28.12.24

Esai 7 (Sania) : Nasabah Bank Sampah

 Tugas Esai 7 : Menjadi Nasabah Bank Sampah

Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA


Nursania Dukomalamo (23310410096)

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


Isu paling besar di Indonesia pada saat ini salh satunya adalah sampah. jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat terus meningkat setiap harinya. Sangat disayangkan sebagian besar sampah ini tidak terkelola dengan baik sehingga menimbulkan berbagai masalah pencemaran lingkungan bahkan sampai kesehatan. Salah satu solusi inovatif yang mulai berkembang di berbagai daerah adalah pendirian bank sampah. Bank sampah merupakan salah satu inovasi dalam pengelolaan sampah yang berfokus pada prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). konsep bank sampah ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi volume sampah dan pencemaran limbah akan tetapi juga membuat sampah menjadi memiliki nilai ekonomis di masyarakat dari limbah yang sering dianggap tidak ada nilainya.

Saya bersama teman sekelas ( Psikologi A1 Reguler ) pergi ke bank sampah Sawo kecik yang beralamat di Jl. Jetis Raya, Wedomartani, RW 63, Kec. ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bank sampah ini didirikan sejak tahun 2015 hingga sekarang dan hanya melayani setiap hari sabtu dari jam 15:00 – 7:30 WIB. Kami melakukan 2 kali penyetoran sampah yang pertama pada hari Sabtu tanggal 30 November 2024, pada jam 17:17 dan penyetoran kedua pada hari Sabtu tanggal 7 Desember 2024 pada jam 17:14. Ada banyak dan berbagai jenis sampah yang dapat dijual di bank sampah sawo kecik ini diantaranya ada : Dupleks, Kardus, koran, arsip, buram, majalah, tabloid, zak semen, kerasan, putihan, PE, HD, kerajinan, sari, bodong, gelas, ember, tutup botol, beling, berbagai jenis botol juga seperti botol bir K, botol bir B, botol sirup, botol kecap, kaleng, seng, kabel, kawat, karung 25 Kg dan 50 Kg, Besi, aluminium, melin, refill minyak, minyak jelantah, baja ringan, stainless steel, sepatu, payung, parasit, kipas angin, TV, setrika, dan ACCU.

Menurut Aryenti (2011), Bank Sampah adalah tempat menabung sampah yang telah terpilah menurut jenis sampah. Cara kerja Bank Sampah pada umumnya hampir sama dengan bank lainnya, ada nasabah, pencatatan pembukuan dan manajemen pengelolaannya. Apabila dalam bank umum yang disetorkan nasabah adalah uang, akan tetapi dalam Bank Sampah yang disetorkan adalah sampah yang mempunyai nilai ekonomis.

Bank sampah sebaiknya dikelola oleh orang yang kreatif dan inovatif, serta memiliki jiwa kewirausahaan, agar dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Sistem kerja Bank Sampah dilakukan berbasis rumah tangga, dengan memberikan reward kepada yang berhasil memilah dan menyetorkan sejumlah sampah.

Konsep Bank Sampah mengadopsi menajemen bank pada umumnya. Selain bisa sebagai sarana untuk melakukan gerakan penghijauan, pengelolaan sampah juga bisa menjadi sarana pendidikan gemar menabung untuk masyarakat dan anak- anak. Metode Bank Sampah juga berfungsi untuk memberdayakan masyarakat agar peduli terhadap kebersihan.

Setoran pertama 30 November 2024

Setoran kedua 07 Desember 2024

DAFTAR PUSTAKA

Suryani, A. S. 2014, “Peran Bank Sampah dalam Efektivitas Pengelolaan Sampah ( Studi Kasus Bank Sampah Malang)”, Aspirasi Vol. 5 No. 1, Juni 2014.

(N.B : Klik buka gambar untuk mendapatkan hasil jernih)






0 komentar:

Posting Komentar