28.12.24

Esai 7 – Nasabah Bank Sampah

                                                   PSIKOLOGI LINGKUNGAN

MENJADI NASABAH BANK SAMPAH

Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.


Jamil Abpritatias

Nim: 23310410021


FAKULTAS PSIKOLOGI

UNVERSITAS PROKLAMASI 45

YOGYAKARTA


Siapa sangka, dari tumpukan sampah yang terlihat menjijikkan, tersimpan begitu banyak potensi untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai. Pengalaman mengunjungi TPS Randu Alas telah membuka mata saya akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik.

Awalnya, saya hanya memiliki gambaran samar tentang proses pengelolaan sampah. Namun, setelah menyaksikan langsung bagaimana sampah rumah tangga diolah menjadi kompos,  hingga pakan maggot, pemahaman saya menjadi jauh lebih mendalam. Proses pemilahan sampah, fermentasi, dan pengeringan yang dilakukan dengan cermat oleh para pengelola TPS benar-benar mengagumkan. Saya juga berkesempatan untuk berbincang dengan para pengelola dan mengetahui berbagai tantangan yang mereka hadapi, serta inovasi-inovasi yang mereka lakukan untuk mengatasi masalah sampah.

Salah satu hal yang paling berkesan adalah ketika saya melihat bagaimana sampah organik yang seringkali dianggap sebagai limbah, justru dapat diubah menjadi sumber daya yang berharga. Kompos yang dihasilkan dari proses pengomposan dapat menyuburkan tanah dan meningkatkan produktivitas pertanian. Maggot yang dibudidayakan dari sampah organik juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi sebagai pakan ternak.

Pengalaman di TPS Randu Alas tidak hanya memberikan saya pengetahuan baru tentang pengelolaan sampah, tetapi juga menginspirasi saya untuk bertindak. Saya menyadari bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan. Mulai dari diri sendiri, saya berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, saya juga ingin mengajak orang-orang di sekitar saya untuk lebih peduli terhadap masalah sampah dan ikut serta dalam upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Kunjungan ke TPS Randu Alas telah menjadi pengalaman yang sangat berharga. Saya membawa pulang banyak ilmu dan semangat untuk terus belajar dan berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Semoga ini dapat menginspirasi banyak orang untuk turut serta dalam upaya mengatasi masalah sampah.

Selain memberikan manfaat ekonomi, pengelolaan sampah yang baik juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan. Dengan mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir, kita dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Selain itu, daur ulang bahan-bahan seperti kertas, plastik, dan kaca dapat mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam yang terbatas. Dengan demikian, kita turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang."





0 komentar:

Posting Komentar