ESAI 7 MENJADI NASABAH BANK SAMPAH
MENABUNG DI BANK SAMPAH: LANGKAH KECIL UNTUK MASA DEPAN LINGKUNGAN YANG LEBIH BERSIH
Olivia Yunita Trestiawati (23310410023)
Mata Kuliah Psikologi Lingkungan
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, MA
PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
TAHUN 2024
Pengelolaan sampah adalah salah satu masalah penting yang sering diabaikan dalam kehidupan modern yang penuh dengan konsumsi. Beruntung, berbagai program seperti bank sampah telah muncul untuk menyediakan solusi berkelanjutan. Salah satunya adalah Bank Sampah Sumber Rejeki, yang beralamat di RT 03/RW 64 Ganjuran Manukan, Jl. Mijil No. 22, Ngabean Wetan, Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bank sampah ini buka setiap hari Minggu pertama awal bulan, dari pukul 09.00 hingga 10.30 WIB.
Keikutsertaan saya menjadi nasabah bank sampah ini awalnya berawal dari tugas yang diberikan dalam rangka meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sampah. Meskipun awalnya hanya memenuhi kewajiban, pengalaman ini memiliki dampak yang jauh lebih besar dari yang saya bayangkan. Bank sampah ini telah menjadi tempat saya menabung dua kali hingga saat ini.
Kunjungan pertama saya yaitu pada tanggal 3 November 2024. Saat itu, saya membawa sampah berupa botol plastik, gelas plastik, dan galon plastik dengan total berat 1,1 kilogram. Harga per kilogramnya adalah Rp3.000, sehingga sampah yang saya bawa bernilai Rp3.300.
![]() |
| Foto kunjungan pertama di Bank Sampah Sumber Rejeki pada 3 November 2024. |
Pada kunjungan kedua saya lakukan pada tanggal 1 Desember 2024, saya membawa jenis sampah yang sama seperti kunjungan sebelumnya, tetapi beratnya lebih besar, yaitu 1,5 kilogram. Dengan harga per kilogram yang sama, sampah yang saya bawa kali ini bernilai Rp4.500. Jika dijumlahkan, dari dua kunjungan tersebut total nilai sampah yang saya tabung mencapai Rp7.800.
![]() |
| Foto kunjungan kedua di Bank Sampah Sumber Rejeki pada 1 Desember 2024. |
Bank Sampah Sumber Rejeki memiliki sistem pencatatan yang cukup sederhana. Tanpa mencatat nilai total, buku tabungan hanya mencatat harga per kilogram dan berat sampah yang ditabung. Namun, hasil tabungan hanya dapat diambil oleh nasabah setelah dua tahun. Selain itu, hal ini tidak menghentikan keinginan saya untuk terus menabung dan mendukung kebersihan lingkungan.
![]() |
| Buku tabungan Bank Sampah Sumber Rejeki yang mencatat berat sampah dan harga per kilogram. |
Menjadi bagian dari bank sampah ini memiliki banyak manfaat, baik secara individu maupun untuk lingkungan sekitar. Secara pribadi, saya merasa lebih termotivasi untuk memilah sampah. Selain itu, bank sampah ini juga membantu saya menyadari bahwa sampah plastik yang semula dianggap tidak berguna ternyata memiliki nilai ekonomis. Di sisi lain, secara lingkungan, tindakan kecil seperti ini bermanfaat bagi lingkungan karena mengurangi jumlah sampah plastik yang mencemari tanah dan perairan.
Melalui pengalaman ini, saya semakin percaya bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Bank Sampah Sumber Rejeki adalah bukti nyata bahwa mengelola sampah dapat menjadi kebiasaan yang baik yang tidak hanya mendukung lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomis. Semoga inisiatif seperti ini semakin banyak diterapkan di berbagai daerah, sehingga impian tentang lingkungan yang lebih sehat dan bersih dapat terwujud.




0 komentar:
Posting Komentar