Tugas Esai 4 : Melakukan Upcycling Sampah Anorganik
Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan
Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA
Yelsi Adel Quraini (24310420037)
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
MENGUBAH SHUTTLECOCK MENJADI GANTUNGAN KUNCI DAALAM EKONOMI SIRKULER
Permasalahan sampah anorganik semakin hari kian menjadi isu global yang mendesak untuk ditangani. Salah satu sumber sampah anorganik yang sering diabaikan adalah shuttlecock bekas, yang umumnya terbuat dari bahan campuran plastik dan bulu sintetis. Setelah digunakan, shuttlecock sering kali langsung dibuang, meskipun masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali.
Konsep upcycling, yaitu mengubah limbah menjadi produk dengan nilai guna dan estetika yang lebih tinggi, menawarkan solusi inovatif untuk mengurangi timbunan sampah anorganik. Dalam konteks ini, upcycling shuttlecock bekas menjadi gantungan kunci merupakan salah satu contoh nyata yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Melalui kreativitas, shuttlecock yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat diubah menjadi produk yang menarik dan memiliki daya tarik pasar.
Selain berkontribusi terhadap pengelolaan sampah, aktivitas ini juga sejalan dengan prinsip ekonomi sirkuler yang bertujuan untuk memaksimalkan nilai dari setiap sumber daya. Dalam ekonomi sirkuler, limbah bukanlah akhir dari siklus produksi, melainkan awal dari sebuah inovasi baru. Dengan memanfaatkan shuttlecock bekas sebagai bahan dasar, saya dapat merintis usaha yang tidak hanya menguntungkan secara finansial tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan.
Sebagai pengusaha sirkuler, memulai bisnis dengan memproduksi gantungan kunci dari shuttlecock bekas tidak memerlukan modal besar, namun membutuhkan kreativitas dan komitmen. Inisiatif ini juga dapat menjadi langkah edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya daur ulang dan pengelolaan sampah. Dengan demikian, upcycling shuttlecock bekas menjadi produk bernilai guna tidak hanya mendukung pengurangan limbah, tetapi juga mendorong terciptanya peluang usaha berkelanjutan. Sebagai individu yang gemar bermain bulutangkis, saya tentu sering menggunakan shuttlecock, shuttlecock yang sudah tidak dapat digunakan tentunya saya daur ulang menjadi gantungan kunci yang memiliki nilai jual.
Alat dan bahan yang digunakan meliputi:
1) Shuttlecock bekas
2) Gantungan kunci (keychain)
3) Benang rajut (warna sesuai selera)
4) Gunting
5) Jarum rajut
Adapun cara pembuatan gantungan kunci shuttlecock bekas yaitu:
1) Menggunting bagian bulu:
- Persiapkan shuttlecock: Ambil shuttlecock dan periksa bagian bulunya.
- Pengguntingan: Gunakan gunting untuk memotong bagian bulu shuttlecock. Dapat memotong sebagian atau seluruh bulu, tergantung pada desain yang diinginkan. Pastikan untuk memotong dengan hati-hati agar tidak merusak bagian inti shuttlecock.
2) Merajut benang pada jaring shuttlecock
- Memilih benang rajut: Pilih benang rajut dengan warna atau pola yang sesuai dengan selera, lalu merajut benang tersebut pada jaring shuttlecock.
3) Mengkaitkan Gantungan Kunci
- Menyiapkan Gantungan Kunci: Ambil gantungan kunci dan siapkan untuk dipasang.
4)Finishing
- Pemeriksaan Akhir: Periksa semua bagian untuk memastikan semuanya terpasang dengan baik dan kuat. Hias sesuai selera.
Proses pemasaran gantungan kunci shuttlecock ini melalui tiktokshop yang dijual di akun toko @rintisbouquet_ dengan link https://vt.tokopedia.com/t/ZS6FDT1Mt/
(N.B : Klik buka gambar untuk mendapatkan hasil jernih)







0 komentar:
Posting Komentar