24.7.26

Esai 7 Lakukan Perubahan Diri - Muhammad Firdaus

 

Proses Perubahan Diri Melalui Kegiatan Jogging

MUHAMMAD FIRDAUS

(243310410131)

Fakultas Psikologi Proklamasi 45

Yogyakarta


Perubahan diri merupakan suatu proses yang membutuhkan waktu dan tidak bisa dicapai secara instan. Dibutuhkan konsistensi, komitmen, serta kemauan untuk terus berkembang dari waktu ke waktu. Dalam mata kuliah Psikologi Inovasi, saya mendapatkan tugas untuk melakukan perubahan diri melalui aktivitas olahraga secara rutin selama minimal 10 minggu. Dalam hal ini, saya memilih jogging sebagai bentuk aktivitas yang saya jalankan, karena selain mudah dilakukan, olahraga ini juga tidak memerlukan biaya besar dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisik maupun mental.

Pada awal pelaksanaan, tepatnya minggu pertama, saya melakukan jogging dengan durasi sekitar 32 menit dengan jarak tempuh kurang lebih 4,2 km. Memasuki minggu kedua, waktu yang saya butuhkan sedikit lebih cepat yaitu 30 menit dengan jarak sekitar 4,0 km. Walaupun sempat mengalami sedikit penurunan jarak, saya mulai menyesuaikan ritme lari dan kondisi tubuh. Pada minggu-minggu berikutnya, kemampuan saya mulai meningkat secara bertahap. Jarak tempuh yang awalnya berada di kisaran 4 km perlahan meningkat hingga mencapai lebih dari 5 km pada minggu ke-10, dengan waktu sekitar 39 menit.

Seiring berjalannya waktu, tubuh saya mulai beradaptasi dengan aktivitas jogging yang dilakukan secara rutin. Saya merasakan perubahan yang cukup signifikan, seperti kondisi tubuh yang lebih bugar, pernapasan yang lebih stabil, serta meningkatnya daya tahan saat melakukan aktivitas sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa latihan yang dilakukan secara konsisten memberikan dampak positif terhadap kondisi fisik.



Namun, dalam prosesnya saya juga menghadapi berbagai hambatan. Salah satu kendala yang cukup sering muncul adalah faktor cuaca. Ketika hujan atau kondisi cuaca terlalu panas, muncul rasa malas untuk berolahraga. Selain itu, rutinitas yang dilakukan secara berulang juga sempat menimbulkan rasa jenuh. Tidak jarang muncul pikiran untuk menunda latihan atau menggantinya di hari lain. Meskipun demikian, saya berusaha tetap menjalankan program yang telah saya rencanakan dengan mengingat kembali tujuan awal, yaitu membentuk kebiasaan hidup sehat dan meningkatkan kedisiplinan diri.

Saya menyadari bahwa tantangan terbesar dalam proses ini bukanlah pada aktivitas jogging itu sendiri, melainkan menjaga konsistensi ketika motivasi mulai menurun. Dalam beberapa kesempatan, saya harus melawan rasa malas dan memilih tetap berolahraga meskipun kondisi tidak selalu ideal.

Dari pengalaman yang saya jalani selama kurang lebih 10 minggu ini, saya mendapatkan banyak pelajaran berharga. Saya memahami bahwa perubahan diri tidak selalu berjalan sempurna, melainkan penuh dengan proses, penyesuaian, dan tantangan. Hal yang terpenting adalah bagaimana seseorang tetap berusaha untuk melanjutkan proses tersebut meskipun mengalami hambatan.

Melalui kegiatan jogging ini, saya tidak hanya merasakan manfaat dalam hal kebugaran fisik, tetapi juga belajar tentang pentingnya disiplin, konsistensi, serta manajemen waktu. Saya berharap kebiasaan ini dapat terus saya pertahankan meskipun tugas perkuliahan telah selesai. Pengalaman ini juga memperkuat pemahaman saya bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara terus-menerus.

Daftar Pustaka

McClelland, D. C. (1961). The Achieving Society. Princeton, NJ: Van Nostrand.

Wiseman, R. (2003). The Luck Factor: The Scientific Study of the Lucky Mind. London: Arrow Books.

0 komentar:

Posting Komentar