10.1.26

Psikologi Lingkungan - Esai 8 - Nasabah Bank Sampah - Dr. Arundati Shinta - SPSJ - Januari 2026 - Minun Rahmayanti - (24310410006)

NASABAH BANK SAMPAH DI BANK SAMPAH MESEM

(Makmur Sejahtera Mandiri) RW 11 Kauman

Minun Rahmayanti

24310410006

Kelas SPSJ

Mata Kuliah Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M. A

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

ESAI 8 - NASABAH BANK SAMPAH


    Bank sampah merupakan salah satu strategi untuk mengubah sampah dari yang awalnya dianggap mengganggu menjadi bernilai jual. Dengan adanya bank sampah ini selain dapat membuat lingkungan menjadi lebih sehat terjaga juga dapat membangun kesadaran serta kepedulian dari masyarakat tentang pentingnya bertanggungjawab dengan sampah yang mereka hasilkan. Terlebih bank sampah juga dapat membantu membuka lowongan pekerjaan, sehingga dapat membantu menambah penghasilan bahkan dapat menjadi penghasilan utama. Di masa kritis pengolahan sampah seperti saat ini bank sampah hadir sebagai salah satu solusi terbaik yang bisa dicoba oleh masyarakat. 
    Saya sudah terbiasa mengumpulkan sampah plastik dan kardus di rumah, yang biasanya akan dijual ke tukang rongsok keliling. Namun untuk menjadi nasabah di bank sampah ini merupakan hal baru bagi saya. Ternyata bukan hanya menabung di bank saja yang akan mendapatkan buku tabungan, dengan menjadi nasabah di bank sampah dan menabung atau menyetorkan sampah yang di produksi ternyata juga sistemnya mirip dengan ketika menabung di perbankan.
    Hari Jum'at tanggal 28 November 2025 setelah usai bekerja saya langsung ke Bank Sampah Mesem yang ada di depan Alun-Alun Utara. Saat itu saya berharap dapat langsung mendaftar menjadi nasabah, namun sayangnya saat tiba disana bank sampah tersebut sudah tutup dan menurut info dari Bapak yang saya temui disana bahwa bank sampah disini hanya buka saat pagi saja yaitu di jam 07.00-10.00. 


    Akhirnya di Jum'at berikutnya saya memutuskan di pagi hari mampir ke bank sampah terlebih dahulu sebelum berangkat bekerja. Sekitar jam 09.00 pagi di tanggal 5 Desember 2025 saya mendapatkan buku tabungan bank sampah saya untuk pertama kali. Meski tidak terlalu banyak yang saya bawa, saya hanya membawa beberapa jenis sampah plastik seperti botol plastik, gelas plastik, bekas cup makanan, serta wadah kosmetik bekas. Saya juga membawa beberapa besi dan paku-paku bekas yang sebelumnya saya kumpulkan serta beberapa sampah kertas bekas kardus makanan. Hari itu saldo yang saya dapatkan senilai Rp. 3.955,2 dengan sampah seberat 4,24 kg. 


    Kemudian Jum'at berikutnya di tanggal 12 Desember 2025 saya kembali ke bank sampah sekitar jam 07.00 pagi. Di pekan ini saya kembali mengumpulkan sampah-sampah plastik seperti botol plastik, gelas plastik, kemasan makanan, dan juga sampah kertas dan kardus. selanjutnya saya juga mengumpulkan besi bekas kandang kucing dan paku bekas, selain itu pekan ini saya juga membawa minyak bekas yang sudah tidak terpakai. Saldo yang saya dapatkan dari total berata sampah 8,27 kg yaitu sebesar Rp. 11.824. Sedangkan total saldo saya selama menabung di bank sampah dalam dua pekan ini mencapai Rp. 15.779,2.

                           
                           

    Dengan adanya bank sampah barang-barang yang mungkin sebelumnya kita anggap sudah tidak berguna dapat di manfaatkan dengan lebih baik lagi. karena sampah tersebut dapat diolah kembali menjadi produk bernilai jual dan akhirnya dapat menjadi uang atau penghasilan. Serta lingkungan yang kita tinggali menjadi lebih bersih, sehat dan nyaman.


ESAI 7 MY BIGGEST ACHIEVEMENT

ESAI 7 MY BIGGEST ACHIEVEMENT

PSIKOLOGI INOVASI

DOSEN PENGAMPU : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA.



Rosita

22310410108


PROGRAM STUDI PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45

YOGYAKARTA

2026


Pencapaian pribadi sering kali menjadi cerminan dari kerja keras, ketekunan, dan komitmen seseorang terhadap tujuan yang telah ditetapkan. Salah satu pencapaian yang paling membanggakan bagi saya adalah kemampuan untuk selalu meraih predikat peringkat atas dalam penjualan terbaik setiap bulannya di perusahaan tempat saya bekerja. Selain itu, saya juga mendapatkan apresiasi sebagai karyawan yang disiplin dan konsisten, yang tidak hanya meningkatkan motivasi saya, tetapi juga membuktikan bahwa dedikasi dapat membawa hasil yang nyata. 
Sejak bergabung dengan tim penjualan, saya telah berkomitmen untuk mencapai target bulanan dengan hasil yang konsisten. Setiap bulan, saya berhasil menjadi yang teratas dengan penjualan terbaik, yang tercermin dalam angka-angka penjualan yang melampaui rata-rata tim. Ini bukanlah kebetulan; saya menerapkan strategi seperti membangun hubungan baik dengan pelanggan, memahami kebutuhan mereka, dan menerapkan target pribadi. Misalnya, saya sering melakukan follow-up rutin dan menawarkan solusi yang disesuaikan, yang membuat pelanggan kembali lagi dan jika hari ini kurang maksimal maka hari berikut lebih optimal lagi. Pencapaian ini tidak hanya memberikan kepuasan pribadi, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan, karena penjualan saya dapat membantu mencapai target keseluruhan tim.
Di luar angka penjualan, saya juga diakui oleh atasan dan rekan kerja sebagai karyawan yang disiplin dan konsisten. Disiplin saya terlihat dari kehadiran tepat waktu, dan kemauan untuk belajar hal baru. Konsistensi datang dari komitmen jangka panjang—saya tidak pernah puas dengan hasil rata-rata dan selalu berusaha meningkatkan performa. Apresiasi ini sering diberikan melalui penghargaan bulanan atau testimonial dari Supervisor, yang membuat saya merasa dihargai dan termotivasi untuk terus berkembang. 
Tentu saja, pencapaian ini tidak datang tanpa tantangan. Industri penjualan penuh dengan persaingan ketat, tekanan target yang tinggi, dan kadang-kadang minat pasar yang tidak menentu. Saya pernah menghadapi bulan-bulan di mana penjualan sulit karena kurangnya wisatawan yang menjadi target pelanggan kami, tetapi saya mengatasinya dengan meningkatkan keterampilan seperti bagaimana menarik perhatian pelanggan atau menarik minat pelanggan terhadap produk kami.Tantangan ini justru memperkuat ketahanan mental saya, mengajarkan bahwa kegagalan sementara adalah bagian dari proses menuju kesuksesan.
Secara keseluruhan, pencapaian ini telah membentuk saya menjadi individu yang lebih kuat dan bertanggung jawab. Melalui predikat peringkat teratas setiap bulan dan apresiasi sebagai karyawan disiplin, saya belajar bahwa kesuksesan datang dari kombinasi kerja keras, strategi yang tepat, dan ketekunan. Ini bukan hanya tentang angka, tetapi juga tentang membangun reputasi yang positif. Kedepannya, saya berharap dapat menerapkan nilai-nilai ini dalam karir yang lebih luas, mungkin dengan mengembangkan bisnis sendiri. Pencapaian ini mengingatkan saya bahwa dengan disiplin dan konsistensi, kita dapat mencapai puncak dan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama.

9.1.26

Psi Lingkungan - Esai Prestasi – Dr. A. Shinta, M. A - SPSJ - 14 Desember 2025

 Esai Prestasi – Social Service

Hana Fardilla – 24310410048 – Psikologi Kelas Karyawan
Psikologi Lingkungan - Esai Prestasi -  Dr. A. Shinta, M. A
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

Participating in community service has been an important part of my personal growth, as it taught me responsibility, empathy, and awareness of shared spaces. Through both routine and special activities, I learned that community service can be practiced in everyday life as well as through direct social engagement.

The first community service activity recorded in this assignment was washing dishes at the office, which took place on November 18, 2025. This activity is not new to me, as I often do it whenever I visit the office, usually once a week. Although it is a simple and routine task, washing dishes plays an important role in maintaining cleanliness and comfort in a shared working environment. By doing this regularly, I have learned to take initiative, contribute without being asked, and understand that maintaining common facilities is a collective responsibility.

The second community service activity was carried out on December 14, 2025, when I volunteered to play and explore with deaf children. During this activity, I engaged in various interactive games and learning activities that encouraged creativity and communication. I was also introduced to basic sign language, which helped me communicate more effectively with the children. Despite initial communication challenges, the experience was joyful and emotionally meaningful.

This activity left a strong impression on me and motivated me to take sign language courses afterward. Learning sign language became a way for me to continue supporting inclusive communication and to deepen my understanding of the deaf community. Overall, these two community service activities helped me grow into a more empathetic, responsible, and socially aware individual.


ESAI 6 MELAKUKAN PERUBAHAN DIRI

ESAI 6 MELAKUKAN PERUBAHAN DIRI

PERUBAHAN DIRI LEWAT JOGGING RUTIN

PSIKOLOGI INOVASI

DOSEN PENGAMPU : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA.


Rosita

22310410108



PROGRAM STUDI PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45

YOGYAKARTA

2026


Perubahan diri bisa dimulai dari hal yang kelihatannya sederhana: jogging. Bukan olahraga berat, bukan program yang muluk-muluk, hanya berlari pelan selama minimal tiga kilometer. Tapi dilakukan terus-menerus, selama sepuluh minggu berturut-turut. Perubahan diri inilah yang menjadi tantangan dari mata kuliah psikologi inovasi. 
Keluar rumah pagi-pagi dan kemudian berlari sejauh 3 kilometer. kaki pegel, badan berkeringat. Sampai rumah, capeknya minta ampun. Kadang muncul pertanyaan, “Kenapa saya repot-repot melakukan ini?” Jarak tiga kilometer terasa jauh sekali. Namun ada dorongan untuk tetap menyelesaikannya, walau dengan langkah pelan. 
Tantangannya? Ya, ada aja. Kadang hujan, atau kalau capek kerja, pengen tidur aja, tapi ingat janji sama diri sendiri. Yang bikin semangat adalah berat badan turun sedikit, dan badan lebih ringan. 
Minggu demi minggu berlalu, dan tanpa disadari muncul rasa disiplin yang sebelumnya jarang saya miliki. Jogging bukan lagi soal jarak tiga kilometer, tapi soal komitmen pada diri sendiri.
Pada minggu kedelapan dan kesembilan saya mencoba menambah jarak menjadi 5 kilometer untuk persiapan lomba lari dengan jarak 5 kilometer juga. Ternyata saya bisa menempuh jarak tersebut dengan rute yang sama, yang akan dilalui pada lomba lari tersebut. 


M

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

W

49

45

41

54

57

51

58

79

88

81

J

3,23

3,37

3,28

4,15

4,41

4,11

4,55

5,19

5,11

5,11

M= Minggu Ke-n,   W= Waktu dalam menit,   Jarak= Jarak dalam KM


Jogging mengajarkan saya bahwa perubahan diri tidak selalu datang dari keputusan besar atau momen dramatis. Kadang, perubahan lahir dari langkah-langkah kecil yang diulang, meski dengan rasa malas, lelah, dan keraguan. Jogging sejauh tiga kilometer mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang, tapi bagi saya, itu adalah bukti bahwa saya bisa berubah, pelan-pelan, dengan cara yang sederhana namun nyata. 

Jogging mengajarkan tentang ketekunan, bahwa perubahan tidak datang instan, tapi dengan usaha dan mampu mengalahkan diri sendiri.


Psi Lingkungan - Esai 8 – Nasabah Bank Sampah - Dr. A. Shinta, M. A - SPSJ – 9 Januari 2026

 Being a Bank Sampah Member 

Hana Fardilla – 24310410048 – Psikologi Kelas Karyawan

Psikologi Lingkungan - Esai 8 -  Dr. A. Shinta, M. A

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta



Becoming a member of a bank sampah has been a meaningful experience that changed the way I view waste and my daily habits. Before joining, I often thought of waste as something useless that only needed to be thrown away. However, by becoming a nasabah bank sampah, I learned that waste can have value if it is managed properly and responsibly.

I save my waste at the Bank Sampah Sawo Kecik, which is located in the Community Hall of RW 63, Candi Gebang Permai Housing Complex, Sleman, Yogyakarta. Established in 2014, this waste bank was later officially named the Sawo Kecik, carrying the motto “sorted waste into blessings.” 


As a member, I participated in saving waste at least two times. In the first saving activity, I collected several types of household waste, including plastic bottles, cardboard, putihan, HD, anda BDA, with a total weight of 2.3 kilograms. After the waste was weighed and recorded by the bank sampah officer, I received 3,050 rupiah, which was added to my waste savings account. Although the amount was not very large, the experience itself was rewarding because it showed that small actions can still contribute to environmental sustainability.


The second saving activity was carried out on where I submitted plastic bottles and cardboard weighing 1,9 kilograms. From this deposit, I obtained 1,500 rupiah. Through this process, I became better in sorting waste at home and more aware of the types of waste that can be recycled.


Overall, becoming a nasabah bank sampah has taught me the importance of environmental responsibility, consistency, and community participation. The activity of saving waste not only helps reduce the amount of waste sent to landfills, but also encourages people to adopt a cleaner and more sustainable lifestyle. This experience motivated me to continue participating in waste management efforts and to invite others to be more conscious of how they handle waste in their daily lives.

Psi Lingkungan - Esai 9 – Patisipasi Lomba - Dr. A. Shinta, M. A - SPSJ - 23 Desember 2025

 Competition Participation

Hana Fardilla – 24310410048 – Psikologi Kelas Karyawan

Psikologi Lingkungan - Esai 9 -  Dr. A. Shinta, M. A

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta


Joining competitions has been one of the most meaningful experiences in my academic journey, as it allowed me to challenge myself beyond the classroom and develop both personal and academic skills. Among the competitions I participated in were a poetry writing competition and the Erlangga English Speech Competition. Although they were different in form, both experiences played an important role in shaping my confidence and self-expression.

The poetry writing competition gave me a space to express thoughts and emotions through words. Writing poetry required me to be more reflective and sensitive to language, as every line had to carry meaning and feeling. During the process, I learned how to organize ideas creatively while still maintaining clarity and depth. This competition also taught me patience, as revising poems repeatedly was necessary to achieve the best result. More importantly, it allowed me to understand myself better through writing, turning personal experiences into meaningful literary works. Though I did not win, I’ve gotten my chance to collaborate in a poetry book, as shown here:

Meanwhile, participating in the Erlangga English Speech Competition challenged me in a different way. Speaking in front of an audience in a foreign language required strong preparation, confidence, and mental readiness. I had to practice pronunciation, intonation, and body language to ensure that my message could be delivered clearly and effectively. Although I felt nervous at first, standing on the stage helped me overcome my fear of public speaking and improved my ability to communicate ideas in English. You can see the video here: https://vt.tiktok.com/ZS5XE7qwj/

Overall, joining these competitions was not only about winning or losing, but about growth and learning. Both experiences taught me discipline, self-confidence, and the courage to step outside my comfort zone. They also motivated me to continue developing my writing and speaking skills, which will be valuable for my academic and professional future.

Psi Lingkungan - Esai 9 - Partisipasi Lomba - Dr. Arundati Shinta, M.A - Januari 2026 - Maria Novita 24310410008

 MARIA NOVITA 


24310410410008


Psikologi Lingkungan


Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A


Essay 9 – Partisipasi Lomba


Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45


Yogyakarta




Pada hari sabtu tanggal 13 Desember 2025 saya mengikuti jalan sehat memperingati hari disabilitas "Jejak Langkah Menuju Inklusivitas" yang di selenggarakan di halaman rektorat UNY di mulai pukul 05.30 

Di acara jalan sehat juga diadakan kegiatan senam bersama, fun walk, unity game, pertunjukan tari silat, tari jonget dari anak berkebutuhan khusus dan juga pembagian doorprize yang menarik.

Dalam lomba jalan sehat, peserta terdorong untuk bergerak lebih aktif sehingga meningkatkan stamina, daya tahan tubuh, melancarkan sirkulasi darah, mengurangi risiko penyakit jantung, dan masih banyak manfaat lain yang kita peroleh. 



Pada hari minggu tanggal 21 Desember 2025 saya juga mengikuti lomba lari sejauh 5K di Pemda Sleman.



Dalam acara ini saya mendapatkan benefit jersey eksklusif, medali untuk semua finisher, bib number, voucher, serta dokumentasi gratis. Fun Run ini di ikuti mulai dari anak – anak hingga dewasa, mengikuti Fun Run ini adalah pengalaman pertama saya. 

Ikut berpatisipasi mengikuti lomba ini bukan hanya tentang menang atau meraih juara, tetapi yang lebih penting adalah pengalaman berharga yang kita dapat.