21.4.26

Tugas: Esai 1 – Meringkas Jurnal Motivasi

 Esai ini ditujukan untuk dipublikasikan di Klinik Psikologi atau Klinik Karir sebelum UTS.

Nama: Nunung Setyowati

NIM: 24310430208

Mata Kuliah: Psikologi Inovasi 

Tugas: Esai 1 – Meringkas Jurnal Motivasi 

Topik Utama: Entrepreneurship (Kewirausahaan)

Dosen Pengampu: Ibu Dr. A. Shinta, M.A

Tahun 2026

Peran Motivasi dalam Mendorong Perilaku Kewirausahaan: Sebuah Tinjauan Psikologis

Kewirausahaan (entrepreneurship) bukan hanya sekadar proses ekonomi atau manajemen bisnis, melainkan sebuah fenomena psikologis yang sangat dipengaruhi oleh dorongan internal individu. Dalam konteks inovasi, memahami mengapa seseorang memilih untuk menjadi wirausahawan dan bagaimana mereka mempertahankan usahanya di tengah ketidakpastian pasar menjadi sangat krusial. Perilaku perintis ini sangat bergantung pada aspek motivasi mendasar yang dimiliki oleh seorang individu (Murnieks et al., 2020). Esai ini akan meringkas temuan dari jurnal internasional yang mengkaji lanskap motivasi kewirausahaan secara komprehensif.

Penelitian yang dilakukan oleh Murnieks et al. (2020) bertujuan untuk meninjau secara sistematis berbagai literatur psikologi terkait motivasi yang mendorong perilaku dan niat kewirausahaan. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur kritis (critical literature review) untuk menyintesis puluhan studi empiris sebelumnya, sehingga mampu memetakan teori-teori motivasi utama yang secara spesifik berlaku dalam ranah entrepreneurship.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi kewirausahaan bukanlah sebuah konsep yang tunggal, melainkan konstruksi psikologis yang multidimensi. Murnieks et al. (2020) mengidentifikasi bahwa efikasi diri (self-efficacy), identitas peran (role identity), dan gairah (passion) merupakan tiga motor penggerak psikologis yang paling mendominasi wirausahawan. Efikasi diri memberikan keyakinan kognitif kepada individu bahwa mereka memiliki kompetensi untuk mengeksekusi ide dan mengatasi risiko bisnis. Sementara itu, passion kewirausahaan berfungsi sebagai bahan bakar emosional yang memicu ketekunan serta resiliensi tinggi ketika individu dihadapkan pada hambatan. Lebih lanjut, penelitian ini juga menemukan bahwa faktor motivasi ekstrinsik, seperti imbalan finansial, sering kali berinteraksi kuat dengan motivasi intrinsik, seperti kebutuhan akan otonomi dan pencapaian prestasi, dalam membentuk perilaku inovatif (Murnieks et al., 2020).

Implikasi dari temuan ini sangat relevan bagi pengembangan program pendidikan dan pelatihan kewirausahaan. Menurut penelitian ini, kurikulum perguruan tinggi atau intervensi psikologis tidak seharusnya hanya berfokus pada pemberian keterampilan bisnis teknis semata. Sebaliknya, program tersebut harus dirancang sedemikian rupa untuk menumbuhkan efikasi diri dan memvalidasi identitas wirausaha individu secara konstruktif (Murnieks et al., 2020).

Sebagai kesimpulan, jurnal ini menegaskan bahwa motivasi berwirausaha melibatkan interaksi yang kompleks antara dorongan kognitif, afektif, dan identitas sosial. Individu yang sukses dalam berinovasi dan membangun usaha umumnya didorong oleh kombinasi antara keyakinan diri yang kuat dan keterikatan emosional terhadap peran mereka sebagai pemecah masalah (Murnieks et al., 2020). Pemahaman analitis mengenai akar psikologis ini menjadi bekal yang sangat penting untuk merancang strategi pembinaan karier di bidang kewirausahaan secara tepat sasaran.



Daftar Pustaka

Murnieks, C. Y., Klotz, A. C., & Shepherd, D. A. (2020). Entrepreneurial motivation: A review of the literature and an agenda for future research. Journal of Organizational Behavior, 41(2), 115–143. https://doi.org/10.1002/job.2374


0 komentar:

Posting Komentar