Tugas Esai 7 : Menjadi Nasabah Bank Sampah
Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan
Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA
Naeri Khasna (23310410046)
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Menabung Sampah di Bank Sampah Gemah Ripah: Langkah Kecil Menuju Lingkungan Bersih
Menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab setiap individu. Salah satu langkah nyata yang saya lakukan untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan adalah dengan menabung sampah di Bank Sampah Gemah Ripah. Bank Sampah Gemah Ripah merupakan salah satu pelopor bank sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di Kabupaten Bantul. Bank sampah ini telah beroperasi sejak tahun 2008 dan menjadi inspirasi bagi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di berbagai wilayah. Bank sampah ini menerima berbagai jenis sampah, baik organik maupun non-organik. Setiap sampah yang disetorkan dihargai dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp100 per kilogram hingga Rp45 ribu per kilogram untuk sampah berbahan dasar tembaga. Lokasinya berada di Jl. Urip Sumoharjo Dk, Jl. Badegan No. RT 12, Bejen, Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud komitmen saya untuk ikut serta dalam mengurangi dampak buruk sampah terhadap lingkungan. Di Bank Sampah Gemah Ripah, sampah yang diterima tidak bisa sembarangan. Setiap orang yang ingin menyetorkan sampah diharapkan untuk membersihkan sampahnya terlebih dahulu. Sampah harus dipilah sesuai jenisnya, seperti plastik, kertas, logam, dan kaca. Pemilahan ini bertujuan untuk mempermudah proses pengolahan kembali. Proses ini, meski terlihat sederhana, membutuhkan kesadaran dan upaya ekstra.
Saya mulai dengan menyetorkan berbagai jenis sampah. Pada penyetoran pertama, saya membawa botol plastik seberat 2 kg, berbagai jenis kaleng sebanyak 3 kg, kertas arsip seberat 3 kg, dan buku tulis sebanyak 0,5 kg. Dari setoran ini, saya mendapatkan uang sebesar Rp12.400. Pada penyetoran kedua, saya menyetorkan botol plastik seberat 0,5 kg, koran sebanyak 1 kg, dan plastik kemasan sebanyak 2,3 kg. Total uang yang saya peroleh dari setoran kedua adalah Rp2.150. Awalnya, kegiatan ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Rasa malas sering kali menjadi penghalang terbesar. Ada saat-saat di mana saya merasa lebih mudah untuk langsung membuang sampah tanpa memilah atau mencucinya terlebih dahulu. Namun, saya menyadari bahwa tindakan kecil seperti ini dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan. Dengan mengelola sampah sebelum disetorkan, saya turut membantu mengurangi beban proses daur ulang di Bank Sampah. Mengatasi rasa malas itu tentu tidak mudah. Saya memulai dengan langkah kecil, seperti menyediakan tempat sampah terpisah di rumah untuk berbagai jenis sampah. Selain itu, saya juga menjadwalkan waktu tertentu setiap minggu untuk membersihkan dan memilah sampah. Lambat laun, kegiatan ini menjadi kebiasaan yang tidak lagi terasa membebani.
Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, kegiatan menabung sampah ini juga membawa dampak positif bagi diri saya sendiri. Saya merasa lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang saya hasilkan setiap hari. Setiap kali melihat sampah yang sudah tertata rapi dan siap untuk disetorkan, muncul rasa bangga karena saya telah melakukan sesuatu yang bermanfaat. Menabung sampah di Bank Sampah Gemah Ripah bukan hanya tentang pengelolaan sampah, tetapi juga tentang menanamkan rasa kepedulian terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Saya percaya bahwa langkah kecil ini, jika dilakukan secara konsisten dan diikuti oleh banyak orang, dapat membawa perubahan besar bagi lingkungan.
(N.B : Klik buka gambar untuk mendapatkan hasil jernih)




0 komentar:
Posting Komentar