Tugas Esai 6 : Belajar Kelola Sampah di TPST Randu Alas
Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan
Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA
Yelsi Adel Quraini (24310420037)
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS KOMUNITAS DI TPST RANDU ALAS
Manajemen pengelolaan sampah di tingkat TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) berperan penting dalam mengatasi masalah limbah. TPST mengintegrasikan proses pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah, sehingga dapat mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) . Melalui partisipasi masyarakat, manajemen TPST dapat dioptimalkan dengan metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle), meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan pengelolaan sampah . Inisiatif ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan tetapi juga menciptakan peluang ekonomi melalui pengolahan limbah menjadi produk bernilai seperti kompos dan pakan maggot.
Pada hari Sabtu, 12 Oktober 2024, saya dan teman sekelas melakukan kunjungan ke TPST Randu Alas di Yogyakarta untuk belajar mengenai manajemen pengelolaan sampah. TPST Randu Alas di Yogyakarta didirikan sebagai respons terhadap masalah sampah yang semakin kritis, terutama akibat penutupan akses ke TPA Piyungan. Kegiatan ini bertujuan untuk memahami bagaimana TPST ini menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) dalam mengelola sampah dari masyarakat sekitar. Dengan meningkatnya jumlah sampah akibat pertumbuhan populasi dan perubahan pola konsumsi, pengelolaan yang efektif menjadi sangat penting.
Di TPST Randu Alas, terdapat Bapak Joko sebagai ketua TPST Randu Alas sekaligus pemateri. Awalnya tempat TPST tersebut sebelum menjadi TPST Randu Alas adalah tempat pembuangan sampah liar, dengan adanya pengajuan proposal bantuan dari pengurus kampung untuk pembuatan TPST Randu Alas. Pada tahun 2015 akhirnya dibangunlah TPST tersebut dan dilaunchingkan pada Febuari 2016. Di TPST Randu Alas terdapat 700 ton sampah perhari, yang terdaftar ada 300 ton sampah dan yang dapat dikelola hanya 100 ton sampah, dengan rata rata 0,5 kg sampah perhari yang dihasilkan oleh setiap individu. Untuk saat ini sampah tidak dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup dan tidak lagi dibawa ke TPS Piyungan, maka di TPST Randu Alas mengolah sampahnya dengan cara dibakar. Di TPST Randu Alas dikelola oleh masyarakat sekitar TPST Randu Alas. Sampah adalah barang sisa aktivitas dari kegiatan manusia. Menurut seseorang sampah mungkin menjadi barang yang tidak berguna, tetapi ketika sampah sudah masuk ke TPST Randu Alas akan menjadi barang yang bisa dimanfaatkan dan didaur ulang serta dimodifikasi kembali. Masalah SDM dan alat yang terbatas masih menjadi kendala dan hambatan di TPST Randu Alas. Sampah di TPST Randu Alas akan dipilah menjadi dua yaitu sampah organik dan sampah anorganik.
Di TPST Randu Alas sistem beropasionalnya dengan menjemput sampah di rumah warga sebanyak dua kali pengambilan dalam satu minggu. Pelanggan tersebut akan dikenakan restribusi setiap bulannya untuk pengolahan sampah yang ada di TPST tersebut. Kendala yang paling banyak dialami adalah untuk biaya operasional pengelolaan. Masa untuk pembuatan kompos di TPST tersebut selama 40 hari. Cara untuk pengolahan sampah organik dengan menggunakan molekul atau bakteri seperti mol, eco-enzym, poc.
(N.B : Klik buka gambar untuk mendapatkan hasil jernih)




0 komentar:
Posting Komentar