"PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP PERILAKU INOVATIF KARYAWAN"
NAMA : BRIGITA CELZY DEIVIA
NIM : 23310410111
MATA KULIAH : PSIKOLOGI INOVASI
DOSEN PENGAMPU : Dr. Arundati Shinta, M.A
|
Topik |
Pengaruh praktik
berbagi pengetahuan (Knowledge sharing) dan jenis motivasi kerja (ekstrinsik dan intrinsic) terhadap
pembentukan perilaku inovatif karyawan. |
|
Sumber |
(Anggraini & Mansyur, 2024). Pengaruh Motivasi Kerja
terhadap Perilaku Inovatif Karyawan. Oikonomia: Jurnal Manajemen, 20(1),
43-56. http://dx.doi.org/10.47313/oikonomia.v20i1.3046 |
|
permasalahan |
Meskipun literatur
menunjukan bahwa berbagai pengetahuan berkorelasi kuat dengan perilaku
inovatif, mekanisme atau alasan bagaimana proses tersebut mendorong perilaku
kerja inovatif secara spesifik masih kurang jelas,disamping itu, pada konteks
khusus di sekolah menengah kejuruan (SMK) 1 semaraang yang berbasis Teknik,
terdapat kesulitan tersendiri dalam mengintegrasikan informasi dan insentif
kerja secara efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang kreatif bagi
siswa |
|
Tujuan penelitian |
Untuk mengeksplorasi
lebih jauh mekanisme yang mendasari hubungan antara berbagi pengetahuan
inovatif terhadap perilaku inovatif seseorang. Secara spesifik, untuk mengetahui
dan menguji pengaruh dari variable berbagi pengetahuan, motivasi ekstrinsik,
dan motivasi intrinsic terhadap perilaku inovatif para guru di SMK N 1
semarang |
|
isi |
Berbagi pengetahuan
(Knowledge Sharing) Tindakan saling menukar informasi,ide,gagasan dan
pengalaman (baik berupa pengetahuan eksplisit maupun tacit) guna meningkatkan
pemahaman kolektif dan kemampuan inovatif organisasi. Motivasi kerja dibagi
menjadi dua dimensi, motivasi ekstrinsik dengan dorongan kerja yang bersumber
dari luar individu, seperti imbalan finansial,barang,pujian, atau system penghargaan.
Motivasi intrinsic dengan dorongan yang berasal dari kepuasan internal,minat
pribadi, rasa percaya diri, serta tantangan dalam tugas yang dijalankan. Perilaku
inovatif Tindakan kesengajaan individu untuk menviptakan, mengenalkan, dan
menerapkan ide-ide baru yang berguna bagi kelompok atau organisasi |
|
Metode penelitian |
Menggunakan metode
pendekatan penelitian kuantitatif mengugnakan data primer. Menggunakan populasi
& sampel seluruh guru SMKN 1 semarang, pengambilan sampel menggunakan Teknik
Purpossive sampling dengan jumlah 104 responden. Kriteria sampel
usia minimal 20 tahun, Pendidikan minimal SMK/SMA dan masa kerja minimal 1
Tahun. Dengan penyebaran data kuesioner Teknik
analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS untuk menguji intrumen uji
validitas,uji realibilitas serta analisis regresi linier berganda untuk uji
hipotesis |
|
Hasil |
Karakteristik
responden mayoritas berjenis kelamin laki-laki 56 orang, berstatus menikah
(80 orang), berusia diatas 30-40 tahun (76 orang), berpendidikan terakhir S1
(90 orang), dengan lama bekerja 1-5 tahun (83 orang). Uji model nilai
adjusted R Square sebesar 0,261 dengan nilai signifikan F sebesar 0,000. Artinya,
variasi dari gabungan variable independent mampu menjelaskan perilau inovasi
guru sebesar 26,1%. |
|
Diskusi |
Berbagi pengetahuan
ditemukan tida berpengaruh signifikan terhadap perilaku inovatif dalam penelitian
ini. Hal ini diduga terjadi karena adanya pengaruh perbedaan konteks organisasi
serta karakteristik individu yang memoderasi hubungan kedua varibael tersebut
namun tidak diperhitungkan secara ketat dalam penelitian |
|
Kesimpulan |
Penelitian ini
menyimpulkan bahwa secara parsial, berbagi pengetahuan dan motivasi ekstrinsik
tida memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku inovatif guru di SMKN
1 semarang, sebaliknya, motivasi intrinsic memiliki pengaruh positif dan
signifikan yang kuat terhadap perilaku inovatif mereka. |
0 komentar:
Posting Komentar