Alifa Maura Bunga Herina 24310430041
Mata kuliah : Psikologi Inovasi
Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta Juni 2026
Pada tahun 2015, saya mengikuti Kejuaraan Karate tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di sebuah GOR di Magelang. Di kejuaraan itu, saya harus melewati lima pertandingan sebelum akhirnya berhasil meraih medali emas di kelas pemula. Sampai sekarang, pengalaman tersebut masih menjadi salah satu momen yang paling saya ingat.
Saat datang ke kejuaraan, saya bukan atlet yang sudah memiliki banyak prestasi. Nama saya juga belum dikenal oleh peserta lain. Karena itu, saya tidak terlalu memikirkan siapa lawan yang akan dihadapi. Fokus saya hanya satu, yaitu menampilkan hasil latihan yang selama ini saya jalani dan bertanding sebaik mungkin di setiap pertandingan.
Setiap pertandingan hanya berlangsung sekitar satu menit, tetapi rasanya jauh lebih panjang ketika berada di atas matras. Dalam waktu yang singkat itu, saya harus tetap tenang, membaca pergerakan lawan, dan menentukan kapan harus menyerang atau bertahan. Tidak ada banyak kesempatan untuk memperbaiki kesalahan, sehingga setiap keputusan benar-benar harus dipikirkan dengan cepat.
Pada pertandingan pertama saya berusaha mengendalikan rasa gugup dan bermain sesuai strategi. Memasuki pertandingan kedua dan ketiga, rasa lelah mulai muncul, tetapi saya mencoba tetap disiplin dan tidak kehilangan konsentrasi. Saat mencapai semifinal dan final, tantangannya bukan hanya menghadapi lawan, tetapi juga mengatasi kelelahan fisik serta tekanan untuk mempertahankan peluang menjadi juara.
Saya masih mengingat suara pelatih, teman-teman, dan keluarga yang terus memberi semangat dari pinggir arena. Dukungan mereka membantu saya tetap percaya diri hingga pertandingan terakhir selesai. Ketika wasit mengangkat tangan saya sebagai pemenang, rasa lelah yang sejak awal pertandingan saya rasakan seolah terbayar. Saya berhasil menjadi juara pertama dan membawa pulang medali emas.
Prestasi tersebut juga membuka kesempatan yang tidak saya duga sebelumnya. Saya mendapatkan tawaran untuk mengikuti program latihan di Jakarta sebagai bentuk pengembangan bagi atlet yang dinilai memiliki potensi. Kesempatan itu membuat saya menyadari bahwa satu pencapaian dapat membuka jalan menuju kesempatan yang lebih besar.
Bagi saya, pengalaman ini bukan hanya tentang memenangkan pertandingan. Saya belajar bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui latihan yang konsisten, kemampuan mengendalikan diri saat berada di bawah tekanan, dan keberanian untuk tetap berjuang meskipun kondisi fisik mulai menurun. Nilai-nilai tersebut terus saya bawa hingga sekarang, baik dalam pendidikan maupun dalam menghadapi berbagai tantangan lainnya.
Medali emas itu masih saya simpan hingga hari ini. Bukan semata-mata sebagai simbol kemenangan, tetapi sebagai pengingat bahwa hasil terbaik dapat diraih ketika saya mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, tetap tenang dalam tekanan, dan menyelesaikan setiap tantangan sampai akhir.
Link video youtube: https://youtu.be/TCcf11PrGVY?feature=shared
0 komentar:
Posting Komentar