PSIKOLOGI LINGKUNGAN
ESAI-6 Belajar Pengelolaan Sampah di TPST Randu Alas
Dosen Pembimbing : Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.
Mariyatun
23310410074
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA
12 Oktober 2024, kami mahasiswa dari prodi Psikologi Universitas Proklamasi 45 bersama Ibu Arundati Shinta selaku dosen Psikologi Lingkungan mengunjungi TPST Randu Alas untuk belajar mengenai pengelolaan sampah di TPST. Dengan mengetahui dan melihat secara langsung cara atau proses pengolaan sampah di TPST diharapkan bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua bagaimana kita bersikap dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kebanyakan dari kita membuang sampah hanya dengan mengumpulkan semua jenis sampah menjadi satu tempat atau dalam satu kantong plastik dan menaruhnya di tempat sampah yang sudah disediakan untuk diambil oleh petugas pengambil sampah. Kita tidak mengetahui bagaimana sampah akan diolah. Jika kita tidak mengelompokkan jenis sampah berdasarkan jenisnya maka pertama-tama petugas TPST akan mengelompokkan sesuai jenisnya sampah organic atau anorganik. Kalau kita tidak mengelompokkan sampah sesuai jenisnya dari awal ini tentu akan sangat merepotkan petugas TPST. Belum lagi bau yang sangat menyengat dan menimbulkan pencemaran udara di sekitar pemukiman yang disebabkan oleh pembusukan sampah yang bercampur. Setelah dipisahkan, untuk sampah jenis organic akan diolah menjadi pupuk organic padat dan juga pupuk organik cair. Perbedaan utama pupuk organic padat dan pupuk organik cair adalah bentuknya. Pupuk organik padat contohnya seperti pupuk kompos, bisa dibuat dari sisa-sisa makanan, tanaman dan biasanya digunakan oleh petani. Sedangkan pupuk organic cair dibuat secara alami melalui proses fermentasi dan berfungsi sebagai pestisida organic untuk menghalau hama dan serangga. Sedangkan untuk sampah anorganik diolah dengan beberapa cara, diantaranya di daur ulang misalnya plastik, kertas, botol plastik bekas minuman dapat didaur ulang menjadi produk baru. Dan untuk sampah anorganik yang tidak bisa didaur ulang akan dibakar pada suhu tinggi.
Dengan mengetahui proses
pengolaan sampah secara langsung seharusnya kita bisa mulai belajar untuk
mengelompokkan sampah sesuai jenisnya sehingga akan membantu memudahkan petugas
sampah dalam pengolaan. Dan akan lebih baik lagi jika kita bisa mengolah sendiri
sampah rumah tangga yang kita hasilkan yang berarti kita sudah ikut membantu
mengurangi sampah dan mengurangi permasalahan sampah dilingkungan kita. Sebagai
mahasiswa sudah selayaknya kita lebih peduli terhadap permasalahan lingkungan
dan memberi contoh serta pembelajaran terhadap masyarakat sekitar untuk aktif
menjaga lingkungan sehingga bisa mengurangi permasalah-permasalahan yang timbul.
Semangat untuk kita semua!!

.jpeg)


0 komentar:
Posting Komentar