Mata Kuliah : Psikologi Inovasi
Tugas Esai 7
My Biggest Achievement
Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, M.A.
Menuliskan my biggest achievement bukan sekadar kegiatan mengingat masa lalu, tetapi merupakan cara sederhana untuk mengenali dan menghargai proses diri sendiri. Banyak orang terbiasa fokus pada kekurangan atau kegagalan, sehingga sering lupa bahwa mereka pernah berusaha keras dan berhasil melewati tantangan tertentu. Dengan menuliskan pencapaian terbesar, seseorang diajak untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui, mulai dari proses, hambatan, hingga hasil yang akhirnya diraih.
Selain itu, menuliskan pencapaian terbesar dapat menjadi sumber motivasi yang kuat. Saat rasa ragu atau lelah muncul, tulisan tersebut bisa menjadi pengingat bahwa diri sendiri pernah mampu berjuang dan berhasil. Pengalaman keberhasilan, sekecil apa pun, dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan keyakinan bahwa tantangan di masa depan juga bisa dihadapi. Dari sini, kita belajar untuk tidak mudah menyerah dan lebih optimis dalam menetapkan tujuan baru.
Oleh karena itu menuliskan my biggest achievement bukan hanya tentang membanggakan diri, melainkan tentang membangun kesadaran dan penghargaan terhadap perjalanan hidup. Melalui tulisan tersebut, kita dapat belajar dari pengalaman, memperkuat motivasi, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan berikutnya dengan lebih percaya diri dan terarah.
Bagi saya pribadi my biggest achievement yang pernah saya lakukan adalah, ketika saya berhasil membangun usaha saya dan membiayayai kuliah saya dengan uang saya sendiri. sedikit cerita tentang hidup saya adalah saya tidak memiliki hubungan yang tidak akrab dengan bapak saya. karena adanya perbedaan pendapat dan ego satu sama lain yang begitu besar, singkat cerita akhirnya saya memutuskan untuk pergi dari rumah.
Pada fase hidup saya ini, saya pergi ke jogja dan memutuskan untuk kuliah disana. Awalnya semua berjalan lancar dan ayah saya juga membiayayai kuliah saya di jogja. Namun seiring berjalanya waktu, watak saya dan bapak saya yang keras mebuat konflik terus terjadi. konflik yang terus memanas dan ego saya yang belum dewasa, mebuat saya mengambil keputusan gegabah untuk pergi lagi dari rumah .
Tentunya hal tersebut membuat bapak saya sangat marah dan berhenti untuk mengirimkan uang ke saya. Akhirnya saya tidak bisa membayar kuliah dan memenuhi kebutuhan hidup saya, untungnya saya mempunyai banyak teman yang bersedia membantu saya saat itu, hingga ada 1 teman saya yang menawari pekerjaan kontruksi di bali. Tanpa berpikir panjang dan bermodalkan uang sisa seadanya, saya nekat untuk berangkat ke bali.
Bulan bulan awal saya disana terasa sangat berat, keterbatasan uang dan daerah yang belum saya kenali membuat saya cukup kesulitan dalam beradaptasi. Namun seiring berjalanya waktu saya mampu untuk beradaptasi dan melakukan pekerjaan dengan baik. pekerjaan saya pun sering dipuji oleh atasan saya dan membuat saya semakin percaya diri. Beriringan dengan meningkatnya kepercayaan diri saya, saya juga telus belajar untuk melatih skill dan pengetahuan saya.
Sampai akhirnya saya memberanikan diri untuk membuka usaha kontruksi saya sendiri. Syukurnya berbagai tawaran dan rejeki terus berdatangan, hingga akhirnya saya sudah cukup stabil dalam finansial. Hal tersebutlah yang membuat saya memutuskan untuk Kembali ke jogja dan melanjutkan kuliah saya di UP 45 dengan uang saya sendiri. hal tersebutlah yang menjadi biggest achievement saya.
0 komentar:
Posting Komentar