Dari Malas Menjadi Semangat
Dari
Malas Menjadi Semangat
Sebagai
mahasiswa, saya mengakui bahwa pada awalnya saya sangat malas berpartisipasi
dalam lomba, baik akademik maupun nonakademik. Saya selalu berpikir bahwa
mengikuti lomba hanya akan membuat saya lelah, sibuk, dan takut gagal. Ketika
melihat pengumuman lomba di kampus atau media sosial, saya biasanya
membiarkannya lewat. Saya merasa tidak percaya diri dengan kemampuan yang saya
miliki, sehingga lebih memilih menjadi penonton daripada peserta.
Namun,
sikap itu perlahan berubah sejak saya mengikuti lomba menulis puisi dengan
karya berjudul “Rindu yang Tak Kunjung Temu”. Saya mengikuti lomba tersebut
karena ingin mencoba sesuatu yang baru dan meluapkan perasaan yang selama ini
saya simpan sendiri. Melalui puisi, saya dapat menyampaikan rasa rindu,
harapan, dan pengalaman pribadi dengan bahasa yang lebih indah. Proses menyusun
kata demi kata terasa menyenangkan, meskipun saya juga merasa gugup karena
karya tersebut akan dinilai oleh juri.
Sayangnya,
saya tidak memenangkan lomba tersebut. Awalnya, saya merasa kecewa karena usaha
saya tidak menghasilkan kemenangan. Namun, setelah memikirkannya kembali, saya
menyadari bahwa tidak menang bukan berarti gagal sepenuhnya. Pengalaman itu
justru memberikan banyak hal berharga. Saya belajar berani mencoba, menerima
hasil, dan tidak takut menunjukkan karya kepada orang lain.
Hal
yang paling berkesan adalah saya dapat bertemu dengan banyak peserta dari
berbagai daerah. Kami saling berkenalan, berbagi cerita, dan menukar pengalaman
setelah lomba. Mereka bercerita tentang alasan menulis, kesulitan yang
dihadapi, serta harapan terhadap karya masing-masing. Dari situ, saya merasa
tidak sendirian. Banyak orang juga merasa takut dan ragu, tetapi tetap memilih
mencoba. Suasana lomba terasa seru karena kami tidak hanya bersaing, tetapi
juga saling mendukung.
Sejak
mengikuti lomba itu, jiwa semangat saya bangkit kembali. Saya menyadari bahwa
menjadi mahasiswa bukan hanya mengikuti perkuliahan dan mengerjakan tugas,
tetapi juga mengembangkan diri melalui berbagai pengalaman. Saya menjadi lebih
terbuka terhadap peluang baru, lebih percaya diri mengekspresikan ide, dan
lebih berani keluar dari zona nyaman.
Kini,
saya tidak lagi mudah menyerah atau menghindari tantangan. Saya ingin terus
mengikuti lomba lain agar dapat belajar lebih banyak, menambah teman, dan
mengasah kemampuan menulis. Pengalaman tersebut menjadi titik awal perubahan
dalam diri saya, dari mahasiswa yang malas berpartisipasi menjadi pribadi yang
lebih aktif dan bersemangat.



0 komentar:
Posting Komentar