PSIKOLOGI LINGKUNGAN
Melakukan upcycling sampah anorganik
Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.
jamil abpritatias
nim : 23310410021
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA
Sampah anorganik sendiri adalah sampah Sampah anorganik
sampah yang berasal dari benda tidak hidup/sulit dan tidak dapat diurai secara
alami. Sampah yang termasuk anorganik antara lain dapat berupa plastik, logam,
kaca, kertas, keramik, detergen, dan lainnya. Berdasarkan jenisnya sampah
anorganik terdiri dari 2 jenis yaitu, lunak dan keras
Sampah anorganik lunak, yaitu sampah yang bersifat lunak
atau lentur dan mudah dibentuk, seperti plastik, gabus sintetis atau styrofoam,
sedotan plastik, dan bungkus makanan cepat saji.
Sampah anorganik keras, yaitu Sampah anorganik yang sifatnya tidak mudah hancur, seperti
pecahan keramik, kaca, paku berkarat, dan bekas kaleng.
Dampak yang ditimbulkan dari sampah anorganik antara lain:
1. Kerusakan habitat alami
Pembuangan sampah anorganik secara sembarangan dapat merusak lingkungan hidup yang mengancam
berbagai jenis spesies hewan dan tumbuhan, serta mengganggu proses ekosistem
alami.
2. Menjadi potensi bahaya kebakaran
Beberapa jenis sampah anorganik, seperti bahan kimia dan
material beracun, dapat menyebabkan kebakaran jika dibuang sembarangan.
Kebakaran yang terjadi dapat merusak tanah
dan menyebabkan polusi udara sehingga berbahaya bagi manusia dan hewan.
3. Menjadi potensi bahaya banjir
Sampah anorganik yang dibuang sembarangan di sungai dapat
mengendap di permukaan sungai sehingga terjadi pendangkalan. Sehingga ketika
terjadi hujan lebat sungai tidak dapat menampung debit air hingga meluap ke
pemukiman penduduk.
Pengelolaan sampah anorganik
1. Daur ulang
Banyak jenis sampah anorganik, seperti kertas, kaca, dan
logam, dapat didaur ulang. Daur ulang mengurangi jumlah sampah yang masuk ke
tempat pembuangan akhir, menghemat sumber daya alam, dan mengurangi dampak
lingkungan negatif dari produksi bahan baru.
2. Sumber energi
Beberapa jenis sampah anorganik dapat digunakan sebagai
bahan bakar alternatif untuk pembangkit listrik atau proses industri. Misalnya,
limbah padat terkadang digunakan sebagai bahan bakar dalam pembangkit listrik
tenaga biomassa atau dalam proses sementasi.
Disini saya akan melakukan pemanfaatan limbah dari sampah
anorganik dengan metode daur ulang atau upcycling. Sampah yang saya manfaatkan
adalah sampah dari sedotan plastik yang diubah menjadi kerajinan bunga, seperti
bunga mawar dan bunga anggrek. Saya memilih memanfaatkan sampah ini dikarekan
sampah ini masih jarang dilakukan orang-orang. Selain itu proses pembuatannya
terbilang lebih mudah jika dibandingkan sampah plastik lainnya. Berikut
langkah-langkah pembuatan kerajinan dari limbah sedotan.
Alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain:
1. sedotan plastik
2. Benang
3. Kertas warna
4. Gunting
Langkah - langkah pembuatan antara lain:
1. Gunting sedotan menjadi empat bagian dengan sama panjang
2. Sejajarkan bagian-bagian sedotan
3. Rangkai sedotan dengan benang pada bagian tengah
4. Kencangkan hingga berbentuk lingkaran atau bunga
5. Simpul mati sedotan yang sudah dirangkai
6. Gunting diagonal pada setiap ujung sedotan
7. Ulangi langkah 1-7 sebanyak 5 kali lalu tumpuk menjadi
satu
8. Tambahkan kertas warna coklat pada bagian tengahnya
0 komentar:
Posting Komentar