EKSPERIMEN SAMPAH DI RUMAH DOSEN
Itsnaini Latifatur Rohmah (24310440001) – Psi.
Lingkungan – Essai 6
Kegiatan eksperimen membuat eco enzim di
rumah dosen menjadi pengalaman belajar yang sederha, tetapi bermakna dan
kontekstual dengan isu lingkungan saat ini. Eksperimen ini dilakukan sebagai
upaya nyata pengelolaan limbah organik rumah tangga sekaligus pembelajaran
langsung tentang proses fermentasi alami yang ramah lingkungan. Proses
pembuatan eco enzim dimulai dengan menyiapkan bahan utama berupa gula jawa,
kulit buah, dan air matang dengan perbandingan 1 : 3 : 10. Kulit buah
yang digunakan berasal dari sisa dapur, seperti kulit jeruk dan buah-buahan
lainnya, sehingga limbah yang biasanya dibuang justru dimanfaatkan kembali.
Seluruh bahan dicampur dalam wadah
tertutup, lalu difermentasi selama kurang lebih tiga (3) bulan. Dirumah dosen
saya diajarkan step by step dari menibang gula jawa, menakar air, dan
mengiris-iris kulit buah. Kebetulas ketika kunjungan kerumah dosen ada salah satu
teman kami yang membawa buah melon, jadi setelah memakan buah melon
bersama-sama, kami memotong kulitnya untuk dijadikan bahan eco enzim.
Setelah tiga bulan, eco enzim dipanen dan
disaring untuk memisahkan ampas dari cairannya. Cairan hasil panen inilah yang
menjadi eco enzim utama, yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami,
penghilang bau, hingga penyubur tanaman. Namun eksperimen tidak berhenti sampai
di situ. Untuk meningkatkan nilai guna dan kenyamanan penggunaan, eco enzim
yang sudah jadi kemudian difermentasi kembali dengan menambahkan buah lerak
(blerak) dan serai. Lerak dipilih karena mengandung saponin alami yang
berfungsi sebagai pembersih, sedangkan serai memberikan aroma segar dan wangi
alami.
Fermentasi lanjutan ini membutuhkan waktu
sekitar 1 bulan yang bertujuan agar eco enzim tidak hanya fungsional, tetapi
juga lebih nyaman digunakan karena aromanya yang harum. Setelah proses
fermentasi kedua selesai, aroma eco enzim berubah menjadi lebih segar dan tidak
menyengat, sehingga cocok digunakan sebagai cairan pembersih rumah tangga yang
aman dan ramah lingkungan. Dari kegiatan ini, kami belajar bahwa solusi
lingkungan tidak selalu harus mahal atau kompleks, tetapi bisa dimulai dari
dapur rumah sendiri dengan kesadaran dan pengetahuan yang tepat.
Eksperimen eco enzim ini bukan hanya
tentang menghasilkan cairan pembersih, tetapi juga membangun kesadaran
ekologis, tanggung jawab terhadap lingkungan, serta kebiasaan hidup
berkelanjutan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
0 komentar:
Posting Komentar