Perubahan Diri Melalui Kebiasaan Berolahraga
Dosen:Dr. Arundati Shinta, M.A.
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Nama : Diah Nurul Khazanah
NIM : 23310410105
Perubahan diri merupakan proses yang berlangsung secara bertahap melalui pembentukan kebiasaan, pengalaman, serta kemampuan seseorang dalam beradaptasi terhadap tantangan. Salah satu bentuk perubahan diri yang dapat diamati adalah melalui kebiasaan berolahraga secara rutin. Selama periode 11 April hingga 21 Juni 2026, saya melakukan aktivitas berjalan dan berlari sebanyak sebelas kali di berbagai lokasi, seperti Embung Mrangen Magelang, Kampung Sagan Tugu Yogyakarta, Stadion Sultan Agung Bantul, Embung Potorono, lingkungan tempat tinggal, serta mengikuti kegiatan Fun Run Jogja Run di City dan Potorono Park Worker Run.
Pada awal latihan, saya hanya mampu menempuh jarak 3 km dalam waktu 60 menit. Aktivitas tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan hidup sehat. Seiring berjalannya waktu, kemampuan fisik mengalami peningkatan. Pada akhir Mei saya mampu menyelesaikan jarak 6 km dalam waktu 80 menit, sementara pada beberapa sesi saya dapat menyelesaikan jarak 5 km dalam waktu 60 menit. Perubahan tersebut menunjukkan adanya peningkatan daya tahan, efisiensi gerak, serta kemampuan mengelola energi selama berolahraga.
Namun, perubahan yang saya alami tidak hanya bersifat fisik. Dari sisi psikologis, olahraga membantu meningkatkan disiplin, konsistensi, dan kemampuan mengendalikan diri. Setiap latihan menuntut komitmen untuk tetap berolahraga meskipun kondisi tubuh terasa lelah atau cuaca kurang mendukung. Melalui proses tersebut, saya belajar bahwa perubahan tidak terjadi secara instan, melainkan melalui latihan yang dilakukan secara berulang dan berkesinambungan.
Psikologi inovasi mempelajari bagaimana individu mampu mengembangkan cara berpikir baru, beradaptasi terhadap perubahan, serta menghasilkan solusi kreatif dalam menghadapi berbagai tantangan. Inovasi tidak selalu berarti menciptakan teknologi baru, tetapi juga mencakup perubahan perilaku yang menghasilkan kualitas hidup yang lebih baik.
Dalam pengalaman saya, memulai kebiasaan berolahraga merupakan bentuk inovasi pribadi (personal innovation). Sebelumnya, aktivitas fisik bukan merupakan bagian dari rutinitas sehari-hari. Dengan menetapkan target latihan mingguan, mencoba berbagai lokasi olahraga, serta mengikuti kegiatan fun run, saya menciptakan lingkungan baru yang meningkatkan motivasi untuk tetap aktif.
Selain itu, olahraga juga meningkatkan self-efficacy, yaitu keyakinan seseorang terhadap kemampuannya menyelesaikan suatu tugas. Bandura menjelaskan bahwa keberhasilan kecil yang diperoleh secara bertahap akan meningkatkan rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan yang lebih besar. Ketika saya berhasil meningkatkan jarak tempuh dari 3 km menjadi 6 km, muncul keyakinan bahwa saya mampu mencapai target latihan berikutnya apabila tetap disiplin.
| No (M) | Tanggal | Waktu (W - menit) | Jarak (J - km) | K.R. (menit/km) |
|---|---|---|---|---|
| M1 | 11 Apr 2026 | 60 | 3,0 | 20,00 |
| M2 | 19 Apr 2026 | 75 | 4,0 | 18,75 |
| M3 | 26 Apr 2026 | 80 | 5,0 | 16,00 |
| M4 | 03 Mei 2026 | 60 | 5,0 | 12,00 |
| M5 | 10 Mei 2026 | 60 | 4,8 | 12,50 |
| M6 | 19 Mei 2026 | 60 | 4,0 | 15,00 |
| M7 | 24 Mei 2026 | 65 | 5,0 | 13,00 |
| M8 | 31 Mei 2026 | 80 | 6,0 | 13,33 |
| M9 | 07 Jun 2026 | 60 | 3,7 | 16,22 |
| M10 | 14 Jun 2026 | 75 | 5,0 | 15,00 |
| M11 | 21 Jun 2026 | 60 | 4,0 | 15,00 |
| No. | Hari/Tanggal | Lokasi | Aktivitas | Jarak (km) | Waktu (menit) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Sabtu, 11 April 2026 | Embung Mrangen, Magelang | Jalan/Lari | 3,0 | 60 | |
| 2 | Minggu, 19 April 2026 | Kampung Sagan, Tugu Yogyakarta | Jalan/Lari | 4,0 | 75 | |
| 3 | Minggu, 26 April 2026 | Stadion Sultan Agung, Bantul | Jalan/Lari | 5,0 | 80 | |
| 4 | Minggu, 3 Mei 2026 | Kampung Sagan, Tugu Yogyakarta | Jalan/Lari | 5,0 | 60 | |
| 5 | Minggu, 10 Mei 2026 | Embung Potorono | Jalan/Lari | 4,8 | 60 | |
| 6 | Selasa, 19 Mei 2026 | Keliling Kampung Bulu (tempat tinggal) | Jalan/Lari | 4,0 | 60 | |
| 7 | Minggu, 24 Mei 2026 | Fun Run Jogja Run D' City | Fun Run | 5,0 | 65 | |
| 8 | Minggu, 31 Mei 2026 | Keliling Kelurahan | Jalan/Lari | 6,0 | 80 | |
| 9 | Minggu, 7 Juni 2026 | Embung Potorono | Jalan/Lari | 3,7 | 60 | |
| 10 | Minggu, 14 Juni 2026 | Potorono Park Worker Run | Fun Run | 5,0 | 75 | |
| 11 | Minggu, 21 Juni 2026 | Stadion Sultan Agung, Bantul | Jalan/Lari | 4,0 | 60 |
Daftar Pustaka
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W. H. Freeman.
Blasco-Giner, C., Meneghel, I., & Salanova, M. (2023). Positive psychological capital and innovative work behavior: A systematic literature review. Le Travail Humain, 86(3), 187–217. https://doi.org/10.3917/th.863.0187
Liu, J. (2021). Linking psychological capital and behavioral support for change: The roles of openness to change and climate for innovation. Frontiers in Psychology, 12, 612149. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.612149
Prochaska, J. O., & Velicer, W. F. (1997). The transtheoretical model of health behavior change. American Journal of Health Promotion, 12(1), 38–48. https://doi.org/10.4278/0890-1171-12.1.38
Spencer, L., Adams, T. B., Malone, S., Roy, L., & Yost, E. (2006). Applying the transtheoretical model to exercise: A systematic and comprehensive review of the literature. Health Promotion Practice, 7(4), 428–443. https://doi.org/10.1177/1524839905278900
Warburton, D. E. R., Nicol, C. W., & Bredin, S. S. D. (2006). Health benefits of physical activity: The evidence. CMAJ, 174(6), 801–809. https://doi.org/10.1503/cmaj.051351


0 komentar:
Posting Komentar