ESSAY 7: REFLEKSI KEGIATAN BERSEPEDA SELAMA 10 MINGGU DI BANTUL, YOGYAKARTA
Dosen
Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.
Nama:
Cholifahtun Pratista Dewi
NIM:
23310410120
Fakultas
Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
2026
Selama
sepuluh minggu, mulai tanggal 17 Mei hingga 19 Juli, saya mengikuti kegiatan
bersepeda santai yang dilakukan setiap akhir pekan di wilayah Bantul,
Yogyakarta. Kegiatan ini bukan hanya menjadi bentuk olahraga rutin, tetapi juga
menjadi pengalaman yang memberikan banyak pelajaran tentang kedisiplinan, kesehatan,
dan menikmati keindahan alam. Berdasarkan laporan kegiatan, saya berhasil
menyelesaikan sepuluh sesi bersepeda dengan durasi dan jarak yang terus
mengalami perkembangan.
Tabel 1. Laporan
kemajuan kegiatan bersepeda santai
|
M |
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
|
W |
60 |
75 |
62 |
85 |
68 |
92 |
60 |
78 |
65 |
88 |
|
J |
11.5 |
19.0 |
23.6 |
17.0 |
23.8 |
21.5 |
10.8 |
30.6 |
17.9 |
29.0 |
Catatan: M = Minggu ke-n (10 Sesi:
17 Mei–19 Jul), W = Waktu dalam menit, J = Jarak dalam Km.
Grafik 1. Laporan
kemajuan kegiatan bersepeda santai
Pada
minggu pertama (17 Mei), saya bersepeda selama 60 menit dengan jarak 11,5 km.
Rute yang dipilih melewati jalan persawahan di daerah Bantul yang masih sepi.
Karena baru memulai kembali olahraga, tubuh terasa cukup kaku dan napas cepat
lelah. Namun, udara pagi yang segar membuat perjalanan terasa menyenangkan dan
memotivasi saya untuk terus melanjutkan kegiatan ini.
Memasuki
minggu kedua (24 Mei), durasi meningkat menjadi 75 menit dengan jarak 19 km.
Tubuh mulai beradaptasi sehingga kayuhan terasa lebih ringan. Saya mulai
menikmati pemandangan hamparan sawah hijau, aliran irigasi, serta masyarakat
yang sedang beraktivitas di pagi hari. Tantangannya adalah cuaca mulai terasa
lebih panas ketika perjalanan pulang sehingga saya harus lebih banyak minum.
Pada
minggu ketiga (31 Mei), saya berhasil menempuh 23,6 km dalam waktu 62 menit.
Ini menjadi pencapaian yang cukup membanggakan karena kecepatan bersepeda
meningkat. Meski sempat melewati jalan yang sedikit menanjak, saya merasa lebih
percaya diri dibanding minggu-minggu sebelumnya.
Di
minggu keempat (7 Juni), saya bersepeda selama 85 menit dengan jarak 17 km.
Cuaca mendung membuat perjalanan lebih nyaman, tetapi saya harus beberapa kali
berhenti untuk beristirahat karena rute yang dipilih cukup panjang dan
berkelok. Walaupun sedikit lelah, saya tetap menikmati perjalanan hingga
selesai.
Pada
minggu kelima (14 Juni), saya menempuh 23,8 km dalam 68 menit. Minggu ini
menjadi salah satu pengalaman terbaik karena kondisi fisik sedang prima. Saya
dapat menjaga kecepatan dengan stabil dan menikmati pemandangan pedesaan Bantul
yang masih asri. Banyak pesepeda lain yang saling menyapa sehingga suasana
terasa lebih akrab.
Di
minggu keenam (21 Juni), saya menghabiskan waktu 92 menit dengan jarak 21,5 km.
Durasi yang lebih lama membuat tenaga lebih cepat terkuras. Tantangan terbesar
adalah rasa pegal pada kaki dan pundak akibat posisi bersepeda yang cukup lama.
Namun, rasa lelah tersebut terbayar dengan pemandangan alam yang indah setelah
matahari mulai terbit.
Pada
minggu ketujuh (28 Juni), saya bersepeda selama 60 menit dengan jarak 10,8 km.
Minggu ini saya memilih rute yang lebih pendek karena kondisi tubuh belum
sepenuhnya pulih dari aktivitas sebelumnya. Walaupun jaraknya lebih sedikit,
saya tetap merasa senang karena berhasil menjaga konsistensi untuk terus
berolahraga.
Memasuki
minggu kedelapan (5 Juli), semangat kembali meningkat. Saya berhasil menempuh 30,6
km dalam waktu 78 menit, yang menjadi jarak terjauh selama program berlangsung.
Walaupun kaki terasa sangat lelah di akhir perjalanan, ada rasa bangga karena
mampu melampaui target pribadi.
Pada
minggu kesembilan (12 Juli), saya menempuh 17,9 km dalam 65 menit. Cuaca cukup
bersahabat sehingga perjalanan berlangsung lancar. Saya mulai menyadari bahwa
kebugaran tubuh meningkat karena napas tidak lagi mudah terengah-engah seperti
saat minggu pertama.
Akhirnya,
pada minggu kesepuluh (19 Juli), saya menutup rangkaian kegiatan dengan
menempuh 29 km selama 88 menit. Saya sengaja memilih rute favorit yang melewati
persawahan dan jalan pedesaan Bantul sebagai penutup program. Selama
perjalanan, saya merasa lebih percaya diri, lebih kuat, dan mampu menikmati
setiap kayuhan tanpa terburu-buru.
Selama
sepuluh minggu ini, saya merasakan berbagai suka dan duka. Sukanya adalah tubuh
menjadi lebih sehat, stamina meningkat, pikiran terasa lebih segar, serta dapat
menikmati keindahan alam Bantul setiap akhir pekan. Saya juga belajar disiplin
untuk bangun pagi dan menjaga pola hidup sehat. Dukanya adalah rasa pegal,
cuaca yang kadang kurang mendukung, serta kelelahan setelah menempuh jarak yang
cukup jauh. Namun, semua tantangan tersebut justru menjadi pengalaman berharga
yang membuat saya semakin termotivasi untuk menjadikan bersepeda sebagai bagian
dari gaya hidup sehat. Program ini membuktikan bahwa dengan latihan yang
konsisten, kemampuan fisik dapat berkembang secara bertahap dan memberikan
manfaat yang nyata bagi kesehatan maupun kebahagiaan diri.
0 komentar:
Posting Komentar