19.7.26

Esai 5 Berperilaku inovatif - Psikologi Inovasi – Dr. Arundati Shinta - SPSJ - Juli 2026 - Itsnaini Latifatur Rohmah (24310440001)

 

Pemanfaatan Baju Bekas Menjadi Gantungan Kunci Kreatif

Bernilai Ekonomis


Itsnaini Latifatur Rohmah

(24310440001)

Fakultas Psikologi Proklamasi 45

Yogyakarta



Dalam kehidupan sehari-hari, saya sering menemukan pakaian yang sudah tidak terpakai lagi tetapi kondisinya masih cukup baik. Biasanya pakaian tersebut hanya disimpan di lemari atau bahkan dibuang begitu saja. Padahal, jika dimanfaatkan dengan kreativitas, baju bekas masih dapat diolah menjadi berbagai kerajinan yang menarik dan memiliki nilai jual. Oleh karena itu, pada tugas ini saya mencoba membuat gantungan kunci dari kain perca yang berasal dari baju bekas sebagai salah satu bentuk pemanfaatan limbah tekstil sekaligus melatih kreativitas.  Link YouTube

Saya memilih membuat gantungan kunci karena proses pembuatannya cukup sederhana, bahan yang dibutuhkan mudah diperoleh, dan hasilnya dapat digunakan sebagai aksesori tas maupun kunci kendaraan. Selain itu, produk ini juga memiliki peluang untuk dijual sebagai souvenir atau hadiah. Melalui kegiatan ini saya belajar bahwa barang bekas tidak selalu menjadi sampah, tetapi masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki fungsi dan nilai ekonomi apabila diolah dengan ide yang kreatif.

Dalam proses pembuatannya, saya menggunakan kain dari baju bekas yang dipadukan dengan lem tembak sebagai bahan utama. Agar hasilnya lebih menarik, saya memilih kain dengan warna dan motif yang masih bagus. Meskipun terlihat sederhana, pembuatan gantungan kunci membutuhkan ketelitian, terutama saat memotong pola, menyusun bagian-bagian kain, dan merekatkannya agar hasil akhirnya rapi. Kegiatan ini juga melatih kesabaran karena setiap tahap harus dilakukan dengan hati-hati agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik.

Langkah-langkah Pembuatan:

  1. Menyiapkan baju bekas atau kain perca yang masih layak digunakan.
  2. Membuat pola sesuai bentuk gantungan kunci yang diinginkan.
  3. Memotong kain mengikuti pola sebanyak dua bagian.
  4. Merekatkan atau menjahit kedua bagian kain, kemudian menyisakan sedikit celah.
  5. Mengisi bagian dalam menggunakan dakron atau kapas agar bentuknya lebih padat.
  6. Menutup seluruh bagian hingga rapi menggunakan lem tembak atau jahitan.
  7. Menambahkan hiasan seperti pita, manik-manik, atau kancing agar tampil lebih menarik (opsional).
  8. Memasang ring gantungan kunci pada bagian atas.
  9. Merapikan sisa benang maupun lem sehingga hasil akhir terlihat lebih rapi.

Melalui kegiatan ini saya menyadari bahwa kreativitas tidak selalu membutuhkan bahan yang mahal. Dengan memanfaatkan baju bekas yang ada di rumah, saya dapat menghasilkan sebuah produk sederhana yang memiliki nilai guna sekaligus nilai jual. Selain mengurangi limbah tekstil, kegiatan ini juga memberikan pengalaman baru bagi saya untuk mengembangkan keterampilan membuat kerajinan tangan. Ke depannya saya ingin mencoba membuat variasi bentuk dan desain yang lebih menarik sehingga produk gantungan kunci ini dapat dipasarkan sebagai kerajinan handmade dengan harga yang terjangkau.

Produk gantungan kunci ini saya buat dalam tiga pilihan ukuran agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembeli. Untuk ukuran kecil saya menetapkan harga sebesar Rp27.000, ukuran sedang Rp35.000, sedangkan ukuran besar dijual dengan harga Rp53.000 (Pre order dan bisa custom nama). Perbedaan harga tersebut disesuaikan dengan ukuran produk, jumlah bahan yang digunakan, tingkat kesulitan pembuatan, serta waktu yang dibutuhkan dalam proses pengerjaannya. Menurut saya, harga tersebut masih cukup terjangkau sehingga memiliki peluang untuk dipasarkan sebagai kerajinan tangan handmade yang unik dan ramah lingkungan.  LINK YouTube

Daftar Pustaka

Inoi. (2023). Gantungan Kunci dari Kain Perca (Tas) [Video]. YouTube. https://youtu.be/XUMr3CVPInc

0 komentar:

Posting Komentar