Dalam
beberapa tahun terakhir, peningkatan produksi sampah di indonesia telah menjadi
masalah lingkungan yang serius, komposisi sampah Indonesia terdiri dari 57%
sampah organik (sisa makanan, kayu, dahan, dedaunan), 16% sampah plastik, 10%
sampah kertas, dan 17% sampah lainnya (logam, tekstil, karet, kulit, kaca).
sampah merupakan pembuangan limbah padat dari aktivitas rumah, pasar, kantor,
rumah,sampah dari hotel, restoran, pabrik, bahan bangunan dan sisa yang lainya
(Sucipto dalam Betrand Arya Devana Punta, 2024).
Saat ini
sampah anorganik telah menjadi masalah serius karena sifatnya yang sulit untuk
terurai, terutama terdiri dari bahan non-biodegradable seperti plastik, kaca,
dan logam. Ketika material ini, tidak terurai secara alami dan menumpuk di
tempat pembuangan akhir, mencemari tanah dan perairan, tentunya hal ini akan
sangat mengganggu ekosistem di masa depan. Melihat data diatas keberlanjutan
lingkungan merupakan hal yang harus ditingkatkan kedepannya, karena hal
tersebut sangat berhubungan dengan kesehatan, keamanan dan keadilan kepada
masyarakat setempat
Peningkatan
kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam memilah sampah organik dan
mendukung program daur ulang sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan
efektivitas dengan sistem pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahan sampah
secara efektif. Tantangan utama dalam pengolahan sampah berkelanjutan ini
adalah mengubah perilaku masyarakat dan membangun sistem pengelolaan sampah
yang terintegrasi. Namun dibalik tantangan tersebut, terdapat peluang besar
untuk membangun ekonomi sirkular berbasis sampah dengan menggunakan konsep 3R
(Reduce, Reuse, Recycle) yang dapat diterapkan untuk mengurangi dampak negatif
dari sampah terhadap lingkungan. Prinsip ini mendorong pengurangan jumlah
sampah yang dihasilkan, penggunaan kembali barang-barang yang masih layak
pakai, dan mendaur ulang material yang dapat diproses kembali
Pada praktik
nya saya melakukan daur ulang kembali karton menjadi sebuah aneka kerajinan
seperti pot bunga, dengan memanfaatkan karton bekas menjadi sebuah kerajinan
untuk mengurangi sampah anorganik. Lalu pada proses pembuatan kerajinan
tersebut, yang pertama saya lakukan adalah mengumpulkan karton-karton bekas,
kemudian di potong menjadi 4 bagian dengan bentuk bulat, lalu pada tiap karton
yang telah dibentuk bulat itu pada bagian bawahnya dipotong datar agar dapat
berdiri dengan baik, lalu di bagian atas dan bawah karton dibuat lubang panjang
dengan ukuran 6 cm masing-masing dengan fungsi sebagai pengait satu sama lain,
setelah itu ke empat bagian karton tersebut di satukan hingga menjadi kotak,
lalu ditutup bagian bawahnya dengan sisa potongan karton yang berbentuk kotak dan
terdapat bentuk kubus pada tengah-tengah kotak yang akan difungsikan sebagai
tempat untuk menaruh bunga. Setelah itu masuk pada bagian akhir finishing
dengan menggunakan sampah anorganik lainya sebagai lapisan luar kotak pot bunga.
Betrand Arya Devana Punta, D. M. (2024, Juli 16). Edukasi Sampah Anorganik Dan Pelatihan Pemanfaatan. ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 7(2), 237-244. doi:https://doi.org/10.32509/abdimoestopo.v7i2.4181
Lampiran



0 komentar:
Posting Komentar