Esai ini ditujukan untuk dipublikasikan di Klinik Psikologi atau Klinik Karir sebelum UTS.
Nama: Nunung Setyowati
NIM: 24310430208
Mata Kuliah: Psikologi Inovasi
Topik Utama: Menceritakan pengalaman mengikuti minimal 2 lomba puisi online
Merancang Keberuntungan Melalui Keberanian Berpartisipasi dalam Lomba Puisi Online
Banyak orang sering kali terjebak dalam ilusi bahwa keberuntungan adalah nasib atau hadiah acak dari semesta. Dalam diskursus Psikologi Inovasi, keberuntungan sejatinya adalah probabilitas yang bisa diciptakan melalui tindakan proaktif. Sayangnya, fenomena yang lumrah terjadi adalah keengganan individu untuk mengambil peluang karena terbelenggu oleh ketakutan akan kegagalan (fear of failure) dan kenyamanan semu di dalam zona nyaman. Permasalahan mentalitas ini mengerdilkan potensi inovasi dalam diri. Saya sendiri pernah berada di fase tersebut, sebelum akhirnya menyadari bahwa satu-satunya cara untuk mengatasi ketakutan itu adalah dengan melawannya melalui partisipasi aktif dan pengorbanan ego.
Sebagai bentuk nyata pendobrakan zona nyaman tersebut, saya memutuskan untuk berpartisipasi dalam dua perlombaan online. Lomba pertama diselenggarakan di platform Instagram yaitu Lomba Esai Bertaraf Nasional yang diselengarakan oleh komunitas gongbu.id,. Sementara itu, lomba kedua diadakan pada bulan Maret 2026 melalui sebuah website komunitas literasi dengan tema pada bulan Februari 2026 dengan mengusung tema kesehatan mental. Proses persiapannya menuntut pengerahan energi kreatif yang intens. Saya harus melakukan curah gagasan, merangkai metafora, hingga merevisi diksi berulang kali. Saat menekan tombol submit, ada adukan perasaan antara kecemasan dan kelegaan luar biasa. Keberanian saya diuji; saya sadar karya saya bersaing dengan ratusan penulis lain, namun saya memilih untuk tetap mengirimkannya.
Hasil dari kedua perlombaan tersebut sudah bisa ditebak: saya tidak memenangkan satu pun posisi juara. Namun, alih-alih merasa gagal, saya justru menyadari bahwa saya sedang mempraktikkan konsep planned happenstance (keberuntungan yang dirancang). Konsep ini menjelaskan bahwa peluang karier atau kesuksesan yang tampak tak terduga sebenarnya dihasilkan dari serangkaian eksplorasi, keingintahuan, dan pengambilan risiko yang dilakukan secara sadar (Mitchell et al., 1999). Keberanian mencoba (risk-taking behavior) adalah mesin penggerak dari kreativitas; tanpa adanya kesediaan untuk menghadapi penolakan atau kegagalan, tidak ada ide yang bisa diuji di dunia nyata (Dewett, 2007).
Kemampuan saya dalam memproses kekalahan tanpa menjatuhkan harga diri merupakan wujud dari growth mindset (pola pikir berkembang). Individu dengan pola pikir ini memandang kegagalan bukan sebagai cerminan inkompetensi permanen, melainkan sebagai proses fundamental untuk mengkalibrasi ulang kemampuan dan merancang strategi masa depan (Yeager & Dweck, 2012).
Sebagai penutup, esai reflektif ini membuktikan satu hal penting: saya tidak menang, tapi saya bertumbuh. Partisipasi ternyata jauh lebih krusial daripada sekadar piala atau sertifikat juara, karena prosesnya melatih resiliensi mental. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa dalam Psikologi Inovasi, keberuntungan bukan ditunggu, tapi dibangun melalui aksi. Menjadi agen yang berani merancang keberuntungannya sendiri adalah pencapaian psikologis yang jauh melampaui kemenangan kompetisi mana pun.
Daftar Pustaka
Dewett, T. (2007). Linking intrinsic motivation, risk taking, and employee creativity in an R&D environment. R&D Management, 37(3), 197–208. https://doi.org/10.1111/j.1467-9310.2007.00469.x
Mitchell, K. E., Levin, A. S., & Krumboltz, J. D. (1999). Planned happenstance: Constructing unexpected career opportunities. Journal of Counseling & Development, 77(2), 115–124. https://doi.org/10.1002/j.1556-6676.1999.tb02431.x
Yeager, D. S., & Dweck, C. S. (2012). Mindsets that promote resilience: When students believe that personal characteristics can be developed. Educational Psychologist, 47(4), 302–314. https://doi.org/10.1080/00461520.2012.722805
0 komentar:
Posting Komentar