Jawaban UAS Psikologi Lingkungan
Mata Kuliah
Psikologi Lingkungan
Dosen Pengampu
Dr. Dra. Arundati Shinta, MA
Oleh:
Berdasarkan skema persepsi Paul A. Bell dan kawan-kawan, perilaku Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq terhadap sampah dapat dianalisis sebagai berikut:
*Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi*
1. Stimulus: Masalah sampah di Yogyakarta, khususnya kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan.
2.Pengalaman : Latar belakang dan pengalaman Menteri sebagai pejabat lingkungan hidup.
3.Kognisi : Pengetahuan dan pemahaman Menteri tentang peraturan dan kebijakan lingkungan hidup.
4. Emosi: Reaksi emosi Menteri terhadap kondisi sampah yang tidak memuaskan.
5. Sosial Budaya: Konteks sosial dan budaya masyarakat Yogyakarta.
Proses Persepsi
1.Penerimaan Informasi: Menteri menerima informasi tentang kondisi sampah di Yogyakarta.
2.Pengolahan Informasi: Menteri mengolah informasi tersebut berdasarkan pengetahuan dan pengalaman.
3.Interpretasi: Menteri menafsirkan informasi sebagai masalah serius yang memerlukan perhatian.
4.Evaluasi: Menteri menilai kondisi sampah sebagai tidak memuaskan dan memerlukan perbaikan.
Perilaku Menteri
1.Reaksi Emosi: Menteri menunjukkan reaksi emosi yang kuat (marah) terhadap kondisi sampah.
2.Komitmen: Menteri menunjukkan komitmen untuk memperbaiki kondisi sampah.
3.Kepemimpinan: Menteri mengambil peran sebagai pemimpin untuk mengatasi masalah sampah.
4.Kerja Sama: Menteri mengharapkan kerja sama dari pemerintah daerah dan masyarakat.
*Kritik dan Saran*
1. Menteri seharusnya mempertimbangkan peran aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah.
2. Perlu adanya penekanan pada perubahan perilaku masyarakat.
3. Kebijakan pengelolaan sampah harus seimbang dengan edukasi dan kesadaran masyarakat.
4. Perlu evaluasi efektifitas kebijakan pengelolaan sampah yang ada.
Dengan demikian, perilaku Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq terhadap sampah dapat dipahami sebagai hasil dari proses persepsi yang dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal.

0 komentar:
Posting Komentar