23.7.26

ESAI UAS BRIGITA CELZY DEIVIA

 

 

Nama              : Brigita celzy deivia
NIM                : 23310410111
Program Studi : Psikologi
Universitas      : Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Mata Kuliah    : Psikologi Inovasi
Dosen Pengampu : Arundati Shinta



Permasalahan: Menjawab Miskonsepsi Teori Kewirausahaan

Dunia kewirausahaan tidak hanya dibangun di atas fondasi modal finansial dan strategi pemasaran, melainkan sangat dipengaruhi oleh dinamika psikologis pelakunya. Salah satu konsep dasar yang sering dibahas adalah semangat berprestasi atau need for achievement. Namun, belakangan ini kerap terjadi kecenderungan simplifikasi dan kekeliruan sejarah akademis dalam mengutip teori-teori psikologi kewirausahaan.

Sebagai contoh, terdapat narasi yang salah mengidentifikasi singkatan motivasi berprestasi sebagai nAff,serta menyatukan konsep tersebut dengan tokoh Douglas McGregor dan tes Thematic Apperception Test (TAT). Selain itu, terdapat pula kecenderungan menggeneralisasi Teori Keberuntungan (Luck Theory) untuk memberikan penilaian moral yang represif terhadap kasus-kasus kiasan seperti The Crocodile River.

Solusi dan Pembahasan Akademis

Untuk menyelesaikan permasalahan kerancuan tersebut, diperlukan rekonstruksi pemahaman literatur secara kritis, objektif, dan terstruktur melalui tiga langkah solusi utama:

1.      Pelurusan Terminologi dan Sejarah Tokoh Psikologi

Langkah awal solusi adalah mengembalikan atribusi teori kepada pemilik aslinya secara akurat:nAch  vs nAff: Kebutuhan akan prestasi yang mendorong seorang pengusaha disingkat sebagai nAch (need for achievement). Sementara itu, nAffadalah singkatan dari need for affiliation (kebutuhan akan hubungan sosial/afiliasi).

David McClelland (Bukan Douglas McGregor): Pencetus utama teori need for achievement (nAch), penggunaan kartu TAT untuk mengukur motivasi, serta penelitian eksperimental di India adalah David McClelland (1961) dari Harvard University. Sebaliknya, Douglas McGregor merupakan profesor dari MIT yang mendunia lewat Teori X dan Teori Y dalam manajemen kepemimpinan.

2.     Reorientasi Konsep Keberuntungan Menurut Richard Wiseman

Solusi kedua adalah memahami Teori Keberuntungan secara utuh. Pakar psikologi Richard Wiseman (2003) menegaskan bahwa keberuntungan bukanlah takdir kebetulan, melainkan hasil dari empat pola perilaku: menciptakan peluang sosial, mengasah intuisi batin, memiliki ekspektasi positif, dan menunjukkan ketangguhan (resilience) di tengah kemalangan.

Dalam kiasan The Crocodile River, tindakan tokoh Ruben yang fokus mengasah keterampilan pembuatan perahu dan melakukan meditasi dini hari adalah bentuk pengasahan intuisi dan kompetensi mandiri. Ini sejalan dengan prinsip Wiseman bahwa orang beruntung selalu bersiap menghadapi tantangan.

3.     Analisis Etika Kewirausahaan yang Objektif

Solusi ketiga adalah memisahkan analisis dorongan berprestasi dari penghakiman moral yang dangkal. Menilai tokoh Lorena memiliki nAff rendah hanya karena mengambil keputusan fatal saat krisis merupakan sebuah penyederhanaan masalah (oversimplification). Keputusannya lebih mencerminkan mekanisme bertahan hidup (survival mechanism) dalam tekanan.

Bagi Ruben, pelajaran terpenting bukanlah memusuhi orang bermasalah, melainkan mempertahankan integritas dan nilai etika bisnis agar usahanya terus dipercaya oleh konsumen

Kesimpulan

Seorang pengusaha sukses memerlukan dorongan berprestasi yang menantang namun realistis nAch ketajaman intuisi, serta keteguhan etika bisnis. Keberuntungan dalam dunia usaha bukanlah faktor kebetulan belakangan, melainkan hasil dari persiapan matang, kerja keras, dan kecerdasan emosional. Meluruskan sejarah dan terminologi ilmiah menjadi fondasi penting agar setiap calon wirausahawan mampu melangkah dengan pijakan teori yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Daftar Pustaka

Harper, P. (1984). The Crocodile River: A Case Study in Ethics and Human Relations. London: Academic Press.
McClelland, D. C. (1961). The Achieving Society. Princeton, NJ: D. Van Nostrand Company.
McGregor, D. (1960). The Human Side of Enterprise. New York: McGraw-Hill.
Wiseman, R. (2003). The Luck Factor: The Scientific Study of the Lucky Mind. London: Random House.

0 komentar:

Posting Komentar