19.5.26

ESAI 3 – Menjadi Generasi yang Tangguh dan Mau Berubah

 

PSIKOLOGI INOVASI

ESAI 3 – Menjadi Generasi yang Tangguh dan Mau Berubah

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A

Nama: Gunarti

NIM: 23310410118

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45

YOGYAKARTA

MEI, 2026

Di era modern saat ini, generasi muda dituntut untuk mampu menghadapi tekanan hidup sekaligus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar. Banyak orang memiliki keinginan untuk berkembang, tetapi mudah menyerah ketika menghadapi masalah atau merasa takut untuk memulai perubahan. Oleh karena itu, menurut saya resiliensi dan keberanian untuk berubah merupakan dua hal penting yang perlu dimiliki agar seseorang dapat berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Tips pertama adalah menjadi pribadi yang tangguh atau memiliki resiliensi. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang pasti pernah mengalami masalah, tekanan, kegagalan, maupun rasa kecewa. Tekanan tersebut dapat berasal dari keluarga, pendidikan, pekerjaan, lingkungan sosial, maupun masalah pribadi lainnya. Ketika seseorang tidak mampu menghadapi tekanan dengan baik, hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan mental dan membuat seseorang kehilangan semangat untuk berkembang.

Menurut saya, seseorang yang resilien bukan berarti tidak pernah sedih atau tidak pernah gagal, tetapi mampu bangkit dan tetap melanjutkan hidup meskipun berada dalam situasi yang sulit. Salah satu cara untuk membangun resiliensi adalah dengan mencari coping behavior yang sehat dan positif. Misalnya dengan mendengarkan musik, olahraga, berjalan-jalan, menulis, atau melakukan aktivitas yang disukai agar emosi dapat tersalurkan dengan baik. Selain itu, dukungan dari orang terdekat juga sangat penting karena dapat membantu seseorang merasa lebih dihargai dan tidak sendirian ketika menghadapi masalah.

Tips kedua adalah berani melakukan perubahan menjadi lebih baik. Banyak orang ingin sukses, tetapi masih sulit meninggalkan kebiasaan buruk yang dimilikinya. Padahal perubahan tidak harus dimulai dari hal besar. Menurut saya, perubahan dapat dimulai dari kebiasaan kecil seperti belajar disiplin waktu, mengurangi rasa malas, membuat jadwal kegiatan, mengatur pola hidup lebih sehat, dan mencoba hal-hal baru yang bermanfaat.

Seseorang yang mau berubah biasanya memiliki keinginan untuk berkembang dan memperbaiki kualitas dirinya. Proses perubahan memang tidak mudah karena membutuhkan konsistensi, niat, dan kesabaran. Namun, perubahan kecil yang dilakukan secara terus-menerus akan memberikan dampak yang besar bagi kehidupan seseorang di masa depan. Oleh karena itu, seseorang perlu membiasakan diri untuk keluar dari zona nyaman dan tidak takut mencoba pengalaman baru.

Resiliensi dan keberanian untuk berubah merupakan dua hal yang saling berhubungan. Ketika seseorang memiliki mental yang kuat, ia akan lebih siap menghadapi perubahan dan tantangan dalam hidup. Sebaliknya, perubahan yang positif juga membantu seseorang berkembang menjadi pribadi yang lebih dewasa, disiplin, dan percaya diri. Dengan memiliki dua hal tersebut, generasi muda diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih baik serta dapat memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya.

Daftar Pustaka

American Psychological Association. (2023). Building your resilience. Diakses dari http://www.apa.org/topics/resilience/building-your-resilience

Link Video

https://youtube.com/shorts/fkeEjrsJvkA

https://youtube.com/shorts/SsgI8ldn3Rs

0 komentar:

Posting Komentar