ESAI 4 PSIKOLOGI INOVASI
PARTISIPASI LOMBA
DOSEN PENGAMPU : Dr., Dra. ARUNDATI SHINTA MA
Merancang Keberuntungan Lewat Kompetisi: Dari Amplop yang Gagal hingga Juara Produktivitas
S. Febryan Nugroho / 22310410155
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Juli 2025
Ilustrasi 1. lomba desain amplop Ilustrasi 2. pengumuman lomba produktivitas omzet
Mengikuti lomba bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang melatih daya cipta, daya juang, dan merancang peluang. Saya mengikuti dua kompetisi berbeda yang memperkaya perspektif saya sebagai mahasiswa psikologi inovasi.
Lomba 1: Desain Amplop Psikologi (Gagal Tapi Bermakna)
Saya mengikuti lomba desain amplop A4 yang diadakan oleh Grahita Indonesia Pusat pada Juli 2025. Amplop ini digunakan untuk menyimpan hasil tes psikologi klien. Meskipun desain saya tidak terpilih, proses membuatnya memberikan pengalaman yang sangat berharga.
Saya belajar bahwa desain amplop bukan sekadar soal gambar yang bagus, tetapi juga harus terlihat profesional dan tetap nyaman dilihat oleh klien atau orang tua. Saya mencoba membuat desain yang sederhana tapi tetap menarik, menjaga agar isi amplop tetap rahasia, dan memberi kesan lembaga yang terpercaya. Untuk itu, saya mencoba berbagai font, tata letak, dan warna yang sesuai. Saya juga berdiskusi dengan beberapa rekan kerja agar hasilnya lebih matang.
Dari sudut pandang psikologi inovasi, lomba ini mengajarkan saya pentingnya mencoba dan belajar dari kesalahan. Meski desain saya tidak menang, proses ini membantu saya mengembangkan cara berpikir yang lebih kreatif dan terbuka. Saya jadi lebih paham bahwa kegagalan bukan berarti ide saya tidak berguna, justru dari situlah saya belajar hal-hal baru.
Lomba 2: Produktivitas Omzet Cabang (Juara 3)
Lomba kedua saya ikuti adalah kompetisi internal antar cabang Grahita Indonesia Pusat, dalam kategori produktivitas hasil klasikal (non-CSR). Saya berhasil meraih Juara 3 pada Maret 2025. Kompetisi ini menilai pencapaian omzet dari jasa psikologi berbasis assessment psikologi.
Berbeda dari lomba pertama, lomba ini membutuhkan konsistensi kerja, kepemimpinan tim, serta strategi komunikasi yang terstruktur. Saya merancang promo internal, memimpin agenda evaluasi mingguan, serta aktif membina relasi dengan mitra sekolah. Kemenangan ini tidak hadir dari keberuntungan semata, tapi dari proses terencana dan kerja kolaboratif.
Hubungan dengan Psikologi Inovasi: Merancang Keberuntungan
Kedua lomba ini mengajarkan saya bahwa keberuntungan bukan sesuatu yang datang tiba-tiba, melainkan bisa dirancang lewat keterlibatan aktif, kemauan mencoba, dan refleksi berkelanjutan. Baik saat gagal maupun berhasil, saya menerapkan prinsip problem solving inovatif, resiliensi emosional, dan kreativitas adaptif.
Saya belajar bahwa hasil lomba bukanlah segalanya, tapi proses untuk memperluas zona nyaman dan membentuk pola pikir inovatif adalah yang paling penting.


0 komentar:
Posting Komentar