8.7.26

Esay 7 Perubahan Diri Dengan Olahraga

 Perubahan Diri Melalui Kebiasaan Berolahraga

 Dosen:Dr. Arundati Shinta, M.A.

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Nama : Diah Nurul Khazanah
NIM : 23310410105 

Perubahan diri merupakan proses yang berlangsung secara bertahap melalui pembentukan kebiasaan, pengalaman, serta kemampuan seseorang dalam beradaptasi terhadap tantangan. Salah satu bentuk perubahan diri yang dapat diamati adalah melalui kebiasaan berolahraga secara rutin. Selama periode 11 April hingga 21 Juni 2026, saya melakukan aktivitas berjalan dan berlari sebanyak sebelas kali di berbagai lokasi, seperti Embung Mrangen Magelang, Kampung Sagan Tugu Yogyakarta, Stadion Sultan Agung Bantul, Embung Potorono, lingkungan tempat tinggal, serta mengikuti kegiatan Fun Run Jogja Run di City dan Potorono Park Worker Run.

Pada awal latihan, saya hanya mampu menempuh jarak 3 km dalam waktu 60 menit. Aktivitas tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan hidup sehat. Seiring berjalannya waktu, kemampuan fisik mengalami peningkatan. Pada akhir Mei saya mampu menyelesaikan jarak 6 km dalam waktu 80 menit, sementara pada beberapa sesi saya dapat menyelesaikan jarak 5 km dalam waktu 60 menit. Perubahan tersebut menunjukkan adanya peningkatan daya tahan, efisiensi gerak, serta kemampuan mengelola energi selama berolahraga.

Namun, perubahan yang saya alami tidak hanya bersifat fisik. Dari sisi psikologis, olahraga membantu meningkatkan disiplin, konsistensi, dan kemampuan mengendalikan diri. Setiap latihan menuntut komitmen untuk tetap berolahraga meskipun kondisi tubuh terasa lelah atau cuaca kurang mendukung. Melalui proses tersebut, saya belajar bahwa perubahan tidak terjadi secara instan, melainkan melalui latihan yang dilakukan secara berulang dan berkesinambungan.

Psikologi inovasi mempelajari bagaimana individu mampu mengembangkan cara berpikir baru, beradaptasi terhadap perubahan, serta menghasilkan solusi kreatif dalam menghadapi berbagai tantangan. Inovasi tidak selalu berarti menciptakan teknologi baru, tetapi juga mencakup perubahan perilaku yang menghasilkan kualitas hidup yang lebih baik.

Dalam pengalaman saya, memulai kebiasaan berolahraga merupakan bentuk inovasi pribadi (personal innovation). Sebelumnya, aktivitas fisik bukan merupakan bagian dari rutinitas sehari-hari. Dengan menetapkan target latihan mingguan, mencoba berbagai lokasi olahraga, serta mengikuti kegiatan fun run, saya menciptakan lingkungan baru yang meningkatkan motivasi untuk tetap aktif.

Selain itu, olahraga juga meningkatkan self-efficacy, yaitu keyakinan seseorang terhadap kemampuannya menyelesaikan suatu tugas. Bandura menjelaskan bahwa keberhasilan kecil yang diperoleh secara bertahap akan meningkatkan rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan yang lebih besar. Ketika saya berhasil meningkatkan jarak tempuh dari 3 km menjadi 6 km, muncul keyakinan bahwa saya mampu mencapai target latihan berikutnya apabila tetap disiplin.

No (M)TanggalWaktu (W - menit)Jarak (J - km)K.R. (menit/km)
M111 Apr 2026603,020,00
M219 Apr 2026754,018,75
M326 Apr 2026805,016,00
M403 Mei 2026605,012,00
M510 Mei 2026604,812,50
M619 Mei 2026604,015,00
M724 Mei 2026655,013,00
M831 Mei 2026806,013,33
M907 Jun 2026603,716,22
M1014 Jun 2026755,015,00
M1121 Jun 2026604,015,00

Rincian Kegiatan 
No.Hari/TanggalLokasiAktivitasJarak (km)Waktu (menit)
1Sabtu, 11 April 2026Embung Mrangen, MagelangJalan/Lari 3,060 
2Minggu, 19 April 2026Kampung Sagan, Tugu YogyakartaJalan/Lari4,075
3Minggu, 26 April 2026Stadion Sultan Agung, BantulJalan/Lari5,080
4Minggu, 3 Mei 2026Kampung Sagan, Tugu YogyakartaJalan/Lari5,060
5Minggu, 10 Mei 2026Embung PotoronoJalan/Lari4,860
6Selasa, 19 Mei 2026Keliling Kampung Bulu (tempat tinggal)Jalan/Lari4,060
7Minggu, 24 Mei 2026Fun Run Jogja Run D' CityFun Run5,065
8Minggu, 31 Mei 2026Keliling KelurahanJalan/Lari6,080
9Minggu, 7 Juni 2026Embung PotoronoJalan/Lari3,760
10Minggu, 14 Juni 2026Potorono Park Worker RunFun Run5,075
11Minggu, 21 Juni 2026Stadion Sultan Agung, BantulJalan/Lari4,060  
Secara keseluruhan, latihan lari yang dilakukan selama sebelas kali bukan hanya menghasilkan peningkatan kemampuan fisik, tetapi juga membentuk perubahan psikologis berupa meningkatnya disiplin, ketekunan, kepercayaan diri, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan menghadapi tantangan. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi media pembentukan psychological capital yang kemudian mendukung berkembangnya perilaku inovatif. Dengan demikian, olahraga bukan sekadar aktivitas menjaga kesehatan, melainkan juga sarana pengembangan diri yang mampu membentuk individu menjadi lebih tangguh, kreatif, dan siap menghadapi perubahan dalam kehidupan sehari-hari.

Daftar Pustaka

Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W. H. Freeman.

Blasco-Giner, C., Meneghel, I., & Salanova, M. (2023). Positive psychological capital and innovative work behavior: A systematic literature review. Le Travail Humain, 86(3), 187–217. https://doi.org/10.3917/th.863.0187

Liu, J. (2021). Linking psychological capital and behavioral support for change: The roles of openness to change and climate for innovation. Frontiers in Psychology, 12, 612149. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.612149

Prochaska, J. O., & Velicer, W. F. (1997). The transtheoretical model of health behavior change. American Journal of Health Promotion, 12(1), 38–48. https://doi.org/10.4278/0890-1171-12.1.38

Spencer, L., Adams, T. B., Malone, S., Roy, L., & Yost, E. (2006). Applying the transtheoretical model to exercise: A systematic and comprehensive review of the literature. Health Promotion Practice, 7(4), 428–443. https://doi.org/10.1177/1524839905278900

Warburton, D. E. R., Nicol, C. W., & Bredin, S. S. D. (2006). Health benefits of physical activity: The evidence. CMAJ, 174(6), 801–809. https://doi.org/10.1503/cmaj.051351



0 komentar:

Posting Komentar