Sosialisasi Kesehatan Mental di Taman Asuhan dan Rumah Tahfidz Al-Islam Yogyakarta
(N.B : Klik buka gambar untuk mendapatkan hasil jernih)
Mata Kuliah : Kesehatan Mental
Dosen Pengampu : Bapak FX. Wahyu Widiantoro, S.Psi, M.A.
Anggota Kelompok (Kelas Reguler) :
David Ahmad Laurentino (23310410017)
Gladys Melisande Renata (23310410015)
Liyana Nofiasari (23310410049)
Naeri Khasna (23310410046)
Pada Minggu, 8 Desember 2024,
Kami melaksanakan sosialisasi kesehatan mental di Taman Asuhan dan Rumah Tahfidz Al-Islam Yogyakarta. Hal pertama yang kami lakukan yaitu mengurus surat izin kepada Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45, yang kemudian kami teruskan surat izin tersebut kepada pengasuh Taman Asuhan dan Rumah Tahfidz Al-Islam Yogyakarta, Ibu Somiatun. Beliau memberikan persetujuan dan mengonfirmasi bahwa kegiatan dapat dilakukan bersama ± 15 anak remaja. Kami mempersiapkan kegiatan ini dengan harapan dapat memberikan wawasan mengenai kesehatan mental dan pentingnya menjaga kesejahteraan emosional, terutama bagi remaja yang tinggal di lingkungan Taman Asuhan dan Rumah Tahfidz Al-Islam Yogyakarta.
Sosialisasi dimulai dengan sesi ice breaking untuk mencairkan suasana. Mereka diajak bermain permainan interaktif yang menyenangkan dengan tujuan membuat mereka merasa lebih nyaman dan antusias mengikuti kegiatan. Ice breaking juga menjadi momen penting untuk membangun kedekatan sebelum memasuki materi edukasi yang akan kami sampaikan kepada mereka.
Setelah suasana menjadi lebih hangat, kami memulai sosialisasi dengan menonton video mengenai kesehatan mental pada remaja di Indonesia. Kemudian kami lanjutkan dengan memberikan pengetahuan dasar mengenai apa itu kesehatan mental. Kami menjelaskan bahwa kesehatan mental adalah kondisi di mana seseorang mampu menghadapi tantangan hidup, menjalin hubungan yang baik, dan merasa puas dengan dirinya sendiri. Mereka diajak untuk memahami bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Kami memberikan contoh sederhana pada situasi yang bisa memengaruhi kesehatan mental, seperti tekanan dari lingkungan, kehilangan, atau konflik yang mungkin mereka hadapi sehari-hari. Selanjutnya, kami membahas pentingnya menjaga kesehatan mental. Kami menyampaikan bahwa memiliki kesehatan mental yang baik dapat membantu mereka merasa lebih bahagia, lebih percaya diri, dan lebih mampu menghadapi tantangan dalam kehidupan. Dalam diskusi ini, mereka juga kami ajak untuk berbagi pandangan dan pengalaman mereka, yang kami sambut dengan penuh empati.
Materi berikutnya yaitu berfokus pada cara-cara praktis untuk menjaga kesehatan mental. Kami memberikan panduan seperti pentingnya berbagi cerita dengan orang yang dipercaya, melakukan kegiatan yang menyenangkan, serta menjaga pola hidup sehat melalui tidur yang cukup, makan makanan bergizi, dan olahraga yang teratur. Kami juga mengenalkan teknik sederhana seperti pernapasan dalam untuk membantu mereka mengelola stres atau rasa cemas. Selain itu, kami juga memberikan informasi tentang siapa saja yang dapat membantu ketika mereka merasa tidak sehat secara mental. Kami menekankan pentingnya berbicara kepada orang yang mereka percayai, seperti pengasuh, teman sebaya, atau bahkan tenaga profesional seperti psikolog dan psikiater, jika mereka merasa membutuhkan dukungan.
Pada akhir kegiatan sosialisasi, kami mengajak mereka untuk bernyanyi bersama, dengan lagu-lagu yang bertema kebersamaan. Suasana yang ceria dan penuh semangat terlihat saat mereka menyanyikan lagu-lagu tersebut, menciptakan kenangan manis yang kami harap dapat memperkuat pesan-pesan yang telah kami sampaikan. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang berarti, baik bagi mereka maupun kami sebagai penyelenggara. Kami merasa bahwa sosialisasi ini dapat menjadi langkah mereka untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental di kalangan remaja. Kami berharap bahwa mereka dapat membawa ilmu yang didapatkan dari apa yang telah kami bagi, menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, dan merasa didukung untuk terus menjaga kesehatan mental.

0 komentar:
Posting Komentar