28.12.24

Esai 4 – Melakukan upcycling sampah anorganik

                                                      PSIKOLOGI LINGKUNGAN

Melakukan upcycling sampah anorganik

Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.


jamil abpritatias 

nim : 23310410021

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNVERSITAS PROKLAMASI 45

YOGYAKARTA


Sampah anorganik sendiri adalah sampah Sampah anorganik sampah yang berasal dari benda tidak hidup/sulit dan tidak dapat diurai secara alami. Sampah yang termasuk anorganik antara lain dapat berupa plastik, logam, kaca, kertas, keramik, detergen, dan lainnya. Berdasarkan jenisnya sampah anorganik terdiri dari 2 jenis yaitu, lunak dan keras

Sampah anorganik lunak, yaitu sampah yang bersifat lunak atau lentur dan mudah dibentuk, seperti plastik, gabus sintetis atau styrofoam, sedotan plastik, dan bungkus makanan cepat saji.

Sampah anorganik keras, yaitu Sampah anorganik  yang sifatnya tidak mudah hancur, seperti pecahan keramik, kaca, paku berkarat, dan bekas kaleng.

 

Dampak yang ditimbulkan dari sampah anorganik antara lain:

1. Kerusakan habitat alami

Pembuangan sampah anorganik secara sembarangan  dapat merusak lingkungan hidup yang mengancam berbagai jenis spesies hewan dan tumbuhan, serta mengganggu proses ekosistem alami.

2. Menjadi potensi bahaya kebakaran

Beberapa jenis sampah anorganik, seperti bahan kimia dan material beracun, dapat menyebabkan kebakaran jika dibuang sembarangan. Kebakaran yang terjadi dapat merusak tanah  dan menyebabkan polusi udara sehingga berbahaya bagi manusia dan hewan.

3. Menjadi potensi bahaya banjir

Sampah anorganik yang dibuang sembarangan di sungai dapat mengendap di permukaan sungai sehingga terjadi pendangkalan. Sehingga ketika terjadi hujan lebat sungai tidak dapat menampung debit air hingga meluap ke pemukiman penduduk.

 

Pengelolaan sampah anorganik

1. Daur ulang

Banyak jenis sampah anorganik, seperti kertas, kaca, dan logam, dapat didaur ulang. Daur ulang mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, menghemat sumber daya alam, dan mengurangi dampak lingkungan negatif dari produksi bahan baru.

2. Sumber energi

Beberapa jenis sampah anorganik dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk pembangkit listrik atau proses industri. Misalnya, limbah padat terkadang digunakan sebagai bahan bakar dalam pembangkit listrik tenaga biomassa atau dalam proses sementasi.

 

Disini saya akan melakukan pemanfaatan limbah dari sampah anorganik dengan metode daur ulang atau upcycling. Sampah yang saya manfaatkan adalah sampah dari sedotan plastik yang diubah menjadi kerajinan bunga, seperti bunga mawar dan bunga anggrek. Saya memilih memanfaatkan sampah ini dikarekan sampah ini masih jarang dilakukan orang-orang. Selain itu proses pembuatannya terbilang lebih mudah jika dibandingkan sampah plastik lainnya. Berikut langkah-langkah pembuatan kerajinan dari limbah sedotan.

 

Alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain:

1. sedotan plastik

2. Benang

3. Kertas warna

4. Gunting

 

Langkah - langkah pembuatan antara lain:

1. Gunting sedotan menjadi empat bagian dengan sama panjang

2. Sejajarkan bagian-bagian sedotan

3. Rangkai sedotan dengan benang pada bagian tengah

4. Kencangkan hingga berbentuk lingkaran atau bunga

5. Simpul mati sedotan yang sudah dirangkai

6. Gunting diagonal pada setiap ujung sedotan

7. Ulangi langkah 1-7 sebanyak 5 kali lalu tumpuk menjadi satu

8. Tambahkan kertas warna coklat pada bagian tengahnya


0 komentar:

Posting Komentar