Nama: Kanina Hanifadila R.
NIM: 23310410078
Kelas: Psikologi SP
Mata Kuliah: Psikologi Lingkungan
Dosen Pengampu: Ibu Dr. Arundati Shinta, MA.
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Pandawara sebagai Role Model Kepedulian Lingkungan Hidup
Berita mengenai sungai tercemar seperti Sungai Citarum
dan lainnya menjadi sorotan. Polutan baik dari sampah maupun limbah dari rumah
tangga maupun industri Sungai Citarum melebihi ambang batas dari standar baku
mutu kelas air. Faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah masih banyak
masyarakat yang membuang sampah di sungai maupun saluran drainase sehingga
menyebabkan banjir ketika hujan turun akibat adanya penyumbatan aliran; bahkan
banyak bangunan-bangunan non permanen yang berdiri di atas saluran air sehingga
air tidak dapat mengalir dengan lancar (Zakir, et al., 2023).
Aliran sungai dapat menunjang kehidupan, baik bagi manusia
di sekitar maupun bagi serangkaian ekosistem perairan maupun terestrial. Hanya
saja sungai yang ada di Indonesia kebanyakan tidak tercemar, sehingga dampaknya
akan dirasakan oleh banyak manusia di sekitar maupun ekosistem di sungai tersebut
(Solikah, et al., 2023). Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran dan tingkah
laku yang sinkron untuk mengatasi pencemaran sungai agar lingkungan tetap lestari.
Salah satu hal yang bisa menjadi panutan atau role model adalah Pandawara Group
sebagai sosok komunitas peduli dan sadar bahkan berkontribusi besar untuk
lingkungan yang diintervensi.
Pandawara Group sendiri telah banyak melakukan aksi dalam
membersihkan lingkungan. Tercatat pada tahun 2023, Pandawara Group telah
membersihkan lingkungan yang kotor baik itu sungai ataupun selokan dan
lain-lainnya terdapat sebanyak 80 titik diantaranya ada Pantai Cibutun Loji,
Kampung Cibutun, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi,
Jawa Barat yang merupakan pantai terkotor di Jawa Barat (Tamba, et al., 2024). Kontribusi yang besar tersebut
bisa menjadi contoh yang baik bagi dan mengetuk kesadaran dan pola pikir pro
lingkungan untuk masyarakat luas karena kegiatan tersebut juga diunggah di
media sosial sehingga tersebar secara luas. Dengan berbagai jangkauan melalui
sosial media, inisiatif pendidikan serta kerja sama dengan kemitraan
masyarakat, kelompok ini menanam rasa tanggung jawab terhadap lingkungan dan
mendorong partisipasi aktif dalam upaya pelestarian lingkungan (Tamba, et al.,
2024). Kegiatan yang dilakukan oleh Pandawara Group hampir mirip dengan
before-after. Kegiatan before-after sejatinya adalah salah satu aksi
penanggulangan sampah dengan menunjukkan perubahan suatu tempat yang sedang
diintervensi. Kegiatan ini bertujuan untuk memungut sampah yang ada di suatu
tempat sehingga tempat tersebut menjadi lebih bersih. Diharapkan kegiatan yang
dilakukan oleh Pandawara Group serta komunitas lainnya yang peduli lingkungan turut
terinspirasi dan berpartisipasi dalam pengelolaan sampah dan limbah dengan bijak.
Bumi menjadi tanggung jawab bersama, sehingga lingkungan
hidup yang lestari adalah tanggung jawab bagi semua, terutama yang menempati
wilayah tersebut. Untuk mewujudkan lingkungan yang lestari perlu gerakan dari
seluruh masyarakat baik dari pemerintah, industri, serta masyarakat yang itu
sendiri. Oleh karena itu, penting untuk mewujudkan kesadaran. Kesadaran
Lingkungan merupakan tindakan atau sikap yang diarahkan untuk memahami tentang
pentingnya lingkungan yang sehat, bersih, dan sebagainya. Kesadaran dalam
lingkungan hidup dapat dilihat dari perilaku dan tindakan seseorang dalam
keadaan dimana seseorang merasa bebas dari tekanan (Gabriela & Sugiarto,
2020).
Untuk hasil yang lebih optimal, seperti yang dilakukan Pandawara Group maka perlu adanya kerja sama. Hal yang bisa dilakukan adalah salah satunya dengan menerapkan upaya remediasi. Selain sampah, limbah rumah tangga ataupun industri perlu dicek untuk mengetahui baku mutu agar polutan tidak melebihi ambang batas. Hal ini bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan; sehingga dengan langkah seperti sosialisasi terhadap masyarakat sekitar tentang bagaimana cara remediasi atau pemulihan, pengecekan baku mutu sanitasi, dan lain-lain bisa menjadi opsi untuk diterapkan.
Daftar Pustaka
Gabriela & Sugiaro. (2020). Kesadaran
dan Perilaku Ramah Lingkungan Mahasiswa di Kampus. Jurnal Ilmu Sosial dan
Humaniora, 9(2), DOI: http://dx.doi.org/10.23887/jish-undiksha.v9i2.21061
Solikah, et al. (2023). Upaya
Menumbuhkan Kesadaran Masyarakat Dalam Menjaga KebersihanLingkungan Sungai
Dengan Aksi Membersihkan Sungai. Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara (JMMN),
2(4), pp. 38-41.
Tamba, et al. (2024). Peran
Komunitas Pandawara Dalam Mengantisipasi Pencemeran Lingkungan Hidup. Interdisciplinary
Explorations in Research Journal, 2(2).
Zakir, et al. (2023). Sosialisasi
Kebersihan Air Sungai pada Masyarakat Sekitar Kanal Victory Kota Sorong. Jurnal
Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS, 1(6).

0 komentar:
Posting Komentar