Nama : Brigita celzy deivia
NIM : 23310410111
Program Studi : Psikologi
Universitas : Universitas
Proklamasi 45 Yogyakarta
Mata Kuliah : Psikologi Inovasi
Dosen Pengampu : Arundati Shinta
Permasalahan:
Menjawab Miskonsepsi Teori Kewirausahaan
Dunia
kewirausahaan tidak hanya dibangun di atas fondasi modal finansial dan strategi
pemasaran, melainkan sangat dipengaruhi oleh dinamika psikologis pelakunya.
Salah satu konsep dasar yang sering dibahas adalah semangat berprestasi atau
need for achievement. Namun, belakangan ini kerap terjadi kecenderungan
simplifikasi dan kekeliruan sejarah akademis dalam mengutip teori-teori
psikologi kewirausahaan.
Sebagai
contoh, terdapat narasi yang salah mengidentifikasi singkatan motivasi
berprestasi sebagai nAff,serta menyatukan konsep tersebut dengan tokoh Douglas McGregor
dan tes Thematic Apperception Test (TAT). Selain itu, terdapat pula
kecenderungan menggeneralisasi Teori Keberuntungan (Luck Theory) untuk
memberikan penilaian moral yang represif terhadap kasus-kasus kiasan seperti
The Crocodile River.
Solusi
dan Pembahasan Akademis
Untuk menyelesaikan
permasalahan kerancuan tersebut, diperlukan rekonstruksi pemahaman literatur
secara kritis, objektif, dan terstruktur melalui tiga langkah solusi utama:
1.
Pelurusan Terminologi dan Sejarah Tokoh
Psikologi
Langkah
awal solusi adalah mengembalikan atribusi teori kepada pemilik aslinya secara
akurat:nAch vs nAff: Kebutuhan akan prestasi yang mendorong seorang pengusaha
disingkat sebagai nAch (need for achievement).
Sementara itu, nAffadalah singkatan dari need for affiliation (kebutuhan akan
hubungan sosial/afiliasi).
David
McClelland (Bukan Douglas McGregor):
Pencetus utama teori need for achievement (nAch), penggunaan kartu TAT untuk mengukur motivasi, serta
penelitian eksperimental di India adalah David McClelland (1961) dari
Harvard University. Sebaliknya, Douglas McGregor merupakan profesor dari MIT
yang mendunia lewat Teori X dan Teori Y dalam manajemen kepemimpinan.
2.
Reorientasi
Konsep Keberuntungan Menurut Richard Wiseman
Solusi
kedua adalah memahami Teori Keberuntungan secara utuh. Pakar psikologi Richard
Wiseman (2003) menegaskan bahwa keberuntungan bukanlah takdir kebetulan,
melainkan hasil dari empat pola perilaku: menciptakan peluang sosial, mengasah
intuisi batin, memiliki ekspektasi positif, dan menunjukkan ketangguhan
(resilience) di tengah kemalangan.
Dalam
kiasan The Crocodile River, tindakan tokoh Ruben yang fokus mengasah
keterampilan pembuatan perahu dan melakukan meditasi dini hari adalah bentuk pengasahan
intuisi dan kompetensi mandiri. Ini sejalan dengan prinsip Wiseman bahwa orang
beruntung selalu bersiap menghadapi tantangan.
3.
Analisis
Etika Kewirausahaan yang Objektif
Solusi
ketiga adalah memisahkan analisis dorongan berprestasi dari penghakiman moral
yang dangkal. Menilai tokoh Lorena memiliki nAff rendah hanya karena
mengambil keputusan fatal saat krisis merupakan sebuah penyederhanaan masalah
(oversimplification). Keputusannya lebih mencerminkan mekanisme bertahan hidup
(survival mechanism) dalam tekanan.
Bagi
Ruben, pelajaran terpenting bukanlah memusuhi orang bermasalah, melainkan
mempertahankan integritas dan nilai etika bisnis agar usahanya terus dipercaya
oleh konsumen
Kesimpulan
Seorang pengusaha
sukses memerlukan dorongan berprestasi yang menantang namun realistis nAch ketajaman intuisi, serta keteguhan etika bisnis. Keberuntungan
dalam dunia usaha bukanlah faktor kebetulan belakangan, melainkan hasil dari
persiapan matang, kerja keras, dan kecerdasan emosional. Meluruskan sejarah dan
terminologi ilmiah menjadi fondasi penting agar setiap calon wirausahawan mampu
melangkah dengan pijakan teori yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Daftar Pustaka
Harper, P. (1984). The
Crocodile River: A Case Study in Ethics and Human Relations. London: Academic
Press.
McClelland, D. C. (1961). The Achieving Society. Princeton, NJ: D. Van Nostrand
Company.
McGregor, D. (1960). The Human Side of Enterprise. New York: McGraw-Hill.
Wiseman, R. (2003). The Luck Factor: The Scientific Study of the Lucky Mind.
London: Random House.
0 komentar:
Posting Komentar