Menghadapi Bullying di Tempat Kerja:
Coping Behavior sebagai Jalan Bangkit
Nama : Banun Havifah Cahyo Khosiyono
NIM : 24310440002
Kelas : B
Mata Kuliah : Psikologi Inovasi
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.
Tugas : Esai 4 My Best Copying Behavior
Peristiwa paling menyakitkan yang pernah saya alami terjadi pada September 2022, ketika saya bekerja di sebuah kantor swasta. Saat itu saya mengalami bullying dari rekan kerja senior. Bentuknya berupa ejekan terhadap kemampuan saya, pengucilan dalam tim, bahkan komentar merendahkan di depan atasan. Situasi ini membuat saya sangat stres. Pekerjaan yang semula terasa nyaman berubah menjadi beban berat. Saya merasa tidak dihargai, kehilangan motivasi, dan sempat berpikir untuk berhenti.
Dalam kondisi penuh tekanan, saya mencoba berbagai cara coping. Awalnya saya bingung memilih strategi: apakah harus melawan, menghindar, atau diam saja. Setelah beberapa kali gagal, saya menemukan coping behavior yang paling saya banggakan, yaitu assertive communication dan reframing. Saya mulai berani menyampaikan perasaan saya secara jujur namun tetap sopan kepada rekan kerja yang membully. Saya katakan bahwa sikap mereka membuat saya tidak nyaman dan mengganggu kinerja. Di sisi lain, saya melakukan reframing dengan mengubah cara pandang: ejekan mereka bukan bukti kelemahan saya, melainkan tantangan untuk membuktikan kemampuan.
Proses bangkit ini tidak mudah. Saya harus berani mengambil risiko ditolak atau bahkan semakin disudutkan. Namun, keberanian itu justru menjadi titik balik. Perlahan, rekan kerja mulai menghargai saya, dan atasan melihat keseriusan saya dalam bekerja. Prestasi saya meningkat, saya dipercaya menangani proyek baru, dan rasa percaya diri saya kembali.
Hikmah dari peristiwa menyakitkan ini adalah saya belajar bahwa coping behavior tidak datang secara instan. Ia membutuhkan percobaan, keberanian, dan ketekunan. Reward terbesar yang saya dapatkan bukan hanya prestasi kerja, tetapi juga mental yang lebih tangguh. Saya kini lebih siap menghadapi perubahan, lebih peka terhadap stres, dan mampu menjadi teladan bagi orang lain yang mengalami hal serupa. Bullying memang menyakitkan, tetapi dengan coping behavior yang tepat, peristiwa itu bisa menjadi dasar untuk maju.
0 komentar:
Posting Komentar