28.5.26

Esai 9 - Ujian Tengah Semester

 PSIKOLOGI INOVASI 

Esai 9 - Ujian Tengah Semester 


 



Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A

Nama: Annisa Septiana Putri 

NIM: 23310410108

 

 

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta 

 

2026

 

 

1. Jika saya menjadi dosen mata kuliah Psikologi Inovasi, saya tidak akan langsung melarang mahasiswa menggunakan AI, karena sekarang teknologi berkembang sangat cepat dan AI juga sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurut saya, mahasiswa justru perlu belajar menggunakan AI dengan bijak, bukan malah bergantung sepenuhnya saat mengerjakan tugas kuliah.

Saat ini masih banyak mahasiswa yang memakai AI untuk mencari jawaban instan, tetapi tidak benar-benar memahami isi materi yang dipelajari. Jika hal itu terus dilakukan, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan analisis mahasiswa bisa menurun. Karena itu, sebagai dosen saya akan membuat sistem pembelajaran yang membuat mahasiswa tetap aktif berpikir dan tidak hanya mengandalkan teknologi. 

Saya akan lebih sering memberikan tugas yang berhubungan dengan pengalaman pribadi, observasi langsung, wawancara, maupun studi kasus yang ada di lingkungan sekitar mahasiswa. Dengan cara itu, mahasiswa tetap harus memahami materi dan menghubungkannya dengan kehidupan nyata. Menurut saya, tugas seperti itu lebih efektif untuk melatih pola pikir mahasiswa dibanding tugas yang jawabannya mudah ditemukan di internet atau AI.

Selain itu, saya juga akan memperbanyak diskusi dan presentasi di kelas. Diskusi dapat melatih mahasiswa untuk menyampaikan pendapat, mendengarkan sudut pandang orang lain, dan berpikir lebih terbuka. Dari diskusi juga biasanya terlihat mahasiswa yang benar-benar memahami materi dan mahasiswa yang hanya sekadar mencari jawaban cepat. Presentasi juga penting untuk melatih rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, dan kemampuan menjelaskan suatu masalah menggunakan bahasa sendiri.

Sebagai dosen, saya juga harus menjadi motivator dan inovator seperti yang tertulis dalam peraturan pendidikan karakter. Saya akan memberi contoh penggunaan AI yang baik, misalnya untuk mencari referensi tambahan, mencari ide awal, atau membantu menyusun poin-poin penting. Namun, mahasiswa tetap harus mengembangkan isi tugas menggunakan pemikiran dan analisis mereka sendiri.

Selain kemampuan akademik, saya juga ingin membangun karakter mahasiswa supaya lebih disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan mau berkembang. Saya ingin mahasiswa memahami bahwa teknologi sebenarnya dibuat untuk membantu manusia berkembang, bukan membuat manusia menjadi malas berpikir. Karena itu, mahasiswa tetap harus melatih kemampuan analisis, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.


2. Dalam kuliah ke-1 Psikologi Inovasi, bagian film yang paling relevan adalah saat ayah mereka menantang ketiga anaknya hidup dengan uang 50 dolar selama seminggu. Menurut saya, tantangan tersebut berkaitan dengan pengertian Psikologi Inovasi karena mereka dipaksa untuk berpikir kreatif, mencari cara bertahan hidup, dan memanfaatkan peluang yang ada dalam keadaan terbatas.

Di film tersebut juga terlihat bahwa setiap anak memiliki cara berpikir dan sikap yang berbeda. Ada yang mudah menyerah, ada yang memakai uang tanpa perhitungan, dan ada juga yang tetap berusaha walaupun situasinya sulit. Dari situ terlihat bahwa cara seseorang menghadapi masalah sangat mempengaruhi hasil yang akan didapatkan.

Menurut saya, film tersebut menunjukkan bahwa inovasi bukan hanya tentang menciptakan teknologi baru, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mampu menemukan solusi dalam situasi sulit. Anak yang berhasil bertahan terlihat lebih mampu mengontrol dirinya sendiri, lebih tenang dalam mengambil keputusan, dan tidak malu mencoba hal baru demi bertahan hidup.

Selain itu, film ini juga berkaitan dengan sikap resiliensi dan ketekunan. Tokoh yang berhasil bertahan tidak langsung menyerah saat menghadapi kesulitan. Ia tetap mencoba mencari peluang dan menggunakan uang yang dimiliki dengan lebih bijak. Sikap seperti itu penting dalam Psikologi Inovasi karena seseorang perlu memiliki mental yang kuat untuk menghadapi tantangan dan perubahan.

Film ini juga menunjukkan pentingnya kemampuan beradaptasi. Ketiga anak tersebut sebenarnya terbiasa hidup nyaman karena berasal dari keluarga kaya. Namun ketika mereka dipaksa hidup dengan uang terbatas, terlihat jelas siapa yang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan dan siapa yang tidak siap menghadapi kesulitan.

Menurut saya, film ini juga berhubungan dengan materi tentang perubahan diri. Anak yang berhasil bertahan terlihat lebih mandiri dan mau belajar dari situasi yang dihadapinya. Ia tidak hanya mengeluh, tetapi mencoba mencari solusi dari masalah yang ada. Sikap seperti itu penting dimiliki mahasiswa supaya tidak mudah menyerah ketika menghadapi masalah dalam kehidupan maupun perkuliahan.

Selain itu, film tersebut juga mengajarkan bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh uang atau fasilitas yang dimiliki seseorang. Kreativitas, pola pikir, ketekunan, dan keberanian mencoba hal baru juga sangat menentukan keberhasilan seseorang. Orang yang mampu berpikir kreatif biasanya akan lebih mudah menemukan peluang walaupun berada dalam keadaan sulit.

Dari film tersebut saya juga belajar bahwa seseorang perlu memiliki mental yang kuat dan tidak terlalu bergantung pada kenyamanan hidup. Jika seseorang terlalu nyaman, biasanya ia akan sulit berkembang. Sebaliknya, tantangan dan kesulitan justru bisa membuat seseorang menjadi lebih kreatif, lebih mandiri, dan lebih kuat dalam menghadapi kehidupan.

Karena itu, menurut saya film ini sangat relevan dengan mata kuliah Psikologi Inovasi karena menunjukkan bagaimana pola pikir, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan ketekunan dapat mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam menghadapi masalah kehidupan sehari-hari.

 

Daftar Pustaka

 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal. Jakarta: Kemendikbud.

 

Yusuf, S., & Nurihsan, A. J. (2011). Teori Kepribadian. Bandung: Remaja Rosdakarya.

 

Desmita. (2014). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosdakarya.

0 komentar:

Posting Komentar