ESSAI 7 – MENJADI NASABAH BANK SAMPAH
MULAILAH MELIHAT POTENSI SAMPAH, MARI JADIKAN SAMPAHMU MENJADI BERKAH LEWAT BANK SAMPAH,
MATA
KULIAH PSIKOLOGI LINGKUNGAN
TUGAS - ESSAI 7
Dosen
Pengampu :
Dr. Arundati Shinta, MA
Program Studi Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, 2024
Sampah
merupakan isu lingkungan yang semakin marak diperbincangkan di era modern ini.
Fenomena ini terlihat nyata ketika kita mengunjungi tempat-tempat publik
seperti taman kota, pasar tradisional, bahkan di alam terbuka seperti sungai,
gunung, dan pantai, yang seharusnya menjadi simbol keindahan dan ketenangan.
Sayangnya, keberadaan sampah anorganik seperti botol plastik, botol kaca,
kertas, hingga berbagai jenis limbah lainnya justru merusak estetika dan
ekosistem di tempat-tempat tersebut. Masalah
ini menjadi salah satu tantangan serius, mengingat sebagian besar masyarakat
belum sepenuhnya sadar akan dampak buruk yang ditimbulkan oleh sampah, baik
terhadap lingkungan maupun kesehatan. Sampah anorganik membutuhkan waktu
puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai secara alami, sehingga dapat
mencemari tanah, air, dan udara dalam jangka panjang. Akibatnya, ekosistem
menjadi rusak, makhluk hidup terancam, dan kualitas hidup manusia menurun.
Namun,
harapan tetap ada. Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pelestarian
lingkungan, banyak upaya yang telah dilakukan untuk mengurangi dan mengelola
sampah. Di berbagai kota di Indonesia, muncul inisiatif pengolahan sampah
seperti tempat pengelolaan terpadu dan bank sampah. Bank sampah, misalnya,
memberikan peluang bagi masyarakat untuk memilah dan menukarkan sampah yang
mereka hasilkan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. Inisiatif ini tidak
hanya membantu mengurangi sampah di tempat-tempat umum, tetapi juga
meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang
bijak. serta pemanfaatan limbah menjadi barang bernilai ekonomi. Selain itu,
bank sampah membantu menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat melalui
penjualan sampah daur ulang dan mendorong gaya hidup yang lebih ramah
lingkungan. Program ini juga berkontribusi dalam mendukung pelestarian
lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Jika
lebih banyak individu mulai menyadari potensi dari sampah dan menerapkan
langkah-langkah sederhana seperti memilah, mendaur ulang, serta mengurangi
penggunaan produk sekali pakai, ruang-ruang publik yang dulunya dipenuhi sampah
dapat bertransformasi menjadi ruang yang lebih bersih, nyaman, dan ramah
lingkungan. Tidak hanya itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan
sektor swasta dalam mengembangkan solusi inovatif seperti teknologi daur ulang
canggih dan sistem pengelolaan limbah yang efisien dapat menjadi kunci untuk
menciptakan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
untuk
mulai peduli dan menyadari potensi sampah, langkah awal dapat dimulai dari diri
sendiri. Saya pribadi kini mulai melek terhadap potensi yang dimiliki sampah.
Terlebih lagi, saat ini sudah banyak program yang mendukung, seperti bank
sampah. Saya adalah salah satu individu yang mulai memanfaatkan keberadaan bank
sampah, khususnya di kota tempat tinggal saya, Bantul.
Pada hari Senin, 9 Desember 2024, saya mendatangi salah satu bank sampah di Bantul, yaitu Bank Sampah Gemah Ripah Bantul, untuk mendaftar sebagai nasabah. Langkah ini saya lakukan dalam rangka memenuhi tugas psikologi lingkungan. Namun, terlepas dari itu, saya juga mulai menyadari pentingnya kepedulian terhadap sampah dan berbagai potensi yang dapat dihasilkan darinya. Sampah, yang bagi sebagian orang mungkin hanya dianggap sebagai sesuatu yang tidak bernilai, sebenarnya memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan. Maka oleh itu, mulailah menyadari, hal ini tidak hanya berdampak ke anda semata tetapi juga akan berdampak pada keberlanjutan lingkungan sekitar anda .
Berikut saya lampirkan, potret ketika saya mendaftar menjadi salah satu nasabah bank sampah.
Setelah saya mendaftar saya diperlihatkan list sampah yang dapat didapat dibawa kebank sampah tersebut beserta harga perkilonya. Selain itu, saya juga diberi buku tabungan dengan syarat , sampah yang dibawa mempunyai nilai jual di bank sampah tersebut senilai 5rb, jika sampah pertama yang dibawa masih mempunyai nilai jual dibawah 5rb maka, anda belum diberi buku tabungan. Entah, ketentuan ini berlaku disemua bank sampah atau hanya dibank sampah gemah ripah saya tidak mengetahui, tetapi saya tetap mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, dan kebetulan pertama kali saya setor saya membawa sampah dengan nilai jual 9.294 ribu rupiah sehingga saya langsung mendapatkan buku tabungan, dengan 2 jenis sampah yaitu plastik(botol bekas) dengan berat -+ 4kg & besi(bekas seng) denga berat -+ 3kg
foto pertama setor
Pada hari Jumat, 20 Desember 2024, saya melaksanakan kegiatan penyetoran sampah yang kedua sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Kali ini, saya membawa tiga jenis sampah dengan total berat dan nilai jual yang bervariasi. Sampah pertama adalah sampah plastik dengan berat -+3 kg, diikuti oleh botol kaca dengan berat 2 kg, dan besi seberat 1 kg. Ketiga jenis sampah tersebut dipilah dan ditimbang secara terpisah untuk memastikan keakuratan. Dari hasil penjualan, total nilai yang saya peroleh adalah Rp4.110 ribu rupiah.
foto setor kedua
Kegiatan
ini tidak hanya menjadi langkah kecil dalam mengurangi beban sampah di
lingkungan sekitar, tetapi juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat
tentang pentingnya memilah dan mengelola sampah secara bertanggung jawab.
Langkah ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk melihat sampah
sebagai sesuatu yang bernilai jika dikelola dengan baik.
Terimakasih & Selamat membaca :)







0 komentar:
Posting Komentar