13.10.26

ESAI 4 Peristiwa Menyakitkan: Kegagalan di Tes IPDN Situasi yang Membuat Stres



Baiq muthia syafitri 

24310410011

Dr. Arundita Shinta., M.A



Peristiwa Menyakitkan: Kegagalan di Tes IPDN

Situasi yang Membuat Stres

Peristiwa paling menyakitkan dalam hidup saya terjadi pada Mei 2024. Saat itu, saya mengikuti seleksi sekolah kedinasan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Saya sudah mempersiapkan diri, namun hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menyatakan saya gugur. Dari target 400 poin yang harus dicapai untuk aman, saya hanya memperoleh 380 poin. Kegagalan tersebut menjadi pukulan yang sangat berat. Rasa kecewa, sedih, dan putus asa membuat saya kehilangan tekad. Ketika orang tua mendorong saya untuk mendaftar dan mencoba kembali, saya menolak keras karena merasa mental saya sudah hancur dan tidak sanggat untuk melangkah lagi.

Proses Bangkit dan Coping Behavior

Keterpurukan tersebut berlangsung cukup lama hingga memasuki tahun 2026. Titik balik semangat saya bangkit kembali ketika menerima ejekan dan sikap merendahkan dari seorang oknum Tamtama Prada. Kata-kata yang meremehkan tersebut membakar harga diri saya. Daripada membiarkan rasa sakit hati melumpuhkan diri, saya memilih menggunakan strategi coping behavior berfokus pada tindakan konkret (problem-focused coping) yang dikombinasikan dengan pembuktian diri. Saya membuktikan bahwa cercaan tersebut justru menjadi bahan bakar terbesar untuk bangkit.

Langkah nyata yang paling saya banggakan dalam proses pemulihan ini meliputi:

  1. Disiplin Pembelajaran: Saya mengalihkan fokus target dari IPDN ke seleksi CPNS Kejaksaan. Saya secara konsisten membuka dan mempelajari kembali materi-materi di buku Kamus SKD.
  2. Perubahan Gaya Hidup: Saya membangun rutinitas baru dengan rajin bangun pagi, menjaga kebugaran fisik melalui olahraga teratur, serta menumbuhkan kegemaran baru membaca buku-buku sejarah untuk memperluas wawasan.

Rasa tidak terima diremehkan saya ubah menjadi dorongan positif untuk membuktikan bahwa saya mampu menyaingi mereka yang merendahkan, sekaligus mengangkat derajat kedua orang tua saya.

Hikmah (Reward) dari Peristiwa Menyakitkan

Hikmah terbesar dari kegagalan dan rasa sakit ini adalah terbentuknya mentalitas yang jauh lebih kuat dan tahan banting. Kegagalan di IPDN mengajarkan saya arti kerendahan hati, sedangkan ejekan yang diterima membentuk kedisiplinan dan ambisi yang terarah. Saya menyadari bahwa kegagalan di masa lalu bukanlah akhir dari segalanya, melainkan cara Tuhan mengalihkan saya ke jalan yang lebih tepat. Kini, dengan persiapan yang jauh lebih matang dan jiwa yang pantang menyerah, saya siap memperjuangkan seleksi CPNS Kejaksaan demi mewujudkan impian dan membanggakan orang tua pada tahun 2027.


0 komentar:

Posting Komentar