA

 

Olivia Yunita Trestiawati (23310410023)

Mata Kuliah Psikologi Inovasi

Dosen Pengampu: Dr. Dra. Arundati Shinta, M.A.

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45

DESEMBER 2025

Perilaku inovatif adalah kemampuan seseorang untuk berpikir kreatif dalam menghadapi masalah dan mencari solusi yang berguna. Masalah yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari adalah adanya sampah anorganik, termasuk limbah tekstil seperti kain perca yang sering dianggap tidak bermanfaat dan justru menjadi sampah. Padahal, dengan berpikir kreatif dan inovatif, limbah tersebut bisa diubah menjadi produk yang memiliki fungsi dan nilai ekonomi.

Tujuan dari produk inovatif ini adalah untuk melatih perilaku inovatif berdasarkan pemikiran kreatif dengan cara memanfaatkan kain perca menjadi barang yang berguna. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung konsep ekonomi sirkular, yaitu memanfaatkan kembali bahan-bahan yang sudah tidak digunakan agar bisa memiliki nilai tambah, serta membuka peluang usaha sederhana yang bisa membantu mengatasi permasalahan ekonomi, seperti pengangguran.

Produk inovatif yang saya buat adalah jepit rambut berbentuk pita dengan bahan utama kain perca. Saya memilih produk ini karena saya memiliki sisa kain perca yang belum terpakai dan bisa menjadi sampah jika tidak dimanfaatkan. Dengan membuat jepit rambut dari kain perca, limbah tekstil tersebut bisa diubah menjadi aksesori yang memiliki nilai estetika, fungsi, dan juga nilai jual.

Proses kreatif dimulai dari pengamatan terhadap kain perca yang saya miliki dan pemikiran tentang produk sederhana yang mudah dibuat namun diminati oleh banyak orang. Saya memilih jepit rambut karena merupakan aksesori yang umum digunakan dan punya peluang pasar, khususnya bagi remaja dan perempuan. Dalam prosesnya, saya mencoba berbagai bentuk pita agar terlihat menarik dan rapi, serta memastikan jepit rambut bisa digunakan nyaman dan tidak mudah lepas. Tantangan utama yang saya hadapi adalah menjaga kerapian lipatan kain dan kekuatan jahitan, yang kemudian saya atasi dengan mengulang proses dan menyesuaikan teknik.

Alat dan bahan yang digunakan dalam membuat produk ini antara lain kain perca, gunting, jarum, benang, lem tembak beserta pistolnya, serta jepit rambut. Proses pembuatan dimulai dengan memotong kain perca menjadi empat bagian, yaitu bagian A berukuran 25x25 cm, bagian B 25x29 cm, bagian C 15x5 cm, dan bagian D 15x7 cm. Kain bagian A dan D masing-masing dilipat membentuk pita dan dililit dengan benang supaya ikatan lebih kuat, dan pita D digunakan sebagai variasi jepitan. Kain bagian B dilipat membentuk kipas lalu diikat  tengahnya menggunakan benang. Selanjutnya, seluruh pita disatukan dan dijahit agar kuat, lalu bagian tengah ditutup dengan kain bagian C sebagai hiasan. Tahap terakhir adalah menempelkan pita pada jepit rambut menggunakan lem tembak hingga produk siap digunakan.

Produk ini memiliki manfaat buat lingkungan karena membantu kurangi sampah tekstil, manfaat untuk dipakai sehari-hari sebagai aksesori rambut, serta manfaat ekonomi karena bisa dijual ke masyarakat. Sebagai penerapan perilaku inovatif sampai jadi produk yang dijual, produk jepit rambut dari kain perca ini dipasarkan lewat media sosial YouTube dengan harga Rp10.000 per buah. Penjualan ini dilengkapi dengan foto produk dan penjelasan singkat sebagai bentuk usaha wirausaha yang sederhana.

Dari kegiatan ini, saya paham bahwa inovasi bisa dimulai dari hal kecil di sekitar kita. Proses berpikir kreatif, kemauan mencoba sesuatu yang baru, serta semangat memanfaatkan benda bekas adalah kunci penting untuk membuat inovasi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan.

Link Promosi Produk: https://youtube.com/shorts/1FfJIiPARlY?si=s5YUGR8IvNe64FS2

LAMPIRAN


0 komentar:

Posting Komentar