SILVI NURFITRIANI
PSIKOLOGI SJ
23310410064
MATA KULIAH PSIKOLOGI INOVASI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
FAKULTAS PSIKOLOGI
Tahun 2025
DOSEN PENGAMPU : Dr. ARUNDATI SHINTA, M.A
Topik :
Membangun tradisi Enterpreneurship pada Masyarakat, Penelitian Kuantitatif
Sumber :
Helisia Margahana. Eko Triyanto. 2019. Membangun Tradisi Enterpreneurship pada Masyarakat. Edunomika - Vol. 03, No. 02
Permasalahan :
Indonesia masih perlu mempersiapkan penggerak pembangunan ekonomi dimana tahun 2017 Indonesia memiliki 3.1% enterpreneurship namun masih berada dibawah negara negara tetangga lainnya seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Guna menumbuhkan jiwa enterpreneurship, Indonesia masih kesulitan disebabkan karena hal yang diutamakan dalam pendidikan sekolah adalah penekanan pada baca, tulis, dan hitung.
Tujuan penelitian :
Mengetahui bagaimana caranya membangun tradisi Enterpreneurship dalam masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi
Isi :
Enterpreneurship menjadi sebuah jalan dalam menangani permasalahan ekonomi dalam sebuah negara dimana menurut David MC Clealland bahwa sebuah negara dapat menjadi makmur jika sedikitnya memilki 2% Enterpreneurship dari jumlah penduduk, dan di tahun 2017 Indonesia memiliki 3.1% enterpreneurship namun masih di bawah negara negara tetangga lainnya seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Jiwa enterpreneurship bagi masyarakat seharusnya dilakukan oleh berbagai kalangan baik pemerintah, instansi akademik, maupun instansi swasta. Enterpreneur bahkan mampu memberikan alternatif yang baik untuk mengurangi bahkan menghapus angka pengangguran yang membesar. Dalam menumbuhkan jiwa enterpreneurship dalam diri seseorang, perlu dilakukan sejak dini terutama dalam pendekatan orangtua mengenai enterpreneur kepada anak. Selain itu dukungan dari pemerintahpun ikut andil di dalamnya. Dimana pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif terhadap motivasi seseorang berwirausaha. Selain itu dengan memberdayakan seluruh lapisan masyarakat melalui kegiatan usaha yang produktif, kreatif, dan inovatif baik usaha formal ataupun informal, juga dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan ekonomi masyarakat.
Metode :
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yaitu dalam bentuk kajian pustaka. Ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang diperlukan.
Hasil :
Dari pengumpulan data yang sudah dilakukan bahwa menumbuhkan jiwa dan tradisi enterpreneur di masyarakat membutuhkan waktu yang berkelanjutan dan menjadi challenge tersendiri, sekaligus harus dimulai dari pendidikan sejak dini. Namun kenyataannya dilapangan, pendidikan yang ditekankan hanya sebatas baca, tulis, dan hitung. Sehingga ini menjadi PR pemerintah untuk memberikan program tambahan dan penerapan dalam kurikulum pendidikan di Indonesia.
Kesimpulan :
Untuk menumbuhkan jiwa dan tradisi enterpreneur kepada masyarakat dibutuhkan waktu yang panjang dan berkelanjutan, tidak dengan instan jiwa dan tradisi enterpreneur ini muncul pada diri masyarakat. Menumbuhkan jiwa dan tradisi enterpreneur dimulai dari lingkungan keluarga. Dari segi pemerintah harus mendukung dalam pendidikan yang mengarahkan peserta didik untuk terbiasa belajar berjiwa enterpreneur. Berbagai program seperti seminar, pelatihan, kompetisi bisnis plan, penerapan kurikulum berbasis enterpreneur juga perlu dilakukan
Diskusi :
Dalam peningkatan perekonomian suatu negara membutuhkan setidaknya minimal 2% enterpreneurship. Walaupun Indonesia di tahun 2017 sudah berada rasio 3,1% namun masih berada dibawah negara negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand. Ini jadi PR tersendiri dimana pemerintah perlu membangun jiwa dan tradisi enterpreneurship di masyarakat dimulai dari kesadaran dan pendekatan keluarga hingga program dan kurikulum pendidikan di Indonesia yang berbasis enterpreneur.

0 komentar:
Posting Komentar