ESAI 6 & 7 PSIKOLOGI INOVASI
TIPS RESILIENSI DAN ENTREPRENEURSHIP + VIDEO
DOSEN PENGAMPU :
Dr., Dra. ARUNDATI SHINTA MA
MEI 2025
S. Febryan Nugroho / 22310410155
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Tips 1 :
Membangun Resiliensi sebagai Kunci Keberhasilan dalam Bisnis
Resiliensi adalah kemampuan untuk bangkit setelah menghadapi kegagalan. Dalam dunia bisnis, resiliensi menjadi penting karena seorang pengusaha pasti akan menghadapi penolakan, persaingan, dan perubahan pasar. Berikut enam tips untuk meningkatkan resiliensi:
1. Biasakan Diri dengan Penolakan
Penolakan dari calon klien atau investor adalah hal biasa. Jangan jadikan penolakan sebagai akhir dari segalanya. Alih-alih menyerah, jadikan penolakan sebagai umpan balik untuk mengevaluasi strategi bisnis. Setiap “tidak” adalah peluang untuk memperbaiki pendekatan dan memperkuat produk.
2. Bangun Kepercayaan Diri
Resiliensi tidak akan tercipta tanpa rasa percaya diri. Yakini kemampuan diri dan produk yang dijual. Buat daftar keunggulan produk dan latih diri untuk menyampaikan manfaatnya secara jelas dan meyakinkan. Keyakinan yang kuat akan meningkatkan ketahanan mental saat menghadapi kritik atau kegagalan.
3. Terus Kembangkan Diri
Resiliensi juga lahir dari pengetahuan yang terus diasah. Ikuti seminar, workshop, atau baca buku terkait pengembangan diri. Misalnya, jika kemampuan public speaking masih lemah, ikuti kursus untuk memperkuat kemampuan berbicara di depan umum.
4. Fokus pada Solusi, Bukan Masalah
Saat masalah datang, jangan berlama-lama meratapi kegagalan. Segera alihkan fokus pada solusi. Tulis daftar langkah konkret yang dapat diambil untuk memperbaiki situasi. Langkah ini akan membantu mengatasi kecemasan dan menjaga produktivitas.
5. Perbanyak Komunitas Entrepreneur Sukses
Lingkungan sosial sangat berpengaruh terhadap pola pikir. Jika terus berada di sekitar orang-orang pesimis, maka semangat pun akan merosot. Cari komunitas bisnis yang mendukung, di mana ide-ide baru dan motivasi positif dapat diperoleh.
6. Kelola Emosi dengan Mindfulness
Kegagalan dapat memicu stres dan frustrasi. Untuk menjaga ketenangan pikiran, praktikkan mindfulness. Luangkan 10 menit setiap hari untuk berfokus pada pernapasan dan meredakan stres. Teknik sederhana ini membantu entrepreneur berpikir lebih jernih dalam situasi sulit.
Tips 2 :
Menjadi Entrepreneur Adaptif dan Tangguh
Menjadi seorang entrepreneur bukan hanya tentang menciptakan produk baru, tetapi juga tentang kemampuan beradaptasi dan mengambil risiko. Seorang pengusaha yang tangguh harus siap menghadapi perubahan, mengambil keputusan berani, dan terus belajar untuk tetap relevan di pasar yang dinamis. Berikut enam tips penting dalam mengembangkan jiwa entrepreneurship yang tangguh:
1. Gaya Hidup Berubah: Fokus pada Pengeluaran Cerdas
Ketika menjadi karyawan, fokusnya adalah seberapa banyak uang yang dapat disimpan. Namun, bagi entrepreneur, fokusnya adalah seberapa efektif uang tersebut dikeluarkan untuk mengembangkan bisnis. Pengusaha harus pintar mengelola anggaran agar setiap pengeluaran menjadi investasi strategis, bukan hanya sekadar biaya operasional.
2. Jadilah Pemimpin yang Menginspirasi
Seorang entrepreneur bukan hanya seorang pemilik bisnis, tetapi juga seorang pemimpin yang mampu memberikan contoh positif bagi timnya. Pemimpin yang efektif akan tetap tenang dalam situasi krisis, mendengarkan masukan tim, dan selalu berfokus pada solusi. Menjadi teladan akan meningkatkan kepercayaan tim dan memperkuat rasa kebersamaan dalam menghadapi tantangan.
3. Terus Belajar dan Mengembangkan Diri
Dunia bisnis terus berubah, begitu pula tren dan kebutuhan pasar. Mengikuti seminar, workshop, atau kursus online dapat memperbarui pengetahuan dan keterampilan. Seorang pengusaha yang terus belajar akan lebih siap menghadapi perubahan dan menemukan peluang baru.
4. Melihat Sisi Positif dari Kegagalan dan Peluang
Kegagalan bukanlah akhir, melainkan pelajaran berharga. Entrepreneur yang tangguh akan melihat kegagalan sebagai sumber evaluasi dan peluang untuk berkembang. Misalnya, jika produk tidak diterima pasar, maka itu adalah kesempatan untuk memperbaiki strategi pemasaran atau meningkatkan kualitas produk.
5. Fokus pada Solusi, Bukan Masalah
Ketika masalah muncul, jangan berlama-lama meratapi situasi. Fokuslah pada solusi yang konkret. Buat daftar langkah-langkah perbaikan dan tetapkan tenggat waktu untuk setiap tindakan. Langkah ini akan menjaga fokus dan meningkatkan produktivitas.
6. Perbanyak Jaringan dengan Komunitas Entrepreneur Sukses
Lingkungan sosial sangat mempengaruhi pola pikir. Jika seorang pengusaha terus-menerus berada di lingkungan yang pesimis, maka semangatnya akan ikut menurun. Bergabunglah dengan komunitas bisnis yang sukses untuk mendapatkan inspirasi, dukungan moral, dan wawasan baru.
Daftar Pustaka
Covey, S. R. (2004). The 7 Habits of Highly Effective People: Powerful Lessons in Personal Change. Free Press.
Ma, J. (2015). Jack Ma: The Art of Being a Successful Entrepreneur. Penguin Random House.

0 komentar:
Posting Komentar