25.5.26

Deltha Arthaliya NIM 24310430209 - Psi Inovasi - Tugas 4 - My Best Coping Behavior - Arundati Shinta - Mei 2026 - Kelas Karyawan

 Menemukan Ruang Aman Dalam Diri

Oleh: Deltha Arthaliya 
24310430209



Pada bulan Januari 2018 saya berada di fase hidup yang cukup melelahkan secara emosional. Saya banyak mengalami tekanan dalam hidup, terutama terkait kebutuhan mendasar. Saya tidak memiliki pekerjaan tetap, saya merasa bersalah atas keputusan resign dari tekanan kerja di perusahaan sebelumnya, merasa menyesal karena kurang pertimbangan. Pikiran saya terasa penuh dan ramai, hati pun menjadi sesak dengan berbagai rasa yang hadir. 


Saya selalu ingin terlihat baik-baik saja. Salah satunya dengan memutuskan untuk pergi ke Kalimantan untuk tujuan menikmati hidup yang tenang, padahal di dalam diri saya banyak gelombang yang timbul, tenggelam. Siapa sangka saat saya berada di Kalimantan Tengah tepatnya di Pangkalan Bun, saya justru menemukan coping behavior. Di Pangkalan Bun yang daerahnya cukup luas, namun sepi, belum ada mall dan bioskop, belum banyak warung kopi seperti yang ada di Jogja, membuat saya terdiam dan banyak merenungkan. Betapa jauh berbeda pulau Jawa dan Kalimantan. Di tempat yang asing, aku banyak diam dan melihat ke dalam diri sendiri. 


Karena baru pertama kali ke luar pulau, sendirian, hanya kenal beberapa orang saja. Saya mencoba menulis, termasuk menulis surat lamaran kerja. Ada harapan yang saya selipkan, supaya saya mendapatkan pekerjaan apapun untuk bertahan di Pangkalan Bun. Berharap memiliki teman dan kenal dengan lebih banyak orang. Saat menulis, journaling, saya justru bisa mengeluarkan isi pikiran yang saya bawa sebelumnya. Saya menuliskan apapun yang saya rasa dan pikirkan, dan membuat saya memahami banyak hal dalam diri saya. Dalam ketenangan dengan journaling, saya menemukan diri saya, tempat dimana saya menjadi utuh, merasa, dan berdamai dengan diri saya. 


Suasana tenang, dan sunyi tanpa banyak hal yang bisa saya kerjakan selama saya bekerja di Pangkalan Bun, seolah mengajak saya untuk bermeditasi. Kala itu, saya belum mengerti dan paham tentang meditasi, namun kemudian saya paham dan merasa, bahwa apa yang saya lakukan adalah meditasi. Saya berjalan pelan, bernapas lebih lembut, tidak ada paksaan, tidak ada rasa buru-buru. 


Dari pengalaman yang saya dapatkan dan saya latih selama saya bekerja di Pangkalan Bun, saya belajar bahwa dalam tenang kita dapat menemukan banyak hal, dengan journaling kita dapat mengurai setiap keruwetan yang ada di pikiran, dan ini membantu saya membuat skala prioritas dari banyaknya hal yang perlu saya kerjakan. Sehingga setelah tahun 2019 saya mulai rutin melakukan journaling dengan berbagai bentuk hingga sekarang. Journaling yang saya praktekan secara manual, dengan tulisan tangan, bukan digital. Sehingga ketika saya sedang stres atau mengalami tekanan, saya akan melakukan meditasi atau journaling, atau kombinasi keduanya. Dari sini, saya belajar bahwa coping behavior yang sehat, bukan tentang menghilangkan rasa kecewa, rasa kesal, secara instan, tetapi membantu saya tetap bertahan dan perlahan kembali pulih. Saya juga belajar bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten membawa dampak yang lebih berarti. 


Saya kutip dari Lazarus & Folkman (1984), coping behavior adalah usaha individu untuk mengelola tekanan dan situasi yang dirasa berat secara emosional maupun psikologis. 





0 komentar:

Posting Komentar