10.1.26

ESSAI 4 - Berperilaku Inovatif

Tugas Essai 4    :    Berperilaku Inovatif

Mata Kuliah    :    Psikologi Inovatif

Dosen Pengampu    :    Dr.Dra. Arundati Shinta, MA






Raihan Arridho Multazam
(23310410098)

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta



Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan produksi sampah di indonesia telah menjadi masalah lingkungan yang serius, komposisi sampah Indonesia terdiri dari 57% sampah organik (sisa makanan, kayu, dahan, dedaunan), 16% sampah plastik, 10% sampah kertas, dan 17% sampah lainnya (logam, tekstil, karet, kulit, kaca). sampah merupakan pembuangan limbah padat dari aktivitas rumah, pasar, kantor, rumah,sampah dari hotel, restoran, pabrik, bahan bangunan dan sisa yang lainya (Sucipto dalam Betrand Arya Devana Punta, 2024).

Saat ini sampah anorganik telah menjadi masalah serius karena sifatnya yang sulit untuk terurai, terutama terdiri dari bahan non-biodegradable seperti plastik, kaca, dan logam. Ketika material ini, tidak terurai secara alami dan menumpuk di tempat pembuangan akhir, mencemari tanah dan perairan, tentunya hal ini akan sangat mengganggu ekosistem di masa depan. Melihat data diatas keberlanjutan lingkungan merupakan hal yang harus ditingkatkan kedepannya, karena hal tersebut sangat berhubungan dengan kesehatan, keamanan dan keadilan kepada masyarakat setempat (Betrand Arya Devana Punta, 2024).

Peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam memilah sampah organik dan mendukung program daur ulang sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dengan sistem pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahan sampah secara efektif. Tantangan utama dalam pengolahan sampah berkelanjutan ini adalah mengubah perilaku masyarakat dan membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi. Namun dibalik tantangan tersebut, terdapat peluang besar untuk membangun ekonomi sirkular berbasis sampah dengan menggunakan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang dapat diterapkan untuk mengurangi dampak negatif dari sampah terhadap lingkungan. Prinsip ini mendorong pengurangan jumlah sampah yang dihasilkan, penggunaan kembali barang-barang yang masih layak pakai, dan mendaur ulang material yang dapat diproses kembali (Betrand Arya Devana Punta, 2024).

Pada praktik nya saya melakukan daur ulang kembali karton menjadi sebuah aneka kerajinan seperti pot bunga, dengan memanfaatkan karton bekas menjadi sebuah kerajinan untuk mengurangi sampah anorganik. Lalu pada proses pembuatan kerajinan tersebut, yang pertama saya lakukan adalah mengumpulkan karton-karton bekas, kemudian di potong menjadi 4 bagian dengan bentuk bulat, lalu pada tiap karton yang telah dibentuk bulat itu pada bagian bawahnya dipotong datar agar dapat berdiri dengan baik, lalu di bagian atas dan bawah karton dibuat lubang panjang dengan ukuran 6 cm masing-masing dengan fungsi sebagai pengait satu sama lain, setelah itu ke empat bagian karton tersebut di satukan hingga menjadi kotak, lalu ditutup bagian bawahnya dengan sisa potongan karton yang berbentuk kotak dan terdapat bentuk kubus pada tengah-tengah kotak yang akan difungsikan sebagai tempat untuk menaruh bunga. Setelah itu masuk pada bagian akhir finishing dengan menggunakan sampah anorganik lainya sebagai lapisan luar kotak pot bunga.



Daftar Pustaka

Betrand Arya Devana Punta, D. M. (2024, Juli 16). Edukasi Sampah Anorganik Dan Pelatihan Pemanfaatan. ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 7(2), 237-244. doi:https://doi.org/10.32509/abdimoestopo.v7i2.4181


Lampiran


Link:    http://youtube.com/post/Ugkxcg29YARm9p8zKYXj55bKIeOBKRN2CWr-?si=aynaW-mfa5lg9Aav

0 komentar:

Posting Komentar