Nama : Chitra Amamda Kasim
NIM : 24310410036
Mata Kuliah : Psikologi Inovasi
Kelas : Reguler
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta., MA
JUDUL : Mempunyai kebiasaan tidur sampai lupa waktu
Dalam wawancara ini, saya membahas tentang seseorang yang memiliki kebiasaan suka tidur sampai lupa waktu ia mengatakan bahwa dirinya memang sangat suka tidur, bahkan ketika sedang tidak ada kegiatan, hal yang paling ingin dilakukan adalah berbaring dan tidur baginya, tidur merupakan hal yang paling nyaman karena bisa membuat dirinya merasa tenang dan tidak perlu memikirkan banyak hal, dari hasil wawancara, ia bercerita bahwa kebiasaan tersebut terkadang membuatnya lupa dengan waktu dan pekerjaan yang seharusnya dilakukan bahkan dia pun sampai tidak masuk kelas kuliah di pagi hari karena terlambat. Misalnya, ketika ada tugas kuliah atau pekerjaan lain, ia sering memilih tidur terlebih dahulu dengan alasan masih ada waktu untuk mengerjakannya nanti namun, tanpa disadari waktu terus berjalan dan akhirnya tugas tersebut menjadi tertunda, sebenarnya, ia tahu bahwa kebiasaan seperti itu tidak baik dan bisa merugikan dirinya sendiri, tetapi tetap saja sulit untuk mengubahnya. Ia juga mengaku bahwa terkadang ia merasa bersalah ketika bangun tidur dan menyadari masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan ia sering memiliki niat untuk mengurangi waktu tidurnya dan mulai lebih disiplin, tetapi ketika sudah merasa nyaman di tempat tidur, niat tersebut sering hilang, akhirnya, ia kembali melakukan kebiasaan yang sama. Menurutnya, tidur sudah menjadi sesuatu yang membuatnya nyaman sehingga terkadang ia lebih memilih tidur daripada melakukan kegiatan lain jika dikaitkan dengan disonansi kognitif, kebiasaan ini menunjukkan adanya pertentangan antara apa yang diketahui dengan apa yang dilakukan, yang ia sebenarnya sadar bahwa terlalu banyak tidur dapat menghambat aktivitasnya, tetapi ia tetap melakukannya karena sudah merasa nyaman dengan kebiasaan tersebut. Hal ini membuat dirinya terkadang merasa bersalah dan menyesal, tetapi belum cukup kuat untuk benar-benar berubah dari wawancara ini, saya menyimpulkan bahwa seseorang bisa saja mengetahui kebiasaan yang dilakukannya kurang baik, tetapi tetap sulit meninggalkannya karena sudah merasa nyaman. Menurut saya, keluar dari zona nyaman memang tidak mudah, tetapi perubahan bisa dimulai dari hal kecil, seperti belajar mengatur waktu tidur, tidak menunda pekerjaan, dan mulai membiasakan diri untuk lebih disiplin.

0 komentar:
Posting Komentar