ESAI 5
EKSPERIMEN
TENTANG SAMPAH
PSIKOLOGI
LINGKUNGAN
Dr.
ARUNDATI SHINTA, M.A
ASHARI
ZAINNUR RAHMAN / 24310420015
FAKULTAS
PSIKOLOGI
UNIVERSITAS
PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA
Eksperimen
tentang sampah yang dilakukan adalah bagaimana cara kita mengolah sampah
organik dan anorganik yang kita hasilkan menjadi sebuah produk yang memiliki
manfaat lebih serta mengurangi jumlah sampah yang tidak bisa kita olah.Eksperimen
yang pertama yaitu pembuatan kompos.Kompos berasal dari bahan-bahan sampah
organik yang diolah dengan cara difermentasi sehingga dapat menjadi pupuk
organik yang bermafaat untuk tanaman.Sampah organik tadi dicacah sehalus
mungkin untuk mempercepat proses fermentasi yaitu dekomposisi atau penguraian
bahan organik seperti sisa sayur,buah,hewan.Untuk mengurai bahan tersebut dibutuhkan
mikroorganisme atau bakteri pengurai.Agar bakteri pengurai dapat bekerja dengan
baik dibutuhkan makanan untuk bakteri tersebut berupa molase yang dapat berupa
tetes tebu atau gula merah sedangkan untuk bibit bakteri pengurai sendiri dapat
menggunakan em4 atau probiotik seperti yakult.Semakin lembut bahan organik maka
proses fermentasi akan semakin cepat.Proses fermentasi ini akan menghasilkan
gas sehingga perlu dibuatkan tutup yang dapat mengeluarkan gas tersebut.Simpan
tempat pembuatan kompos pada tempat yang teduh dan jangan lupa untuk diaduk
agar proses fermentasi merata.Setelah kompos sudah berwarna coklat tua,berbau seperti
tape maka kompos sudah siap digunakan.
Selanjutnya
adalah eksperimen sampah tentang pembuatan sabun cair.Minyak jelantah dapat dijadikan
bahan baku untuk pembuatan sabun cair.Dengan mengolah minyak jelantah menjadi
sabun dapat mengurangi dampak polusi lingkungan terutama air dan tanah karena
apabila dibuang secara tidak bertanggungjawab di suatu lingkungan tentu sifat
minyak dapat merusak kesuburan tanah dan kebersihan lingkungan.
Hampir
sama seperti pembuatan kompos untuk menghasilkan eco enzym dari bahan sampah
organik juga melalui proses fermentasi.Bedanya hasil eco enzym yang dihasilkan
dari proses fermentasi penguraian sampah organik adalah berbentuk cairan.Proses
pembuatan eco enzym menggunakan wadah yang tertutup yang dapat menampung air
dan bahan-bahan organik yang akan difermentasi.Jangan lupa untuk membuka tutup
secara berkala untuk mengeluarkan gas hasil dari fermentasi tersebut.Setelah fermentasi
berhasil akan menghasilkan eco enzym yang berguna menyuburkan tanaman yang
digunakan dengan cara disiram atau disemprot dicampur dengan air.
Hampir
setiap hari seseorang menghasilkan sampah organik.Ada yang berupa sisa makanan
yang tidak habis, kulit buah, sayur, dan sebagainya.Sampah organik yang tidak
segera diolah akan menghasilkan pencemaran lebih cepat karena mengalami
pembusukan dimana terdapat bakteri jahat yang bisa menjadi sumber penyakit.Dengan
bahan organik yang tersedia apabila diolah secara cepat dan tepat dapat
dijadikan produk olahan kompos atau eco enzym yang selanjutnya digunakan untuk
perawatan tanaman buah, sayur, maupun tanaman hias.Sehingga tercipta
keseimbangan hubungan timbal balik antara manusia sebagai konsumen dengan
tanaman sebagai produsen sumber makanan.
Hendaknya seseorang menyesuaikan produksi sampah yang dihasilkan dengan kemampuannya untuk mengolah sampah tersebut.Harus diingat juga dalam proses pengolahan sampah itu sendiri jangan sampai kita mengolah sampah tetapi menghasilkan sampah yang baru.Contohnya adalah menghindari barang sekali pakai misalkan kita mengolah sampah organik yang akan dijadikan kompos dengan menggunakan sarung tangan karet/lateks yang sekali pakai.Disisi lain kita mengubah sampah organik menjadi kompos tetapi juga memproduksi sampah anorganik yaitu sarung tangan karet tersebut.Maka pemilihan peralatan dan bahan-bahan untuk mengolah sampah juga harus bijak.Dengan bereksperimen tentang sampah khususnya pembuatan kompos dan eco enzym membuat saya lebih bertanggungjawab akan sampah organik yang saya hasilkan.Berlatih mandiri dan menjadikan diri lebih produktif terhadap pengolahan sampah organik rumah tangga.Sekaligus menjadi contoh dan pelopor berperilaku tanggungjawab terhadap sampah dalam lingkungan keluarga.

0 komentar:
Posting Komentar